KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Roy Haryanto Pupuskan Ambisi Alvin Bahar

Posted: 29 Apr 2012 03:30 PM PDT

Balap Mobil

Roy Haryanto Pupuskan Ambisi Alvin Bahar

Emilius Caesar Alexey | Agus Mulyadi | Minggu, 29 April 2012 | 22:30 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Pebalap  Roy Haryanto memupuskan ambisi pebalap senior Alvin Bahar, untuk memenangi seri pertama Kejurnas Indonesia Super Production di ajang 2012 Lupromax Indonesian Series of Motorsport, Minggu (29/4/2012) di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor.

Roy akhirnya tampil sebagai juara pertama di seri pertama ini.

Alvin dan Rio Saputra dari tim Honda Indonesia Racing melaju di urutan pertama dan kedua sejak start. Roy yang kedodoran di babak kualifikasi, terus menguntit keduanya di urutan ketiga.

Pada putaran ke-14, Roy berhasil menyalip Rio dan terus menempel Alvin. Pebalap tim HSC Gandasari OWS itu akhirnya berhasil menyalip Alvin di putaran ke-16, dan mempertahankan posisi sampai finis.

"Saya menunggu bannya Alvin overheat dan daya lekatnya berkurang, lalu berjuang menyalipnya," kata Roy, yang juga menjuarai kelas Honda Jazz Speed Challenge di ajang yang sama.

Alvin mengakui bannya mulai aus di putaran akhir dan kinerja mesinnya menurun. Namun, Alvin puas karena perolehan poinnya dan Rio membuat tim mereka menang.

Subhan Melorot ke Posisi Keenam

Posted: 29 Apr 2012 03:18 PM PDT

MATADERO, KOMPAS.com - Kecelakaan yang dialami Pereli Indonesia, Subhan Aksa, pada etape khusus kedelapan berdampak buruk pada mobilnya, sehingga harus absen di etape ke-10 sampai ke-13.

Kondisi itu membuat Subhan turun dari posisi kelima menjadi keenam, saat mengikuti etape khusus ke-14 pada ajang Production World Rally Championship seri Argentina, Minggu (29/4/2012) di Matadero. 

Sisi kanan mobil yang dikendarai Subhan menabrak tebing, sehingga tie rod-nya bengkok dan ball joint-nya rusak. Mobil itu  diperbaiki dan dapat dipergunakan pada etape kesembilan.

Namun, kerusakan mobilnya semakin parah dan Subhan harus absen di empat etape, etape 10 sampai 13, untuk perbaikan mobil. Berdasarkan aturan, PWRC, Subhan dan navigator Hade Mboi masih boleh melanjutkan reli. Catatan waktunya menggunakan  waktu tercepat di setiap etape ditambah  hukuman lima menit.

Pencapaian yang baik pada dua seri sebelumnya, membuat Subhan hanya turun satu posisi di klasemen sementara.

"Tim sudah memperbaiki kerusakan mobil. Perjalanan tinggal enam etape di hari terakhir. Perjalanan  di pegunungan El Condor medannya berat,  berkabut, dan udaranya tipis. Target kami mencapai finis saja untuk mengamankan poin yang sudah di depan mata," kata Hade.

Pada etape ke-14, Subhan dapat finis di urutan ketujuh dan menjaga posisinya di urutan keenam di klasemen sementara. Pimpinan lomba ditempati oleh pereli Meksiko Benito Guerra.

Pereli Polandia, Michael Kosciuszko, yang sempat memimpin lomba harus keluar dari reli karena mobilnya rusak berat di etape kedelapan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen