Republika Online

sumber :-

Republika Online


Jubir: Belum ada Rencana Penggantian Menpora

Posted: 29 Mar 2011 12:47 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Juru Bicara Kepresidenan, Julian A Pasha, menegaskan bahwa sejauh ini belum ada pembicaraan mengenai penggantian Andi Mallarangeng dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga. Sikap Andi selama ini justru sudah mewakili sikap pemerintah.

Julian menyampaikan hal itu ketika ditanya tanggapannya tentang desakan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Nurdin Halid, yang meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memecat Andi.

"Presiden melakukan evaluasi, termasuk tentunya Menpora, berdasarkan beberapa kriteria,'' kata Julian. ''Evaluasi sepenuhnya hak prerogatif Presiden.''

Julian mengatakan bahwa Andi telah melapor ke Presiden terkait perkembangan PSSI. ''Sebagaimana tugas yang lazim dilakukan para menteri bila mana ada hal-hal yang berkaitan langsung dengan bidangnya dan itu yang dilaporkan," katanya.

Nurdin sebelumnya mendesak SBY memberhentikan Menpora Andi Mallarangeng. Nurdin beranggapan Andi tidak becus menjalankan fungsinya sebagai Menpora. "Kami memohon kepada Presiden Republik Indonesia, bapak Susilo Bambang Yudhoyono, memecat Andi Mallarangeng karena tidak cakap menjadi menpora," ujar Nurdin saat menggelar jumpa pers.

Dalam konferensi pers tersebut, Nurdin didampingi Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, dan dua anggota Komite Eksekutif PSSI, Togar Manahan Nero dan Ibnu Mundzir. Nurdin terlihat emosional ketika ditanya soal pernyataan Menpora yang dilakukan sekitar satu jam sebelumnya. Usai konferensi pers tersebut, ia kembali menyinggung Andi.

"Jika Andi Mallarangeng tidak mengakui Nurdin Halid dan Nugraha Besoes, maka pengurus PSSI tidak mengakui Andi Mallarangeng sebagai Menpora," ujar Nurdin.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Menhan: TNI di Kongres PSSI Sesuai Permintaan

Posted: 29 Mar 2011 12:25 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan bahwa kehadiran anggota TNI di Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah sesuai dengan permintaan. Kehadiran TNI di kongres itu pun sudah sesuai dengan prosedur tetap.

"Jadi, mesti dicek ke wilayah setempat. Dicek ke polisi, kepolisian minta ke TNI, TNI masuk," kata Purnomo di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/3).

Dia menegaskan bahwa kehadiran TNI di setiap kejadian-kejadian di lapangan adalah sesuai permintaan polisi. Mengenai TNI berseragam di lokasi kongres, Purnomo mengatakan,"Sekarang kehadiran untuk mengamankan kongres kalau dalam lingkup TNI, protap kalau ada permintaan baru kita masuk."

Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, sebelumnya menyatakan adanya intervensi dalam penyelenggaraan Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, Sabtu (26/3). "Terdapat aparat berseragam dari institusi tertentu yang melakukan intervensi, sehingga atas dasar Pasal 86 Statuta PSSI kami memutuskan terjadi keadaan Kahar," ujar Nurdin

Nurdin menyatakan bahwa kericuhan sudah terjadi sejak Jumat (25/3). Sekitar 100 orang berpakaian sipil yang dipimpin Ketua Umum Persebaya 1927, Saleh Mukadar, melakukan intimidasi di Hotel The Premiere. Nurdin mengatakan bahwa massa tersebut adalah para pendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Pada saat hari H, Nurdin mengatakan tidak hanya terjadi aksi demontrasi oleh sekitar 300 orang. Ada juga aksi aparat yang melakukan penggeledahan ke kamar para peserta kongres. "Fakta yang paling akurat adalah penggeledahan kamar ketua BLAI, Iwan Budianto, yang satu kamar dengan sejumlah anggota Exco," ujar Nurdin.

Puncaknya adalah beberapa jam menjelang kongres. Beberapa truk menurunkan puluhan aparat TNI yang bersiaga di depan Hotel The Premiere. Sejumlah aparat berpakaian sipil bahkan terlihat masuk di arena kongres yang terletak di lantai dua hotel tersebut. "Suasana saat itu mencekam bagaikan akan terjadi sebuah perang," kata Nurdin.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen