ANTARA - Olahraga

sumber :-

ANTARA - Olahraga


Menpora bercanda jodohkan Triyatno dengan Ranomi

Posted: 07 Sep 2012 02:20 AM PDT

Triyatno memperlihatkan medali perak yang diraihnya pada nomor 69kg putra di Olimpiade London 2012 di ExCel, Selasa (31/7). (REUTERS/Paul Hanna)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng akan melakukan segala cara demi mendapatkan emas Olimpiade Rio 2016, termasuk menjodohkan atlet angkat besi Indonesia Triyatno dengan atlet Belanda keturunan Jawa penyabet medali emas renang Olimpiade, Ranomi Kromowidjojo.

"Kamu kenalan nggak waktu itu di kampung atlet di London sama dia? masih sama-sama single kan?," kata dia pada konferensi pers penyerahan penghargaan dua atlet angkat besi di Jakarta, Jumat.

Jika kalian saling kenal, kata dia, menjadi dekat kemudian "jadian" mungkin akan membawa Ranomi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

"Kan lumayan tuh, minimal dapat dua emas untuk Indonesia kalau dia balik lagi jadi WNI, nanti langsung dinaturalisasi di Indonesia," kata dia berkelakar.

Ranomi Kromowidjojo adalah perenang Negeri Kincir Angin keturunan Jawa yang  menyabet dua medali emas nomor 100 meter gaya bebas dan 50 meter gaya bebas pada Olimpiade London 2012 lalu.

(tri)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Kesempatan terakhir Pistorius pertahankan gelar

Posted: 06 Sep 2012 10:55 PM PDT

Pelari Afrika Selatan Oscar Pistorius melewati garis finish dan meraih posisi pertama dalam final lari estafet putra 4x100 meter T42-46 Paralimpiade London. (REUTERS/Suzanne Plunkett )

London (ANTARA News) - Atlet Afrika Selatan Oscar Pistorius Jumat ini masih berkesempatan mempertahankan gelar di Paralimpiade setelah kehilangan dua gelar dari total tiga titelnya pada sprint perseorang yang mengenakan gaya fesyen spektakuler.

"Blade Runner", julukan Pistorius, yang jadi atlet pertama dalam Paralimpiade yang kedua kakinya diamputasi itu mengikuti pertandingan spesialisnya, T44 400m, demikian AFP.

Dengan rekor perseorangan terbaik 45,39 detik dan satu-satunya atlet yang lari di bawah 50 detik dalam satu putaran, Pistorius sewajarnya dapat melaju dengan mudah dalam babak kualifikasi.

Setelah kehilangan gelar T44 100m, dia berkomentar soal mempertahankan gelarnya. "Saya sangat putus asa. Saya akan menanti perlombaan 400m."

Pistorious hanya menempati peringkat keempat dalam nomor sprint di Stadion Olympic, Kamis, yang dimenangi Jonnie Peacock dari Inggris dengan rekor Paralimpiade baru, 10,90 detik.

Pelari Amerika Serikat, Richard Browne, meraih medali perak dengan 11,03 detik, sedangkan Arnu Fourie dari Afrika Selatan menggondol perunggu dengan 11,08 detik. Pistorius gagal memegang medali apa pun dengan catatan waktu 11,17 detik.

Kekalahan itu datang berturut-turut, sebelumnya Pistorius gagal mempertahankan gelar juara pada nomor 200m setelah atlet Brazil Alan Oliveira berhasil menyusulnya.

Pistorius lalu protes dan mengatakan dia dirugikan karena para lawannya "jauh lebih tinggi".

Protes Pistorius soal kaki palsu Oliveira yang terlalu panjang telah menjadi buah bibir sepanjang minggu, walaupun Komite Paralimpiade Internasional mengatakan tidak ada pelanggaran.

Pistorius berhasil membalas dendam dari Oliveira Rabu lalu saat berhasil membawa Afrika Selatan menjuarai sekaligus mencetak rekor pada nomor T42-46 4x100m estafet putra.

Saat dikalahkan Peacock, Pistorius dengan murah hati menyebutnya sebagai bintang Paralimpiade sprint.

"Saya tidak bisa membayangkan betapa senangnya dia dapat melakukan ini di depan warganya sendiri," kata dia. "Kerja yang bagus, ini adalah kesempatan yang baik untuknya. Dia masih muda dan punya masa depan cerah."

Dalam jumpa pers pra-kompetisi 28 Agustus, Pistorius menepis keterlibatannya dalam Olimpiade membuatnya terlalu lelah mempertahankan tiga gelar yang dimenanginya di Beijing empat tahun lalu.

"Saya punya 22 lomba tahun ini. Olimpiade sama pentingnya dengan Paralimpiade," jelas dia seperti dikutip AFP.

"Pada intinya, kami berlari dalam ajang internasional dari Mei hingga September. Rekor tercepat kedua saya adalah September tahun lalu. Tidak ada masalah. Kondisi saya baik-baik saja.. Saya merasa kondisi saya prima untuk bisa beraksi di sini."

(nan)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen