detikcom |
Posted: 09 May 2011 11:15 AM PDT Selasa, 10/05/2011 01:15 WIB Cuma Inter di Hati Zanetti Milan - Tidak sedikit pesepakbola yang memutuskan pulang ke kampung halamannya sebelum pensiun. Namun, hal ini tak berlaku untuk Javier Zanetti. Kapten Inter Milan ini ingin menutup kariernya di Nerazzurri. Dengan kontrak yang akan berakhir pada Juni 2013, Zanetti dispekulasikan akan bermain di negara asalnya, Argentina, sebelum menutup karier. Namun, bek 37 tahun ini membantahnya. "Tidak, saya tidak berpikir akan kembali ke Argentina. Saya benar-benar merasa di rumah di sini, di mana saya sudah 16 tahun bersama Inter," cetus Zanetti di Football-Italia. "Klub ini sudah memberi segalanya buat saya dan menjadi kapten membuat saya merasakan tanggung jawab luar biasa. Saya akan mengakhiri karier saya di sini," lanjutnya. Zanetti bergabung dengan Inter dari Banfield pada tahun 1995. Dia adalah rekrutan pertama pada era Massimo Moratti. Sejak saat itu, posisinya di tim tak pernah tergantikan meski La Beneamata gonta-ganti pelatih. "Kalau sudah pensiun nanti, saya akan bolak-balik Italia-Argentina karena saya punya lebih banyak waktu. Tapi, kenyataannya adalah keluarga saya sangat bahagia di sini," tutur Zanetti. "Anak-anak saya bersekolah di Italia dan setelah karier saya berakhir, saya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga," ujarnya. ( mfi / roz ) Dapatkan info Bola harian dari HP-mu. ketik REG DB kirim ke 3845. cuma Rp.2000/minggu (khusus pelanggan Telkomsel) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com Redaksi: redaksi[at]detiksport.com Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Informasi Pemasangan Iklan: hubungi :
|
Posted: 09 May 2011 11:00 AM PDT Selasa, 10/05/2011 01:00 WIB Jeonbuk - Arema Indonesia tidak ingin dipermak lagi oleh Jeonbuk Hyundai Motors dalam laga lanjutan Liga Champions Asia. Pelatih Miroslav Janu mengatakan "Singo Edan" bakal menerapkan strategi bertahan. Arema praktis sudah tersingkir dari Liga Champions Asia. Ahmad Bustomi dkk. terpuruk di peringkat terakhir Grup G dengan poin satu dari lima pertandingan. Pertandingan melawan tuan rumah Jeonbuk pada Selasa (10/5/2011) menjadi laga terakhir juara ISL musim lalu itu di pentas Asia musim ini. Di pertemuan pertama di Malang, Jeonbuk menang empat gol tanpa balas. Untuk menghindari kejadian serupa, pelatih Arema Miroslav Janu mengisyaratkan tim-nya bakal bermain bertahan. "Dalam laga kandang kami melawan Jeonbuk, kami bermain bagus di 20 menit pertama. Namun setelah kebobolan, kami kolaps. Permainan kami memang terus meningkat, namun pemain Jeonbuk sangat cepat dan berbahaya. Dalam laga nanti, kami akan bermain defensif," kata Janu seperti dikutip dari situs resmi asosiasi sepakbola Asia (AFC). Arema menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya di Grup G. Gawang tim yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan itu sudah bobol 16 kali dari lima pertandingan. Arema juga merupakan tim dengan jumlah gol paling sedikit di grup ini dengan dua gol. Meski begitu Jeonbuk tak memandang remeh wakil Indonesia. "Semua masih bisa terjadi di sepakbola dan kami harus fokus. Arema memiliki level permainan lebih tinggi dibanding Persipura Jayapura yang kami hadapi tahun lalu. Secara individu, para pemain Arema punya skill bagus dan persepakbolaan Indonesia tengah berkembang," kata pelatih Choi Kang-hee. ( nar / roz ) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com Redaksi: redaksi[at]detiksport.com Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Informasi Pemasangan Iklan: hubungi :
|
You are subscribed to email updates from detiksport To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 |
0 ulasan:
Catat Ulasan