ANTARA - Olahraga

sumber :-

ANTARA - Olahraga


Iran Lawan Berat Indonesia

Posted: 02 Aug 2011 01:15 AM PDT

Pemain pencetak gol ketiga bagi Indonesia, Nasuha (2), berebut bola dengan pemain Turkmenistan dalam laga leg kedua kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (28/7). (.ANTARA/Ismar Patrizki)

Berita Terkait

Video

Bandung (ANTARA News) - Mantan penyerang Persib dan Timnas PSSI tahun 1980-an, Bambang Sukowiyono, menyatakan bahwa Iran lawan terberat yang akan dihadapi tim nasional Indonesia di Grup E Pra Piala Dunia.

"Sejak dulu hingga saat ini kekuatan Iran paling konsisten dibandingkan Bahrain dan Qatar. Perlu kerja keras untuk mengatasi Iran karena Indonesia belum pernah menang lawan Iran," katanya ketika dimintai tanggapannya di Bandung, Selasa.

Sukowiyono merupakan salah satu pemain PSSI Rajawali yang pernah menjajal kekuatan timnas Iran pada 1980-an di Piala Kemerdekaan. Saat itu Suko dan kawan-kawan harus mengakui kehebatan Iran.

Menurut Suko, dari style permainan Iran dulu hingga saat ini relatif tidak ada perubahan. Bahkan dulu jumlah pemain yang berlaga di Liga Eropa lebih banyak dibanding saat ini.

"Perkembangan kekuatan dan karakter permainan Iran paling stabil, jelas harus kerja keras untuk mengatasi mereka," kata Sukowiyono.

Sedangkan terkait kekuatan dua tim lainnya, Bahrain dan Qatar, menurut dia peluang Indonesia fifty-fifty. Indonesia termasuk negara yang punya pengalaman cukup bertemu melawan Qatar dan Bahrain baik di tingkat senior maupun yunior.

Kans melawan Qatar dan Bahrain fifty-fifty, namun tetap perlu meningkatkan performance agar lebih baik dibanding pertandingan di babak sebelumnya.Turkmenistan.

"Saya yakin performance tim PSSI bisa lebih baik lagi. Pertandingan lawan Turkmenistan saya kira masih 80 persen, bisa ditingkatkan lagi," kata Sukowiyono.

Terkait pemanggilan empat pemain baru, Sukowiyono tepat dan itu wewenang dari pelatih. Pada kesempatan itu Sukowiyono menyebutkan fisik pemain merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi menjelang pertandingan fase grup itu.

"Stamina dan fisik pemain jelas menjadi fokus bagi Timnas PSSI, hasil lawan Turkmenistan perlu dievaluasi dan banyak memberikan masukan untuk pembenahan tim," kata Sukowiyono menambahkan.

(S033/S019)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

Kontrak Pemain Arema Dilakukan Setelah Ada Pelatih Baru

Posted: 02 Aug 2011 12:50 AM PDT

Arema Indonesia (ANTARANews/Ardika)

Berita Terkait

Malang (ANTARA News) - Kontrak para pemain Arema Indonesia yang sudah habis sejak 31 Juli akan dilakukan kembali setelah penunjukan pelatih baru, kata Pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara, Selasa.

Abriadi mengatakan, pihak manajemen tidak membiarkan masalah kontrak pemain tersebut berlarut-larut, dan akan segera menyelesaikan permasalahan yang ada dalam tubuh tim, termasuk seluruh permasalahan kontrak pemain.

Abriadi mengaku, pihaknya juga sudah mempunyai nama-nama pemain yang layak dipertahankan, namun manajemen berencana bekerjasama dengan pelatih baru tersebut untuk menentukan komposisi yang tepat.

"Dari data kami musim lalu, memang sudah ada nama pemain-pemain yang layak dipertahankan, namun manajemen akan berkoordinasi dengan pelatih terpilih nantinya," kata Abdiadi.

Abriadi menjelaskan, masalah kontrak lanjutan para pemain Arema, juga bergantung dari format kompetisi mendatang, sebab format kompetisi hingga saat ini masih belum pasti.

"Memang ada kaitannya karena nanti kita juga melihat jadwal kompetisi, sebab jika kompetisi baru tersebut dilaksanakan pada Januari tahun depan, maka tidak mungkin manajemen akan mengkontrak pemain saat ini," katanya.

Sebelumnya, sejumlah pemain Arema yang masa kontraknya habis mengaku masih menunggu keputusan manajemen hingga satu minggu kedepan.

Salah satu pemain belakang Arema, Purwaka Yudhi, mengatakan, dirinya masih memberikan batas toleransi kepada Manajemen Arema hingga seminggu kedepan.

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen