KOMPASbola

sumber :-

KOMPASbola


Pelatih Persib Hanya Ingin Pemain Asia Kelas Satu

Posted: 22 Sep 2011 05:54 PM PDT

BANDUNG, KOMPAS.com - Persib Bandung saat ini tengah memburu satu pemain lagi untuk mengisi kuota pemain asing asal Asia yang masih tersisa. Namun, Pelatih Persib, Drago Mamic,  hanya menginginkan pemain Asia yang termasuk kategori kelas satu.

Sejauh ini, Persib sudah memiliki tiga pemain asing, yaitu Abanda Herman (Kamerun), Miljan Radovic dan Zdravko Dragicevic (Montenegro). Berdasarkan peraturan PSSI yang baru, setiap klub hanya diperbolehkan merekrut tiga pemain asing non-Asia dan satu pemain asing Asia.

"Kalau bukan pemain kelas satu, saya tidak akan memaksakan diri untuk mengambilnya," kata Drago usai memimpin sesi latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (22/9/2011), seperti dilansir Persib.co.id.

Drago kemudian menyatakan, saat ini timnya butuh pemain tambahan di lini belakang. Persib tak memiliki banyak stok defender yang berpengalaman. Praktis, hanya Abanda dan Maman Abdurahman yang punya pengalaman dan jam terbang tinggi.

"Kalau Maman dan Abanda cedera, (lini pertahanan) bisa gawat. Memang kita punya para pemain muda, tapi mereka masih perlu banyak belajar," ujar Drago.

Pelatih asal Kroasia ini juga mengungkapkan, Abanda yang selama ini menjadi andalan di lini pertahanan, suatu saat bisa diplot menjadi seorang striker. "Abanda bisa jadi striker. Selain posturnya yang tinggi, teknik bermain bolanya juga bagus," tuturnya.

Wim Bantah Sebut Timnas seperti Pecundang

Posted: 22 Sep 2011 05:02 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Timnas Indonesia Wim Rijsbergen membantah telah menyebut Bambang Pamungkas dan kawan-kawan berlagak layaknya seorang diva dan mudah menyerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Timnas Bob Hippy setelah melakukan kontak dengan Wim yang kini masih berada di Belanda. "Tadi saya sudah kontak beliau dan Wim bersumpah tidak pernah bicara apapun soal timnas," ujarnya di Hotel Kempinsky, Kamis (22/9/2011).

"Buat saya selama ini tidak ada yang mengganggu," imbuh Bob menirukan pernyataan Wim melalui sambungan telepon.

Kritik pedas Wim terhadap para pemain timnas itu disebut-sebut sebagai sumber keretakan dalam timnas. Seperti diungkapkan harian de Pers di Belanda, hingga kini Wim masih geram atas perilaku anak asuhnya yang seperti pecundang.

"Para pemain berlagak seperti diva yang cepat sekali menyerah," kata Wim seperti dikutip de Pers dan disarikan oleh Radio Nederland.

De Pers juga menyebutkan bahwa konflik antara Wim dan pemain sejatinya telah terjadi saat Indonesia terbang ke Teheran guna melawan Iran di laga pertama grup E Pra-Piala Dunia 2014, (2/9/2011).

"Mereka (PSSI) menaruh harapan tinggi pada saya, tapi saya dikasih seleksi pemain yang tidak fit. Ketika saya harus mengayomi anak-anak ini lima hari menjelang pertandingan penting, mereka sudah berminggu-minggu tidak latihan. Pada pertandingan berikut, ada pemain unggulan pergi, terkait masalah pribadi. Konyol. Sebenarnya dia malas berangkat ke Teheran. Setelah itu, dua pemain lain hengkang, itu saja," tulis wartawan de Pers yang mengaku sempat menghubungi Wim saat ia berada di Belanda.

Buruknya sikap professional yang diperlihatkan pemain timnas pun menjadi salah satu yang membuat Wim geram. Wim antara lain mengeluhkan keterlambatan para pemain dalam berlatih, bahkan ada pemain yang terlambat hingga empat hari. Satu hal lain yang menjadi masalah bagi Wim, tulis de Pers, adalah perbedaan karakter antara dirinya dan pemain.

"Mereka susah sekali menerima kebenaran. Saya sangat terbuka kepada pemain saya. Saya berusaha supaya permainan mereka lebih baik. Bahwa mereka kemudian marah dan mogok, itu sangat mengecewakan," kata Rijsbergen.

Kemarahan Wim, yang diluapkan melalui perkataan pedas di ruang ganti, itu membuat sejumlah pemain menolak bekerja sama dengan pelatih asal Belanda tersebut. Suasana makin panas tatkala tiga pemain senior timnas bertemu dengan mantan pelatih timnas, Alfred Riedl, sehari setelah kekalahan dari Bahrain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan