detikcom

sumber :-

detikcom


PSMS Ditawarkan Merger dengan Bintang Medan

Posted: 07 Apr 2011 10:15 AM PDT

Jumat, 08/04/2011 00:15 WIB

PSMS Ditawarkan Merger dengan Bintang Medan
Rossi Finza Noor - detiksport


Medan - Penghentian dana APBD untuk klub mulai tahun 2012 disambut positif oleh PSMS Medan. Jalan keluar lain pun muncul ketika Bintang Medan memberikan ajakan untuk merger.

Salah satu hal yang melatari dihentikannya kucuran dana APBD adalah rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK) menemukan indikasi pelanggaran dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama beberapa tahun yang dikucurkan pemerintah-pemerintah daerah ke klub-klub sepakbola. KPK menilai hal ini sangat berpotensi terjadi praktik korupsi.

Menimbang kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyatakan akan menghentikan alokasi anggaran APBD ke tim sepakbola PSMS melalui KONI Medan. Namun, penghentian dana APDN itu akan dilakukan setelah tercapainya kesepakatan bersama KPK dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), untuk menyetop APBD ke klub sepakbola melalui pemerintah daerah kabupaten/kota.

Wakil Walikota Medan, yang juga Ketua Umum PSMS Medan, Dzulmi Eldin, menegaskan dukungannya dan Pemko Medan akan memberlakukan itu menunggu keputusan resmi dari Mendagri.

"Kita akan sesuaikan dengan keputusan atau arahan dari Mendagri itu sesuai keputusan bersama yang disampaikan dengan KPK," Eldin menjelaskan dalam rilis yang diterima detikSport.

"Sekarang ini, bukan berbicara mau ke mana di bawa. Tapi ini aturan dan harus dilaksanakan. Kita memang dapat memahami bersama manajemen klub sepakbola di Indonesia atau di daerah itu seperti apa. Tapi daripada menjadi temuan, lebih baik kita stop. Kita siap menyetop bantuan APBD Pemko Medan yang setiap tahunnya diberikan ke PSMS mulai 2012 nanti, jika memang itu ditegaskan dalam peraturan atau keputusan Mendagri," lanjutnya.

Menanggapi itu, Vice President Liga Primer Indonesia (LPI) Region Sumatera dan Aceh, Avian Tumengkol, menilai bahwa langkah yang diambil pihak Pemko Medan untuk menghentikan bantuan APBD ke PSMS sudah tepat. Avian juga menuturkan, salah satu langkah berikut yang bisa diambil oleh pihak Pemko Medan atau PSMS, adalah untuk merger dengan Bintang Medan FC yang saat ini berlaga di LPI.

"Khususnya bagi PSMS Medan. Saya yakin kejayaan PSMS akan kembali bangkit dan bersuara di persepakbolaan nasional kita seperti dulu. Dan untuk mensukseskan ini, kita harus bersama-sama mencari solusi terbaik," tegas Avian.

( roz / arp )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.

Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
  • Yuyi di yuyi[at]detik.com, telepon 021-7941177 (ext.522) atau,
  • Rafika di rafika[at]detik.com, telepon 021-7941177 (ext.506).
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Penolakan Penalti Memotivasi Lampard

Posted: 07 Apr 2011 10:05 AM PDT

Jumat, 08/04/2011 00:05 WIB

Penolakan Penalti Memotivasi Lampard
Arya Perdhana - detiksport


London - Frank Lampard mengklaim Chelsea harusnya dapat penalti saat menghadapi Manchester United. Tapi keputusan wasit yang menolak memberi penalti membuat Lampard termotivasi.

Di akhir-akhir laga Chelsea vs MU yang merupakan pertandingan pertama perempatfinal Liga Champions, terjadi pelanggaran oleh Patrice Evra kepada Ramires. Klaim penalti para pemain The Blues ditepis wasit Antonio Undiano Malenco.

"Saya tidak percaya dia (wasit) tidak memberikannya. Itu jelas. Semua orang di stadion melihatnya," klaim Lampard kesal seperti yang dikutip SkySports.

"Semua orang tahu bahwa itu adalah penalti, tetapi dia tidak memberikannya. Sesederhana itu," timpal pemain yang mencatatkan penampilan nomor 500 buat Chelsea malam itu.

Evra memang terlihat menjegal Ramires. Namun dalam tayangan ulang di televisi, tampaknya jegalan Evra dilakukan sedikit di luar kotak penalti. Namun wasit tetap menganggap tidak ada pelanggaran.

Lampard tidak mau terus-terusan larut dalam rasa kecewa. Dengan Chelsea cuma kalah 0-1, pemain 32 tahun itu yakin 'Si Biru' masih punya peluang untuk lolos dalam laga leg kedua di Old Trafford, tengah pekan depan.

"Kami tidak boleh terus-terusan memikirkan itu secara berlebihan karena itu adalah pikiran yang negatif. Kami akan menggunakannya sebagai motivasi," tekad Lampard.

"Kami tahu kami bisa menang di sana, tapi jelas, hal itu akan lebih sulit," tutupnya.

( arp / krs )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.

Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
  • Yuyi di yuyi[at]detik.com, telepon 021-7941177 (ext.522) atau,
  • Rafika di rafika[at]detik.com, telepon 021-7941177 (ext.506).
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen