KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Fukushima, Pemimpin Balapan Tour de Brunei

Posted: 11 Sep 2011 03:17 PM PDT

Tour de Brunei Etape 5

Fukushima, Pemimpin Balapan Tour de Brunei

Helena Fransisca Nababan | Robert Adhi Ksp | Minggu, 11 September 2011 | 22:17 WIB

AP PHOTO/ALESSANDRO TROVATI

Ilustrasi

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah empat hari memimpin balapan, di etape terakhir Tour de Brunei 2011, Minggu (11/9), Muhamad Adiq Husainie Othman (Malaysia) dari tim nasional Malaysia akhirnya tersingkirkan.

Shinichi Fukushima (Jepang), pebalap tim Terengganu Pro-Asia Cycling menggusur Othman dan menjadi pemimpin balapan, serta berhak mengenakan kaus kuning tanda pebalap tercepat.

Di etape kelima sejauh 146,5 kilometer, rute bermula dan berakhir di Bandar Seri Begawan. Etape penutup Tour de Brunei tersebut melombakan nomor sircuit race yang dipenuhi tanjakan.

Pebalap Indonesia yang memperkuat tim Australia, Eddy Hollands Cycling (EDH), Heksa Priya Prasetya berakhir dengan posisi kedua klasifikasi poin. "Heksa tidak merebut poin sprint di etape terakhir hari ini," ujar Puspita Mustika Adya, ofisial tim EDH dari Brunei Darussalam.

Pebalap Terengganu Pro-Asia Cycling Mohamed Harrif Salleh kembali menjadi pemuncak klasifikasi poin. Adapun raja tanjakan direbut pebalap Filipina, Lloyd Lucien Reynante dari tim 711 RTS Racing.

"Pebalap kita meski bergabung dengan tim luar negeri, masih kalah matang baik taktik ataupun strategi membalapnya," imbuh Puspita yang juga mantan pebalap nasional ini.

Di SEA Games XXVI/2011, Puspita berujar, melihat persaingan tim-tim nasional negara-negara Asia Tenggara yang mengikuti Tour de Brunei 2011, tim nasional road race Indonesia harus waspada. "Tim-tim nasional Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina amat siap baik fisik, taktik, juga strategi," ujar Puspita.

Rudisha Baru Catat Rekor Musim Ini

Posted: 11 Sep 2011 03:10 PM PDT

Atletik

Rudisha Baru Catat Rekor Musim Ini

Korano Nicolas LMS | Robert Adhi Ksp | Minggu, 11 September 2011 | 22:10 WIB

KOMPAS/DANU KUSWORO

Ilustrasi

RIETI, KOMPAS.com - David Rudisha pemegang rekor dunia 800 meter mampu membuat rekor dunia, di kejuaraan Rieti IAAF World Challenge Meeting yang berlangsung Sabtu (10/9) waktu Rieti, Italia.

Sekali pun keluar sebagai juara pertama, tetapi catatan waktu Rudisha yang berasal dari Kenya itu, kali ini hanya mencapai 1 menit dan 41,33 detik atau lebih lambat 0,32 detik dari rekor dunianya. Sebab rekor dunianya yang dibuat pada 29 Agustus 2010 lalu, sudah mencapai 1 menit dan 41,01 detik.

"Sebenarnya langkahnya sudah baik. Hanya sedikit terlalu cepat pada 400 meter atau 600 meter menjelang finis. Jadi tidak ada masalah dengan kondisi, karena ada waktu istirahat usai Kejuaraan Dunia Atletik di Daegu, Korea Selatan, 27 Agustus hingga 4 September lalu," tegasnya.

Bahkan, lanjutnya, "Saya juga sudah berencana untuk kembali mengikuti kejuaraan di Brussel, 16 September ini, serta di Milano, 18 September-nya. Tentunya bergantung pada kesiapan fisik saya saja," kata Rudisha. Dengan 1 menit dan 41,33 detik tersebut, berarti Rudisha yang merupakan atlet terbaik 2010 IAAF tersebut, hanya mampu membuat rekor musim ini saja.

Juara dua kejuaraan Rieti IAAF World Challenge Meeting yang berlangsung sehari itu, yakni juara Indoor Eropa asal Polandia, Adam Kszczot yang mencapai finis dengan waktu 1 menit dan 43,30 detik. Sedangkan juara tiganya yakni Mohammed Aman dari Ethiopia yang masuk finis dengan waktu 1 menit dan 43.37 detik. (AP/NIC)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen