Sindikasi sport.okezone.com

sumber :-

Sindikasi sport.okezone.com


Tragedi Simoncelli Tak Buat Rossi Pensiun

Posted: 24 Oct 2011 03:38 AM PDT

A. Firdaus - Okezone

SEPANG - Mantan Manajer Yamaha, Davide Brivio mengatakan tragedi Marco Simoncelli akan menimbulkan efek bagi para pembalap lainnya. Termasuk dalam diri pembalap Ducati, Valentino Rossi.
 
Rossi merupakan salah satu dari ketiga pembalap yang terlibat dari kecelakaan itu. Kendati lolos dari kecelakaan maut tersebut, dalam tayangan ulang terlihat motor Rossi sempat mengenai tubuh Simoncelli. Pascakejadian itu, Rossi sangat terpukul dan mengalami trauma mendalam.
 
Banyak sepkulasi yang mengatakan Rossi akan segera pension dengan apa yang dialaminya kemarin. Publik bahkan menilai kalau juara dunia tujuh kali itu akan pensiun dari dunia MotoGP musim ini.
 
Tapi Brivio yakin dan berupaya menepis semua spekulasi yang menyatakan Rossi akan secepatnya pensiun. Lewat akun Twitternya, dia mengatakan bahwa tidak dibenarkan Rossi akan pension setelah kecelakaan yang menewaskan Simoncelli itu.
 
"Banyak yang bertanya apakah Valentino Rossi akan berhenti membalap. Sebenarnya ini tidak benar dan saya menyesal saya harus menjelaskannya," ujar Brivio seperti disitat Autosports, Senin (24/10/2011).
 
Meski begitu, Rossi sangat kehilangan Simoncelli. Itu digambarkan lewat akun twitternya, di situ Rossi menganggap Simoncelli sebagai adiknya dan dia tidak percaya kejadian itu, dia akan selalu merindukannya.
(fit)

Full content generated by Get Full RSS.

Duo Ikon Inter pun Berduka

Posted: 24 Oct 2011 02:59 AM PDT

MILAN – Duka mendalam atas kepergian Marco Simoncelli tidak hanya dirasakan oleh sesama para pembalap. Atmosfer kesedihan pun melanda lapangan hijau. Dua ikon Inter Milan, Kapten Javier Zanetti dan Pelatih Claudio Ranieri secara terbuka menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Simoncelli.
 
Ya, kematian Super Sic memang menyimpan duka bagi seluruh masyarakat Italia. Saking sedihnya, semua pemain yang tampil di laga Serie-A di akhir pekan kemarin menyempatkan waktu untuk mengheningkan cipta sebelum memulai laga sebagai tanda penghormatan untuk Marco Simoncelli.
 
"Ini sebuah tragedi," kata Zanetti dikutip Football Italia, Senin (24/10/2011). Melihat insiden yang merenggut nyawa Simoncelli, pemain asal Argentina itu tidak bisa melukiskan dengan kata-kata. "Tidak ada kata lain yang bisa mendeskripsikan apa yang terjadi," sambungnya.
 
Masih menurut Zanetti, Simoncelli merupakan juara sejati yang berpotensi meraih juara dunia. Sayang, takdir telah menggariskan hidupnya berakhir di sirkuit Sepang.
 
"Simoncelli seorang juara dan dia akan terus melanjutkannya menjadi salah satu yang teratas. Sekarang, pikiran saya tertuju pada keluarga dan teman-temannya. Dengan segenap hati, saya berbagi rasa kehilangan dengan Anda," tutur Zanetti dengan nada lirih.
 
Allenatore Inter Milan, Claudio Ranieri pun tidak bisa menutupi kehilangan mendalamnya atas kepergian yang terlalu dini Simoncelli pergi di usia yang masih sangat dini. "Saya pernah bertemu dengannya 15 sampai 16 bulan lalu di pertandingan amal. Dia duduk di samping saya, berbicara terus menurus, dan dia memiliki pesona luar biasa," kenang Ranieri.
 
"Hari ini saya merasa ngeri. Dia selalu memiliki senyum di wajahnya, selalu siap dengan leluconnya, khas orang Romagna. Ini tragedi yang benar-benar signifikan," tuntas Zanetti.
(edo)

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan