Republika Online

sumber :-

Republika Online


Sepang Pasang Plakat Kenang Simoncelli

Posted: 16 Oct 2012 02:20 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR-Untuk mengenang pembalap MotoGP Marco Simoncelli yang mengalami kecelakaan hingga tewas di sirkuit Sepang, Malaysia pada musim lalu, pihak penyelenggara MotoGp di sirkuit Sepang akan memasang plakat untuk menggenang pembalap nyetrik asal Italia tersebut.

Demikian diungkapkan pihak penyelenggara MotoGP Sepang, Malaysia. ''Plakat perak akan dipasang di tikungan sebelas untuk mengenang Simoncelli,'' kata CEO Sepang International Circuit (SIC), Malaysia, Razlan Razali seperti dilansir AFP, Selasa (16/10).

Menurut Razali, para pebalap MotoGP akan berkumpul bersama untuk memasang plakat demi mengenang Simoncelli di Sirkuit Sepang, Malaysia. Para pebalap MotoGp dan ofisial tim akan berkumpul di tikungan sebelas pada Kamis (18/10).

Tikungan itu merupakan tempat Simoncelli mengalami lepas kendali atas sepeda motornya.Insiden tragis terjadi saat pengendara tim Honda berumur 24 tahun itu terjatuh dan masuk ke area lintasan Colin Edwards dan Valentino Rossi yang akhirnya menabraknya.

Simoncelli dianggap sebagai bintang pendatang baru MotoGP terbentur oleh kedua pebalap itu hingga helmnya terlepas.Razali juga mengatakan sebuah tropi baru "Marco Simoncelli rookie of the year" telah dipersiapkan untuk diresmikan pada Sabtu, (20/10).

SIC akan memberikan penghargaan piala pendatang terbaik dalam kelas MotoGP pada akhir balapan di Valencia (11/11).Sirkuit Sepang akan menjadi tempat Grand Prix (GP) Malaysia pada Ahad (21/10). Ajang balapan MotoGp di sirkuti Sepang itu, merupakan putaran ke-16 dari 18 rangkaian MotoGP yang dipertandingkan.

Icuk Siap Lapor ke Badan Abritase Internasional

Posted: 16 Oct 2012 08:09 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA. Icuk Sugiarto berencana melaporkan dugaan pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) XXI ke Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS). Langkah itu diambilnya jika menemui kebuntuan di Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) dan Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI).

Icuk yang dikalahkan Gita Wirjawan dalam pemilihan Ketua Umum PBSI periode 2012-2016 mengatakan dirinya bisa saja melaporkan dugaan pelanggaran yang ada dalam Munas PBSI ke XXI lalu karena telah melanggar semangat sportivitas dan Olimpiade.

"Kasus ini bisa saya laporkan ke badan internasional karena melanggar sportivitas dan semangat piagam Olimpiade. Saya bisa melaporkan ke CAS melalui KOI (Komite Olimpiade Indonesia)," kata Icuk usai menjalani sidang mediasi kali kedua di BAORI, Jakarta, Selasa (16/10).

Sebagai salah satu induk organisasi di tanah air, ujar Icuk, PBSI seharusnya memberikan teladan kepengurusan organisasi olahraga. Sebaliknya dengan adanya kasus seperti ini justru akan menjadi contoh buruk, kata Icuk.

"Jadi saya optimis dengan tindakan saya ini. Karena saya ingin membangun dunia olahraga, kalau ada yang salah jangan dibiarkan," papar mantan legenda bulutangkis era 80an ini.

Di kesempatan yang sama, Kuasa Hukum Icuk Sugiarto, Zuchli Imran Putra, menambahkan alibi pengurus besar PBSI yang mengklaim terpilihnya Gita Wirjawan karena persetujuan peserta munas tidak sesuai mekanisme. Bahkan, ia menilai Gita terpilih karena sudah ditetapkan.  "Pak Gita itu bukan terpilih tapi ditetapkan," lugas Zuchli.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen