KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Petenis Pakistan Ingin Berdamai

Posted: 14 Apr 2011 03:16 PM PDT

Petenis Pakistan Ingin Berdamai

A. Tjahjo Sasongko | A. Tjahjo Sasongko | Kamis, 14 April 2011 | 22:16 WIB

KARACHI, KOMPAS.com — Bintang tenis Pakistan, Aisam Ul-Haq Qureshi, ingin memprakarsai pertandingan tenis untuk mengakhiri pertikaian antara negaranya dan India.

Qureshi yang berpasangan dengan pemain India, Rohan Bopanna, kini menempati peringkat ke-17 dunia. Tahun lalu, mereka membuat kejutaan dengan lolos ke babak final turnamen Grand Slam AS Terbuka.

Pemain Pakistan ini telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani untuk mendukungnya memprakarsai perdamaian kedua negara melalui tenis.

Usai AS Terbuka, Bopanna dan Qureshi melontarkan ide untuk mengadakan pertandingan tenis antara pemain kedua negara dengan net yang terbentang di perbatasan India dan Pakistan.

Hubungan  diplomatik India dan Pakistan putus menyusul serangan di Mumbai pada November 2008 yang membawa korban 166 jiwa. India menuduh Pakistan berada di belakang kelompok yang melakukan teror di Mumbai tersebut.

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Sintang Boyong Dua Piala Taufik Hidayat

Posted: 14 Apr 2011 02:53 PM PDT

PONTIANAK, KOMPAS.com — Kabupaten Sintang patut berbangga dengan kemenangan atletnya pada babak final kelompok beregu turnamen MILO School Competition yang berlangsung di GOR Pangsuma, Pontianak, Kamis (14/4/2011).

Pasalnya, Kabupaten Sintang lewat kategori SD beregu putra dan SMP beregu putri mampu memboyong Piala Taufik Hidayat.

Untuk kelompok SD beregu putra, SD MIN Sintang berhasil menundukkan SD 01 Pinyuh dengan skor 2-0. Pada kelompok SMP beregu putri, SMPN 1 Sintang berhasil mengalahkan SMPN 7 Mega Timur dengan skor 2-0. Kemenangan ini tentu membawa kebahagiaan tersendiri bagi Kabupaten Sintang yang sudah bersusah payah datang ke Kota Pontianak ikut meramaikan MILO School Competition.

Sabran, pembina atlet Kabupaten Sintang, mengungkapkan, sebenarnya dua kemenangan itu di luar prediksi awal. Saat berangkat menuju Kota Pontianak yang jaraknya 400 kilometer dari Sintang, pihaknya hanya memperkirakan 12 atlet yang dibawanya bisa masuk sampai babak akhir. Namun kenyataannya, justru dua piala Taufik Hidayat bisa dibawa pulang ke Sintang.

"Ini menunjukkan adanya kekompakan tim atlet dan bisa menutupi kekurangan satu dengan lainnya. Sekaligus ini buah manis dari hasil perjuangan anak-anak yang selama seminggu ini terpaksa tinggal di Kota Pontianak," kata Sabran.

Sementara itu, Selly Yunita Pratiwi, siswi SMPN 1 Sintang, juga mengaku senang dapat meraih Piala Taufik Hidayat bagi regunya. "Aku sama teman-teman hanya berpikir datang di sini bertanding saja. Kalau soal menang atau kalah, itu nomor kesekian seperti yang ditanamkan pembina aku. Kalau sekarang untuk beregu bisa menang, itu perlu disyukuri," ujar Selly.

Sementara untuk kategori perorangan tunggal putri SMP, Selly menargetkan bisa juara. "Dorongan orangtua, sekolah, dan pembina sangat berarti bagi aku. Mereka berharap aku bisa menang. Otomatis, aku juga harus berusaha keras hingga pertandingan usai," kata Selly yang mengaku enjoy saja selama tinggal di Kota Pontianak.

Pada babak final kelompok beregu, Kamis, selain SD MIN Sintang dan SMPN 1 Sintang yang berhasil memboyong Piala Taufik Hidayat, yakni di kelompok beregu putri SD, SD 24 Pontianak Tenggara dengan mengalahkan SD 10 Siantan dengan skor 2-0, dan SMP 21 Pontianak setelah mengalahkan SMP 11 Pontianak dengan skor 2-0.

Pada babak penyisihan nomor perorangan kemarin, di kategori SMP tunggal putri, Widya dari SMP 2 Pontianak mengalahkan Annisa dari SMP Mujahidin dengan skor 21-2, 21-3. Sedangkan kategori ganda putri SMP, Selly Yunita Pratiwi/Novita Sari dari SMP 1 Sintang berhasil menang WO setelah Diana/Rully dari SMP Bhayangkari tidak bisa hadir di lapangan. (/*)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen