Republika Online

sumber :-

Republika Online


Webber: Insiden Australia tak Akan Terulang

Posted: 07 Apr 2011 04:22 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,SEPANG - Mark Webber, pebalap Red Bull Racing, yakin kejadian seri GP Australia tidak akan terulang di seri GP Malaysia pada Ahad (10/4) mendatang. Webber mengaku sudah melupakan kejadian GP Australia pekan lalu.

Webber hanya mampu finis posisi kelima pada seri GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, pekan lalu. Dia tertinggal 38,171 detik dari rekan setimnya, Sebastian Vettel, yang keluar sebagai juaranya dengan catatan waktu 1:29:30,259.

Namun selepas balapan, ada isu yang menyebutkan bahwa Webber mendapat spesifikasi mobil yang membuatnya tidak bisa bersaing dengan Vettel secara fair. Vettel sebaliknya mendapat spesifikasi khusus yang membuat mobilnya lebih kencang dari mobil Webber.

Meskipun enggan untuk menjelaskan tentang apa yang sesungguhnya terjadi di Melbourne, Webber memastikan persaingan GP Malaysia akan berlangsung lebih baik.

''Beberapa isu muncul setelah balapan yang sama sekali tidak membantu memperbaiki situasi,'' kata Webber. ''Kami tidak akan masuk ke dalam isu tersebut. Saya tidak akan membuat makan dari apa yang terjadi di Melbourne. Jadi, mari kita bicara tentang Malaysia.''

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Saat Akan Bertarung, Petinju Wanita Ditembak Ayah Tirinya

Posted: 07 Apr 2011 03:48 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,BERLIN - Seorang petinju wanita tak terkalahkan dari Jerman ditembak di kamar gantinya oleh ayah tirinya sebelum pertarungan perebutan gelar. Ayah tirinya itu meninggalkannya dalam kondisi luka-luka pada lutut dan kaki tangannya.

Rola El-Halabi, nama petinju wanita tersebut, ditembak dari jarak dekat oleh ayah tirinya yang pernah menjadi manajernya. Luka-luka tembak tersebut tidak mengancam jiwanya, tetapi bisa membahayakan kariernya.

El-Halabi saat itu sedang menunggu pertarungan lawan Irma Balijagic Adler dari Bosnia untuk memperebutkan gelar IBF kelas ringan yang kosong.  Ayah tirinya (44) tiba-tiba masuk ke ruang ganti dan menembak Rola.

Dia juga menembak dua penjaga keamanan sebelum dia akhirnya ditangkap. Polisi Berlin menyebutkan ketiga korban dilarikan ke rumah sakit untuk operasi.

Surat kabar Bild mengidentifikasi pria bersenjata itu sebagai Roy El-Halabi. Bild juga melaporkan bahwa 800 penonton langsung dievakuasi dari arena.

"Ayah bergegas ke ruangan," cerita Rola El-Halabi. "Dia mengancam kami dengan pistol di tangannya dan berteriak ''Semua keluar!''. Dia kemudian menembak tangan saya dari jarak tiga meter. Aku menangis dan berteriak."

Bild melaporkan bahwa El-Halabi berpisah dari ayah tirinya sebagai seorang manajer pada Januari. "Ketika punya masalah, saya dapat berbicara dengan dia tentang apa saja, kecuali tentang cowok," kata El-Halabi. "Itu tabu." El-Halabi memiliki rekor 11-0 dengan enam kemenangan KO.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen