KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Federer Menghibur, Berdych Tersingkir

Posted: 23 May 2011 02:59 PM PDT

PARIS, KOMPAS.com — Roger Federer melangkah ke babak kedua Perancis Terbuka berkat kemenangan straight set 6-3, 6-4, 7-6 atas petenis Spanyol, Feliciano Lopez, Senin (23/5/2011). Selanjutnya, juara Perancis Terbuka 2009 ini akan bertemu dengan petenis tuan rumah, Maxime Teixeira, untuk memperebutkan tiket babak 32 besar.

Federer tampil mengesankan sepanjang pertandingan, terutama di set kedua. Pasalnya, dia menunjukkan permainan yang menghibur saat melakukan overhead  dengan backhand.

Pemain asal Swiss ini lebih dulu mengejar dan mengembalikan drop shot Lopez, yang kemudian dikembalikan dengan lob. Sambil melompat, Federer berhasil menjangkau bola dengan pukulan backhand, yang membuat Lopez agak terkejut meskipun bisa menerimanya. Bola pengembalian yang agak tanggung itu membuat Federer dengan mudah melepaskan forehand keras menyusur garis. Aksi ini mendapat sambutan yang sangat meriah dari penonton.

Dengan demikian, peraih 16 gelar grand slam ini, yang merupakan unggulan ketiga, mengikuti jejak Novak Djokovic. Petenis Serbia itu, yang paling menjadi perhatian pada musim 2011 karena tak terkalahkan sejak awal tahun dan mencatat 38 kemenangan tanpa putus, menang mudah 6-2, 6-1, 6-3 atas pemain Belanda, Thiemo de Bakker.

Dari pertandingan lain, kejutan terjadi ketika unggulan keenam Tomas Berdych langsung tersingkir. Dia harus mengakui ketangguhan pemain tuan rumah yang lolos dari kualifikasi, Stephane Robert, yang menang 3-6, 3-6, 6-2, 6-2, 9-7. Berdych menjadi petenis unggulan 10 besar yang langsung angkat koper.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Giliran Edwards Kritik "Super Sic"

Posted: 23 May 2011 02:36 PM PDT

KOMPAS.com — Komentar tentang gaya balap yang sangat agresif dari pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli, di Sirkuit Le Mans, Perancis, 15 Mei, masih terus ada. Kini, giliran pebalap Amerika Serikat, Colin Edwards, yang memberikan komentar. Ia mengatakan, Simoncelli membalap terlalu agresif sehingga terjadi kecelakaan yang membuat pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, cedera patah tulang selangka kanan.

Dalam balapan seri keempat tersebut, Simoncelli dan Pedrosa terlibat pertarungan untuk memperebutkan posisi nomor dua. Pada lap ke-18, dua pebalap ini bersenggolan karena ketika Simoncelli berusaha menyalip dari sisi luar, ban depan Pedrosa menghantam bagian belakang motor "Si Jabrik" sehingga Pedrosa jatuh dan cedera—pekan lalu Pedrosa menjalani operasi untuk cedera baru ini sehingga siap menghadapi GP Barcelona pada 5 Juni.

Setelah itu, Simoncelli menjadi obyek kritik meskipun sebelum insiden ini pun Simoncelli sudah diperingati oleh beberapa rivalnya, termasuk Jorge Lorenzo. Kini giliran Edwards yang angkat bicara tentang gaya balap "Super Sic".

"Anda tidak bisa melakukan itu. Jika seseorang berada di sisi dalammu dan berada satu roda di depanmu dalam level ini, Anda tahu 100 persen bahwa jika kamu tidak mengerem dan menikung di depan mereka, mereka akan menabrak kamu," ujar Edwards kepada MCN.

"Saya jauh lebih tenang dari itu karena pasti tidak akan menempatkan diri dalam posisi di mana seseorang akan mengeluarkan saya dan mendorong pantatku keluar dari trek. Saya tidak ingin mencicipi tanah hanya karena mencoba untuk membuktikan suatu hal."

Edwards juga sepakat dengan mantan rekannya di Yamaha, Valentino Rossi, yang mengatakan bahwa reputasi Simoncelli mungkin telah memengaruhi keputusan untuk memberikan penalti kepadanya. Hanya saja, Simoncelli terlalu agresif dalam balapan tersebut sehingga terjadi kecelakaan itu.

"Saya tidak berpikir pernah melihat seorang pebalap yang bisa meneruskan balapan untuk cara membalap yang kotor selama lomba. Saya tidak pernah memiliki masalah dengan Marco dan saya merasa nyaman membalap dengannya. Saya tidak punya kebencian dengannya, tetapi pada hari itu dia salah dan tampil tidak tenang."

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen