Republika Online

sumber :-

Republika Online


Menpora: CAS Bahas Gugatan Toisutta, Kongres PSSI Jalan Terus

Posted: 19 May 2011 01:08 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, mengatakan Kongres PSSI hendaknya tetap berlangsung sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Komite Normalisasi. Walaupun, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) masih berlangsung membahas gugatan George Toisutta terhadap FIFA.

"Selama belum ada keputusan dari sidang arbitrase Swiss, maka kongres tetap jalan. Begitu hasil dari sidang arbitrase tersebut ada hal-hal tertentu, maka kita lihat bagaimana hasil keputusan tersebut," kata Andi kepada wartawan di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (19/5).

Ia menjelaskan setelah ada hasil dari sidang arbitrase tersebut dan berpengaruh terhadap hasil kongres, baru kemudian dilakukan penelaahan yang tentunya sesuai dengan aturan PSSI dan FIFA.

Sementara salah satu kandidat ketua dan wakil ketua PSSI, Erwin Aksa, mengatakan bahwa kongres PSSI yang akan berlangsung tersebut hendaknya bisa menjadi salah satu upaya penyelesaian masalah di sepakbola nasional.

"Kongres harus menjadi jawaban dari persoalan kekisruhan di sepakbola. Termasuk persoalan sportifitas. Saya kira harus lihat kongres ini secara jernih," kata Erwin yang juga ditemui di Istana Presiden usai mengikuti kuliah umum yang diselenggarakan oleh Presiden. "Membangun persepakbolaan nasional itu harus secara sistematis dan terintegarasi. Harus meningkatkan pembinaan dan infrastruktur dan memperbanyak kompetisi yang berkualitas sehingga menciptakan pemain bertaraf internasional."

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Gugatan George Toisutta Ditulis dalam Bahasa Prancis

Posted: 19 May 2011 12:50 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo, mengatakan bahwa pengadilan CAS (Court of Arbitration of Sport) Kamis (19/5) ini akan menyidangkan gugatan George Toisutta terhadap FIFA. Patrick Mbaya, pengacara yang mewakili Kelompok 78 dan pasangan George Toisutta-Arifin Panigoro, sejak Rabu (18/5) sore kemarin sudah berada di Jakarta untuk memantau langsung perkembangan persidangan.

Patrick Mbaya melayangkan gugatan kelompok George dan Arifin dengan diberi judul dalam bahasa Prancis, yakni ''Requete d'appel au tribunal arbitral du Sport: avec demande de mesures conservatoires tres urgentes''. Dalam artian sederhana, judul tersebut tertulis ''Permohonan Banding ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga: Permintaan untuk Tindakan Sementara dengan Sangat Mendesak.''

FIFA sebenarnya agak kaget dan tidak menyangka bahwa pihak Indonesia akan memperkarakannya di CAS. Hal ini mengingat banyak pihak di Indonesia yang kurang familiar dengan sistem arbitrase olahraga yang dilaksnaakan di Lausanne. Apalagi, bahasa yang dipakai itu bahasa Prancis yang merupakan bahasa resmi kantor-kantor pemerintah di Swiss.

''Saya yakin CAS akan mengambil putusan yang terbaik dengan mempertimbangkan semua data dan fakta yang ada. Rasanya CAS tidak akan mengambil keputusan yang bertentangan dengan hukum sehingga merugikan kepentingan nasional Indonesia,'' kata Djoko Susilo.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan