KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Daud Yordan Targetkan Pukul KO Choi Sebelum Ronde 10

Posted: 31 Oct 2012 03:49 PM PDT

Daud Yordan Targetkan Pukul KO Choi Sebelum Ronde 10

Rabu, 31 Oktober 2012 | 22:49 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Juara dunia kelas bulu IBO, Daud Yordan, memasang target memukul KO lawannya, Choi Tseveenpurev, sebelum ronde ke-10. Daud akan ditantang petinju Inggris tersebut pada pertarungan perebutan gelar di Marina Bay Sands Singapura, 9 November 2012.

"Saya ingin secepatnya mengakhiri pertarungan itu dan saya berharap sebelum ronde ke-10 sudah bisa meng-KO Choi," kata petinju dengan rekor bertarung 29 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah itu, Rabu (31/10/2012).

Menurut petinju dari Sasana Kayong Utara tersebut, dirinya sudah tahu kelemahan dan kelebihan petinju kelahiran Ulan Bator (Mongolia) tersebut. Karenanya, dia sudah mempersiapkan strategi untuk memukul KO.

Kelemahan Choi, menurut Daud, adalah belum pernah menghadapi petinju yang memiliki kekuatan penuh atau powerfull  dan petinju yang agresif seperti dirinya.

"Dia akan kesulitan menghadapi gaya bertinju seperti saya. Saya akui dia itu merupakan petinju yang doyan pukulan tetapi lihat saja lawan saya nanti di Singapura," katanya menegaskan.

Meskipun demikian, Daud mewaspadai pukulan-pukulan Choi, karena petinju tersebut memiliki keunggulan dari sisi teknis yaitu merupakan petinju yang pantang menyerah.

Di samping itu, Choi merupakan petinju yang bagus karena pada usianya yang mencapai 41 tahun masih tetap eksis di kelas bulu yang memiliki ritme pertarungan yang kencang dan cepat.

"Kalau di dunia tinju, kelas bulu itu termasuk kelas kecil. Kalau di usia 41 tahun masih tetap eksis di kelas atas (berat) tentunya wajar tetapi ternyata di usia tersebut masih eksis di kelas bawah tentunya merupakan hal yang luar biasa," katanya.

Ketika ditanya perasaannya jelang laga ini, Daud mengaku sudah tak sabar menunggu. Dia ingin cepat mengakhiri perlawanan Choi.

"Saya sudah tidak sabar untuk segera bertarung dengan dia. Saya berharap bisa sebelum ronde ke-10 sudah bisa mengalahkan Choi," katanya.

Choi merupakan petinju kelahiran Ulan Bator, Mongolia, 41 tahun yang lalu dengan rekor bertarung 36 kali menang (24 di antaranya dengan KO) dan lima kali kalah.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Di Ducati, Dovizioso Tak Ingin Terpengaruh oleh Rossi

Posted: 31 Oct 2012 03:33 PM PDT

KOMPAS.com - Andrea Dovizioso akan segera mengakhiri kinerjanya bersama tim satelit Yamaha Tech 3 di arena MotoGP musim 2012. Tinggal satu seri lagi, yakni di Valencia pada 11 November mendatang, pebalap Italia itu akan beralih ke tim Ducati, yang sudah mengontraknya selama dua tahun.

Di tim Italia tersebut, Dovizioso akan menggantikan posisi Valentino Rossi, yang memutuskan untuk kembali bergabung dengan Yamaha. Selama dua musim bersama Ducati, Rossi menemui hambatan besar sehingga dia mengalami musim terburuk sepanjang kariernya yaitu tak pernah sekali pun menjadi juara.

Meskipun Rossi "gagal" di Ducati, Dovizioso tak khawatir. Mantan pebalap Repsol Honda ini tetap optimistis bisa mengubah arah peruntungan Ducati, dan dia tak mau terpengaruh oleh hasil yang sudah diraih "The Doctor".

"Ketika Rossi finis di posisi kedua di Misano, saya menyadari bahwa dia memiliki keuntungan di sana yang harus dicoba. Saya membayangkan itu. Saya tidak memikirkan tentang fakta bahwa Valentino lebih banyak gagal dibandingkan biasanya dengan Desmosedici, tetapi saya tidak akan terpengaruh dengan hasilnya," ujar Dovizioso usai GP Australia akhir pekan lalu.

"Saya pergi ke sana untuk meraih kesuksesan. Saya akan menjadi perangsang bagi tim. Tentu saja hal itu memerlukan waktu, tetapi dua tahun merupakan waktu yang panjang," tambah Dovizioso, yang finis di posisi keempat di Sirkuit Phillip Island itu.

Dovizioso pun membantah bahwa hanya rangsangan itu merupakan faktor utama dirinya bergabung. Diakuinya, uang juga menjadi hal penting atas pilihannya tersebut.

"Itu selalu membuat anda untuk mengambil sebuah keputusan. Uang memperlihatkan bagaimana sebuah rumah dipersiapkan untuk menginvestasi dan membuat anda meyakini proyek itu."

Mengenai keberhasilan Jorge Lorenzo menjadi juara dunia, Dovizioso mengakui bahwa rivalnya asal Spanyol tersebut pantas mendapatkannya. Karena, Lorenzo tak pernah gagal dalam sebuah lomba, sangat cepat, dan yang terpenting adalah konsisten.

Dovizioso dipastikan akan mengakhiri musim 2012 ini di posisi keempat. Dia tak mungkin bisa menggeser pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang memenangi GP Australia, karena tertinggal 30 poin, dan tak mungkin terkejar oleh rival terdekatnya, Alvaro Bautista, yang terpaut 43 angka.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi Ebo

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen