Republika Online

sumber :-

Republika Online


Piala Dunia Brasil Didesak Lebih Ramah Lingkungan

Posted: 10 Oct 2012 01:02 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Program Lingkungan PBB (UNEP) Selasa mendesak FIFA untuk menggelar Piala Dunia Brasil 2014 yang ramah lingkungan.

Suatu penelitian UNEP yang dikeluarkan di Brasilia, mengkaji pagelaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dan juga menyoroti pelajaran yang harus diketahui Brasil karena negara itu akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 dan Olimpiade musim panas Rio 2016.

"Investasi dalam pengelolaan lingkungan kurang memuaskan. Masalah ini perlu ditangani oleh FIFA," demikian menurut hasil penelitian UNEP.

"FIFA harus mempertimbangkan kompensasi jejak karbonnya sendiri dan mendorong para timpalannya untuk melakukan hal yang sama," tambah hasil penelitian tesebut.

Laporan UNEP itu diungkapkan saat para pejabat UNEP bertemu pekan ini dengan sejumlah perwakilan dari pemerintah Brasil, FIFA dan komite Olimpiade guna mempertimbangkan langkah-langkah nyata agar membuat dua event olahraga penting itu bisa ramah dan bersahabat pada lingkungan.

Brasil sudah berjanji untuk menggelar Piala Dunia yang pertama bagi mereka itu di semua stadion yang memiliki sertifikasi ramah lingkungan, ujar Claudio Langone, kordinator pembangunan berkesinambungan bagi Piala Dunia 2014.

Sertifikasi ini akan memfokuskan diri pada pemanfaatan kembali bahan yang sudah dihancurkan, efesiensi penerangan, pemakaian energi serta pengaturan air.

Peninjauan kembali UNEP itu menunjukkan bahwa jejak karbon pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan jauh lebih rendah daripada yang terproyeksi, "itu karena lebih sedikitnya penonton, sistem pooling mobil dan skema Parkir dan Kendarai, dan tahap efisiensi yang mengurangi pemakaian enerji hingga kira-kira 30 persen."

Pemain Muslim Newcastle Tolak Sponsor Perusahaan Riba

Posted: 09 Oct 2012 11:21 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE -- Kesepakatan Newcastle United dan Wonga tidak luput dari kontroversi. Empat pemain Muslimnya menolak mengenakan jersey berlogo sponsor Wonga karena perusahaan itu diduga perusahaan rentenir.

Dewan Muslim Inggris (MCB) berharap petinggi the Magpies bisa menghormati keinginan empat pemain Muslim Newcastle. Mereka meminta dispensasi tidak mengenakan jersey klub berlogo sponsor Wonga. Karena dalam hukum syariah, memberi atau menerima bunga sangat dilarang.

"Dengan asumsi empat pemain berada di lapangan pada saat yang sama, jika Anda memiliki tujuh dari 11 pemain (dengan sponsor di kaos mereka), Anda memiliki cakupan yang cukup (untuk promosi sponsor)," kata Asisten Sekjen MCB, Syaikh Ibrahim Mogra, seperti dikutip Guardian, Rabu (10/10).

Mogra mengatakan permintaan keempat pemain itu bukan permintaan yang terlalu banyak. Empat pemain itu adalah Demba Ba, Papiss Cisse, Cheik Tiote, Hatem Ben Arfa.

Wonga yang berbasis di London dan didirikan pada 2006 itu dikenal mampu menyediakan dana pinjaman secara kilat. Namun, muncul tuduhan terhadap Wonga yang diidentikkan sebagai perusahaan rentenir raksasa di Inggris.

Wonga yang memiliki cabang hingga ke Afrika Selatan itu dikenal memberikan suku bunga hingga 4,214 persen per tahun. Jumlah itu terbilang tinggi di Negeri Elizabeth.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen