Republika Online

sumber :-

Republika Online


Taufik Tersingkir di Babak Pertama All England

Posted: 09 Mar 2011 05:32 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ambisi Taufik Hidayat meraih gelar pertamanya di All England kandas. Pebulu tangkis nomor satu Indonesia ini disungkurkan tunggal putra nonunggulan dari Jepang, Kazushi Yamada, 21-10, 21-14, di babak pertama di National Indoor Arena, Birmingham, Kamis (10/3) dini hari WIB.

Taufik sudah mencicipi berbagai gelar bergengsi selama 13 karirnya di bulu tangkis, termasuk medali emas Olimpiade 2004 dan juara dunia 2005. Namun, pebulu tangkis asal Jawa Barat ini bernasib nahas bila berlaga di All England. Ini satu-satunya gelar yang belum pernah diraih Taufik. Pencapaian terbaik Taufik di turnamen yang berusia lebih dari 100 tahun ini hanya dua kali runner-up pada 1999, 2000.

Kali ini, Yamada (23) mengimbangi Taufik di permainan net. Smes-smes Yamada juga kerap mematikan Taufik. Kekalahan dari Yamada merupakan yang kedua bagi Taufik. Pada pertemuan pertama di Swis Terbuka tahun lalu, Taufik kalah 21-15, 21-12.

Gugurnya Taufik membuat Indonesia hanya bergantung pada Dionysius Hayom Rumbaka di tunggal putra. Ia mengalahkan Ajay Jayaram dari India, 21-17, 21-19. Sebelumnya, Simon Santoso dijungkalkan pebulu tangkis Thailand, Boonsak Ponsana, 21-19, 21-15, dan Sony Dwi Kuncoro dikalahkan Bao Chunlai (Cina), 21-10, 21-6.

Namun, Hayom harus langsung menghadapi jagoan bulu tangkis dari Cina, Lin Dan, di babak kedua, Jumat (10/3) dini hari WIB. "Lawan Lin Dan, target saya bisa menahan saja dulu," kata dia.

Di nomor lain, Indonesia hanya menyisakan empat wakil di putaran kedua. Mereka adalah Markis Kido/Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan/Bona Septano (ganda putra); Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir (nomor campuran); serta Hendra yang turun di nomor campuran bersama pebulu tangkis Rusia, Anastasia Russkikh. 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Aspac Berjuang Keras Raih Tiket Semifinal

Posted: 09 Mar 2011 02:40 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Dell Aspac Jakarta harus berjuang keras untuk memastikan tiket semifinal Liga Basket Nasional 2011, setelah mengalahkan tim sekota Stadium dengan skor tipis 71-65 di DBL Arena Surabaya, Rabu malam. Pada laga semifinal yang dimainkan Jumat (11/3), Aspac akan menantang tim tangguh Satria Muda Britama yang sebelumnya menang telak 86-53 atas Muba Hangtuah IM Sumsel.

Laga Aspac melawan Stadium berlangsung sangat ketat sejak kuarter awal. Hingga akhir kuarter pertama, Aspac hanya unggul setengah bola 13-12 dan melebarkan selisih menjadi 44-39 di kuarter kedua. Namun, Stadium tidak menyerah dan bangkit pada kuarter ketiga untuk mengejar ketinggalan. Permainan ofensif yang diperagakan Stadium mampu membalikkan keunggulan menjadi 55-53.

Stadium berusaha mempertahankan keunggulannya pada kuarter terakhir, tetapi mantan juara IBL Aspac juga meningkatkan tempo permainan. Pada kuarter ini, Aspac mampu membukukan tambahan 18 angka, sementara Stadium hanya mendulang 10 poin hingga memastikan Aspac lolos ke babak empat besar.

Xaverius Prawiro menjadi bintang kemenangan Aspac dengan menyumbangkan 25 angka dan lima "rebound", ditambah Mario Gerungan yang mencetak 12 angka. Dari kubu Stadium, donasi 27 poin yang dibukukan Merio Ferdiansyah dan angka ganda dari Daniel Iskandar dengan 10 poin dan 12 "rebound", masih gagal membawa kemenangan bagi timnya.

"Stadium bermain sangat bagus dengan pertahanan yang solid. Mereka lawan seimbang bagi kami," ujar asisten pelatih Aspac, Tri Prasetyo Utomo, usai pertandingan. Ia menambahkan timnya masih memiliki sejumlah kelemahan dan harus dibenahi saat laga semifinal melawan SM Britama. "Sekarang kami harus fokus menghadapi Satria Muda, terutama masalah mental harus lebih baik lagi," tambahnya.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen