ANTARA - Olahraga

sumber :-

ANTARA - Olahraga


Polisi sebut rasisme muncul lagi di Prancis

Posted: 20 Feb 2012 08:53 AM PST

Paris (ANTARA News) - Dua divisi teratas sepak bola Prancis menjadi saksi kebangkitan rasisme dari tribun penonton pada musim 2011/2012, demikian disampaikan oleh pihak kepolisian pada Senin.

Menurut Antoine Boutonnet, yang merupakan kepala Divisi Nasional untuk Perjuangan melawan Hooliganisme (DNLH), "Kembalinya rasisme di tribun penonton merupakan hal yang mengkhawatirkan."

Ia menyebutkan seorang penonton ditangkap karena melakukan penghormatan khas Nazi pada pertandingan di Brest pada 28 Januari.

Serta enam pendukung semu Lyon yang ditangkap setelah membubuhkan cat semprot pada mobil-mobil pendukung Saint-Etienne dan bangunan dengan tanda-tanda yang menyerupai swastika.

"Meski tanda-tanda itu masih lemah untuk sementara waktu, kami membawa mereka untuk meminta penjelasan dan kami sangat berhati-hati," imbuh Boutonnet, sebagaimana dinyatakan AFP.

"Tidak ada toleransi dan kami tidak akan ragu-ragu untuk campur tangan."

Boutonnet juga mengungkapkan bahwa meski contoh hooliganisme di dalam dan di sekitar stadion telah menurun, penggunaan bom asap di stadion telah meningkat pesat.

Sejak Ligue 1 dan Ligue 2 memulai kembali kompetisinya, polisi telah melakukan 432 penangkapan terhadap pihak-pihak yang terkait dengan hooliganisme, dan mengeluarkan larangan memasuki stadion kepada 341 orang.

(H-RF)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Strategi serangan balik Persip untuk Persitara

Posted: 20 Feb 2012 05:37 AM PST

Pekalongan, Jawa Tengah (ANTARA News) - Manajemen Persatuan Sepak Bola Kota Pekalongan, Jawa Tengah, akan menerapkan strategi serangan balik untuk menghadapi tuan rumah Persitara Jakarta pada laga lanjutan kompetisi Divisi Utama, 21 Februari 2012.

Pelatih Persip Nasal Mustofa di Pekalongan, Senin, mengatakan, anak asuhnya akan diinstruksikan menerapkan pola bertahan dan kemudian melakukan serangan balik pada pertandingan melawan Persitara.

"Yang jelas, kami akan mengubah strategi baru, yaitu dari pola menyerang ke strategi serangan balik. Saya meminta anak asuhnya bisa menerapkan strategi ini," katanya.

Ia mengatakan, dengan menerapkan strategi serangan balik ini maka peran pemain gelandang harus bisa menjaga kerja sama dan menjalin komunikasi antarpemain yang berada di lini tersebut.

"Dengan demikian, ketika Persip mendapatkan tekanan dari lawan bisa diantisipasi dengan baik sehingga tidak sampai membahayakan gawang. Namun, saat ada kesempatan baik, pemain harus secepatnya melakukan serangan balik," katanya.

Menurut dia, manajemen Persip Pekalongan akan membawa 19 pemainnya ke Jakarta, untuk menghadapi Persitara Jakarta.

Sebanyak 19 pemain ini, katanya, antara lain dua penjaga gawang, Nurul Subkhi dan Sanam, Augustus Nimely, Wahyudi, Sukodir, Wahyu, Rusdiyanto, Muslimin (lini tengah), serta Sugiyat, Yuli "Kliwon", Hendro Bawono, Murib, Dian "Jambul", Zulvin, Agung Prasetyo, dan Didik (lini belakang).

"Untuk posisi penyerang tengah akan dijaga Dede Tamboura, Nur Coyo, dan Rozikin. Adapun, Iwan Wahyudi yang berposisi sebagai gelandang dipastikan tidak dibawa ke Jakarta karena sedang sakit," katanya. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan