KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Ancaman Pembunuhan Buat David Haye

Posted: 25 Sep 2012 03:58 PM PDT

Ancaman Pembunuhan Buat David Haye

Selasa, 25 September 2012 | 22:58 WIB

BERLIN, Kompas.com - Petinju Inggris, David Haye menolak bertarung menghadapi Vitali Klitschko di Ukraina karena mendapat ancaman pembunuhan dari kelompok rasis di sana.

Haye ingin menghadapi Klitschko yang merupakan juara dunia tinju kelas berat versi WBC, Vitali Klitschko setelah kehilangan gelar juara dunia tinju versi WBA saat menghadapi adik Vitali, Wladimir Klitschko di Hamburg tahun lalu.

Namun Haye yang telah berusia 31 tahun tersebut menyebut hanya ingin bertarung dengan Klitschko di Jerman,  basis keluarga Klitschko di Eropa. "Saya belum pernah ke Ukraina, namun yang saya dengar tempat itu sangat berbahaya buat orang kulit hitam,," kata Haye.

"Ada kelompok rasis gila yang bahkan telah mengirim ancaman pembunuhan buat saya.  Jadi tampaknya Jerman merupaka tempat terbaik buat saya mengalahkan Vitali dan  turun dari ring dalam keadaan hidup."

"Vitali selalu sesumbar akan memukul jatuh saya, tetapi semuanya bualan besar. Wladimir juga tidak mampu menjatuhkan saya. Saya terlalu sexy dan cepat untuk dapat dikalahkan oleh robot dari Ukraina," kata Haye.

Haye kehilangan gelar juara dunia tinju kelas berat versi WBA setelah kalah angka saat menghadapi Wladimir Klitschko pada Juli 2011. Pada 14 Juli lalu, Haye mengalahkan rekan sengaranya, Dereck Chisora di London.

Ada kelompok rasis gila yang bahkan telah mengirim ancaman pembunuhan buat saya

Editor :

A. Tjahjo Sasongko

Christian Tunggu Kabinet Baru PBSI

Posted: 25 Sep 2012 03:22 PM PDT

Christian Tunggu Kabinet Baru PBSI

Selasa, 25 September 2012 | 22:22 WIB

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Christian Hadinata

JAKARTA, Kompas.com -  Pelatih senior bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata berharap Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) yang baru di bawah Ketua Umum Gita Wiryawan bisa mengembalikan kejayaan bulu tangkis Indonesia.
     
"Tantangan PBSI ke depan saya pikir masih sama seperti yang sudah-sudah, yaitu merebut kembali supremasi bulu tangkis Indonesia," kata Christian Hadinata saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.
    
Apalagi, sejak beberapa tahun ke belakang, menurut dia, prestasi bulu tangkis Indonesia terus menurun dan tidak berhasil meraih satu piala pun dalam kejuaraan internasional.
     
"Piala Thomas, Uber, Sudirman harus berhasil kita rebut kembali. Selama ini, itu yang belum kita dapatkan," kata Chritian yang pernah menjadi juara ganda putra All England bersama Ade Chandra itu.
     
Namun, dia enggan menjawab ketika ditanya tentang apa yang sebaiknya dilakukan pengurus PBSI yang baru untuk mengembalikan supremasi bulu tangkis Indonesia.
     
Menurut dia, lebih baik menunggu kepengurusan PBSI yang baru terbentuk, kemudian melihat program-program yang disusun baru akan terlihat kemungkinan dan harapan untuk meraih kembali supremasi bulu tangkis Indonesia.
     
"Saat ini kita belum tahu siapa-siapa yang akan duduk dalam kepengurusan. Kalau kabinet sudah terbentuk tentu bisa kita lihat," katanya.
     
PBSI memiliki nahkoda baru setelah Gita Wirjawan, yang juga Menteri Perdagangan, terpilih sebagai ketua umum periode 2012-2016 dalam musyawarah nasional (munas) di Yogyakarta.
     
Sebelumnya, Gita menyatakan akan fokus pada kesejahteraan atlet, profesionalisasi bulu tangkis serta mendorong peningkatan kapasitas dan pembinaan atlet agar dapat meraik kembali kejayaan bulu tangkis Indonesia.
     
"Tentunya dengan dukungan seluruh pihak, saya berharap dapat menjalankan amanat ini sebaik mungkin dan berupaya keras dalam memajukan perbulutangkisan nasional," katanya.

Editor :

A. Tjahjo Sasongko

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen