KOMPASbola

sumber :-

KOMPASbola


Buffon: Adu Penalti? Tak Masalah

Posted: 23 Jun 2012 06:00 PM PDT

KYIV, KOMPAS.com - Laga perempat final antara Italia dan Inggris, di Stadion Olimpiade Kyiv, Ukraina, Minggu atau Senin (25/6/2012), diperkirakan akan berlangsung ketat. Bahkan banyak pihak menilai, pertandingan tersebut akan berakhir dalam babak adu penalti.

Jika benar demikian, sudah tentu penjaga gawang kedua tim, yakni Gianluigi Buffon (Italia) dan Joe Hart (Inggris) akan menjadi sorotan. Meski sempat berharap agar laga tersebut tidak dilangsungkan hingga babak adu penalti, Buffon tetap yakin dapat mengatasi kondisi tersebut saat melawan "The Three Lions".

Berikut wawancara dengan Buffon seperti dilansir UEFA:

Bagaimana dengan kekuatan Inggris?

Inggris selalu mempunyai pemain dengan kualitas individu yang hebat. Mereka memang tidak berhasil memenangkan gelar dalam beberapa tahun terakhir, kadang-kadang mengalami hasil buruk dengan tersingkir di babak adu penalti. Tetapi, aku rasa tahun ini, mereka memiliki tiga atau empat pemain kelas dunia seperti (John) Terry, (Ashley) Cole, (Wayne) Rooney, (Steven) Gerrard, dan kami sangat respek dengan mereka. Aku tahu, nanti akan menjadi pertandingan yang sulit.

Pertandingan seperti apa yang Anda harapkan saat melawan Inggris?

Pertandingan ini tentu akan berlangsung ketat, karena kami memiliki kualitas yang sama di setiap lini. Apalagi, Italia juga memiliki kebiasaan tersendiri ketika melawan tim kuat maupun lemah. Ketika kami bermain dengan baik, kami akan dapat memenangkan laga. Tetapi, jika bermain dalam keadaan lemah, kami tidak pernah berhasil memenangkan laga dengan mudah. Jadi, aku rasa perbedaan antara kedua tim sangat tipis sekali.

Apakah Italia memiliki masalah seperti itu?

Ini adalah masalah sisi lemah kami, tetapi ketika Anda bermain di Piala Dunia atau Piala Eropa, Anda kan selalu bermain di sisi baik, jadi itu tidak akan menjadi masalah.

Bagaimana Anda mempersiapkan diri jika pertandingan berlangsung ke babak adu penalti?


Ketika Anda berpikir terlalu jauh, bagaimana pertandingan itu berakhir, tidak akan ada yang tahu jawabannya. Tetapi, penalti adalah sisi normal dari dalam sepak bola dan ada manfaat dari sistem babak tersebut. Penalti membawa teknik, karakter, dan saraf dalam sebuah permainan. Jadi, babak itu akan memberikan penghargaan bagi orang yang benar-benar layak, dan kekuatan untuk memenangkan pertandingan.


Dalam adu penalti, kiper dapat menjadi pahlawan tim. Pendapat Anda?


Itu semua tergantung pandangan Anda sendiri. Jika kalah karena penalti, aku akan sangat kecewa, dan merasa sangat bersalah karena sejumlah peluang pada babak sebelumnya akan terbuang percuma. Tetapi, pendapat itu juga benar dalam sebuah karier penjaga gawang ketika Anda diberikan tanggung jawab seperti itu.

Mengenai penampilan Joe Hart, pendapat Anda?

Hart, bersama (Manuel) Neuer, (Hugo) Lloris dan kiper kami (Salvatore) Sirigu, bukan lagi kiper nomor dua. Mereka telah menjadi kiper yang selalu bermain baik dan dapat menjadi faktor penentu bagi timnya. Dia (Hart) layak mendapat pujian dariku.

Kebiasaan Penalti Lima Algojo Perancis

Posted: 23 Jun 2012 05:56 PM PDT

DONETSK, KOMPAS.com - Laurent Blanc jelas sudah memiliki bayangan siapa saja yang akan diturunkan sebagai lima algojo andalannya, jika partai perempat final melawan Spanyol, Sabtu atau Minggu (24/6/2012) nanti harus diakhiri dengan drama adu penalti.

1. Franck Ribery
Ia adalah contoh algojo penalti yang akan membuat kiper lawan bekerja keras. Ancang-ancang Ribery terhitung panjang dan ia akan menyendat larinya dalam 2-3 langkah. Bagi kiper, diamlah selama mungkin sebelum mengambil keputusan untuk terbang ke sebelah kanan. Ribery akan mengarahkan bola ke sebelah kirinya sendiri.

2. Hatem Ben Arfa
Ia pemain bertipe kaki kidal. Eksekusinya sudah terbaca dan hanya ingin mencari aman. Buat kiper lawan, terbanglah ke kiri Anda.

3. Jeremy Menez
Biasanya ia akan melesakkan bola ke sebelah kiri bawah (kanan kiper). Lebih baik bergerak sebelum ia menyepak bola karena lesatan tembakannya akan luar biasa keras.

4. Karim Benzema
Tak ada kontak mata jika algojonya Benzema. Ia pemain berkaki kanan kuat. Kebiasaanya sebagai algojo penalti sangat natural, jadi kiper lawan segera menjatuhkan diri ke kanan.

5. Florent Malouda
Ia bukan penendang penalti reguler. Tapi, Malouda punya cukup kepercayaan diri jika dipercaya menyepak penalti. Maklum saja, Malouda dan Ribery adalah dua pemain paling berpengalaman dalam skuad Perancis. Yang pasti, Malouda nyaris pasti mengambil aman penalti dengan menempatkan bola ke sebelah kirinya. Jadi, kiper lawan harus terbang ke kanan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan