KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


PBSI Tidak Tahu Soal Pelatih Malaysia

Posted: 24 Feb 2011 01:49 PM PST

PBSI Tidak Tahu Soal Pelatih Malaysia

Penulis: A. Tjahjo Sasongko | Editor: A. Tjahjo Sasongko

Kamis, 24 Februari 2011 | 21:49 WIB

thestar

Wong Tat meng dan Li Mao tangani pemain Indonesia

SURABAYA, Kompas.com - Pengurus Besar PBSI tidak mengetahui rencana bergabungnya pelatih asal Malaysia, Wong Tat Meng, untuk menangani pemain-pemain putri Pelatnas seperti diberitakan media di Negeri Jiran tersebut.      S

ekretaris Jenderal PB PBSI Yacob Rusdianto yang ditemui ANTARA di sela-sela menyaksikan Superliga Badminton Indonesia di Surabaya, Kamis malam, mengatakan sampai sekarang pihaknya tidak punya rencana mendatangkan tambahan pelatih asing untuk Pelatnas. "Terus terang, saya sendiri sampai sekarang juga tidak tahu kalau ada rencana pelatih Malaysia akan bergabung di pelatnas. Padahal, tidak ada sama sekali rencana mencari pelatih asing baru," katanya.     

Yacob menduga ada kemungkinan kedatangan pelatih asal Malaysia itu atas undangan Li Mao, pelatih asal China yang sebelumnya sudah dikontrak PB PBSI dan pernah menangani timnas Malaysia serta Korea Selatan. "Bisa jadi seperti itu. Tapi, ini baru dugaan karena saya sendiri juga belum berkomunikasi dengan Li Mao," ujarnya.

Menurut Yacob, setelah bergabungnya Li Mao, PBSI kini lebih berkonsentrasi menyiapkan pemain-pemain Pelatnas untuk menghadapi berbagai turnamen internasional, termasuk SEA Games 2011 dan Olimpiade 2012.  

Rencana kepindahan pelatih Malaysia Wong Tat Meng ke Indonesia santer diberitakan media massa setempat. Menurut laporan media Malaysia, pelatih putri itu akan meninggalkan negaranya pada akhir Maret 2011.  "Tat Meng melihat 'rumput tetangga lebih hijau' jadi ia ingin pindah ke sana dan telah mengajukan surat pengunduran dirinya," kata Sekjen BAM kepada surat kabar Star seperti dilaporkan Reuters.     

Kendati demikian, Wong akan terus melanjutkan program pelatihannya untuk pebulu tangkis putri harapan Malaysia Wong Mew Choo yang sedang dipersiapkan menghadapi kejuaraan All England bulan depan. "Sungguh merupakan suatu kesempatan besar bagi saya untuk melatih di Indonesia, sekaligus untuk memperluas ilmu saya dalam kepelatihan serta untuk menemukan tantangan-tantangan baru dalam lingkungan yang baru," kata Wong pada koran New Straits Times.

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Unggulan Pertama Ditantang Unggulan 4

Posted: 24 Feb 2011 01:40 PM PST

BATAM, Kompas.com - Unggulan pertama SMPN 31 akan menghadapi SMPN 10 di final turnamen bulutangkis tingkat SD dan SMP MILO School Competition Kepulauan Riau yang di selenggarakan di GOR Pusat Bulutangkis Batam. Kelompok beregu telah memasuki babak semifinal, masing-masing beregu semakin memperlihatkan kemampuannya untuk bisa lanjut ke babak final dan memenangkan pertandingan untuk memperoleh Piala Taufik Hidayat.

Tinggal selangkah lagi, beregu putri SMPN 10 Batam akan merengkuh juara. Usai menyingkirkan lawan-lawannya di penyisihan hingga babak semi final kejuaraan bulutangkis pelajar antar SD dan SMP, MILO School Competition Kepulauan Riau, SMPN 10 kian bertekad untuk memboyong trophy Taufik Hidayat.

"Juara harus kita rebut, dan trophy Taufik Hidayat mesti kita boyong," begitu tekad Dwita Anisa H, salah seorang pemain SMPN 10 usai semi final di GOR Pusat Bulutangkis Batam (PBB) Tumenggung Abdul Jamal, Muka Kuning, Batam, Kamis (24/2) sore.

Pada pertandingan semi final kemarin, SMPN 10 yang merupakan unggulan keempat menang tipis atas lawannya SMPN 20 Batam yang bukan unggulan. SMPN 10 menang, 2-1. Dwita Anisa H membuka keunggulan di tunggal pertama mengalahkan Asnia, 21-0-21-1.

Namun di tunggal kedua, SMPN 20 mampu menyamakan kedudukan setelah Pricillia harus mengakui keunggulan lawan Rina dengan poin 11-21, 11-21. Akan tetapi, di partai ketiga Dwita Anisa H berpasangan dengan Pricillia mampu membawa SMPN 10 melaju ke final mengalahkan pasangan Novia/Rina, 21-7,21-10. "Kita berhasil menang, walaupun pada partai kedua lawan dapat menyamakan kedudukan. Dan menghadapi lawan nantinya di final, kita akan lebih waspada lagi," kata Dwita.

Perolehan hasil di semi final ini, menjadi bahan evaluasi bagi Dwita cs, dikarenakan lawan berat nantinya akan dihadapi di final yakni SMPN 31 Batam yang merupakan unggulan pertama. "Kita tidak bisa main-main lagi, kita harus bekerja keras untuk menghadapi lawan terakhir ini karena lawan cukup berat dan tidak dapat dipandang sebelah mata. Namun begitu, kita tetap optimis menatap juara," semangat sang juara dimiliki Dwita.

SMPN 31 yang akan dihadapi mereka nantinya, melaju usai mengalahkan SMPN 12 Batam juga dengan skor, 2-1. Selain SMPN 31 unggulan pertama, pemain yang akan dihadapi diantaranya Wulan Ayu Simpati dan Deta Megaratmi, yang di kategori perorangan masing-masing hanya merupakan unggulan keempat dan keenam. Sedangkan Dwita sendiri adalah unggulan kedua.

"Secara perorangan, kami tidak akan gentar menghadapi lawan. Disinilah kita perlu kerja tim, karena lawan kita SMPN 31 cukup kuat dan solid, bahkan mereka merupakan unggulan pertama di kategori beregu ini. Namun siapapun lawan, kita tidak akan pernah takut. Kita tetap berusaha semaksimal mungkin, dan kita hanya satu tujuan menatap juara," optimis Dwita yang diamini rekan-rekannya.

Selain beregu putri, pada hari ketiga kejuaraan beregu putra juga telah menyelesaikan hingga babak semi final. Lagi-lagi SMPN 10 (1) Batam berhasil mendampingi beregu putri hingga ke partai puncak, setelah meraih kemenangan mudah atas lawannya SMP Kristen Basic, 2-0.

Di beregu putra ini, nyaris terjadi all SMPN 10 yang menurunkan dua regu di kejuaraan yang telah berlangsung sejak Selasa (22/2). Hanya saja SMPN 10 (2) terganjal langkahnya usai dikalahkan SMP Pelita Nusantara Tanjungpinang, 0-2. Dan di final, SMP Pelita Nusantara Tanjungpinang yang akan dihadapi SMPN 10 (1).

Di kelompok beregu SD putra, SDN 005 Sekupang membuktikan kemampuannya dengan mengalahkan SDN 007 Batam Kota dengan skor 2-1. SDN 005 yang diperkuat unggulan pertama perorangan Ronaldo  Indra A berhasil mengalahkan Fadian cs, 2-1. Di final, SDN 005 akan berhadapan dengan SDN 001 Batam Kota. SDN 001 Batam Kota ini ke puncak setelah menang atas SDN 002 Batam Kota, 2-1.

Sedangkan kelompok beregu SD putri, SDN 002 Batam Kota yang merupakan unggulan pertama, menang mudah atas SDN 005 Bengkong 1, skor 2-1. Dan di final, SDN 002 Batam Kota akan menghadapi SDS Kartini II, yang melaju setelah membungkam SDN 006 Taman Raya, Batam, 2-0.

Mendekati penghujung kejuaraan, animo penonton khususnya kalangan pelajar dari sekolah-sekolah kian meningkat. Utamanya para suporter yang didatangkan untuk memberikan dukungan terhadap pelajar-pelajar yang turut memperkuat sekolah masing-masing.

"Penonton kian ramai, apalagi ini sudah memasuki hari ketiga dimana kelompok beregu seluruhnya baik tingkatan SD maupun SMP, putra dan putri sudah sampai ke semi final. Dan diyakini pada partai puncak di hari terakhir nantinya, Minggu, penonton kian bertambah ramai," tutup Abdul Kholiq, Bidang Pertandingan Kejuaraan ini.(/*)

 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

NST Online: Sports

sumber :-

NST Online: Sports


Football: Malaysia in control

Posted: 23 Feb 2011 03:55 PM PST

2011/02/24
By Ajitpal Singh and Devinder Singh
nstsport@nstp.com.my


 Malaysia’s  Wan Zaharul Nizam celebrates after scoring against   Pakistan  yesterday. — Picture by Osman Adnan

Malaysia's Wan Zaharul Nizam celebrates after scoring against Pakistan yesterday. — Picture by Osman Adnan

MALAYSIA enjoyed a good start to their Olympic Asian Zone Qualifying first round campaign by overcoming 10-man Pakistan 2-0 in the first leg at the Shah Alam Stadium yesterday.

It was rather a comical display from the Pakistan side who added spice into the match by resorting to rough play.

Coach Ong Kim Swee had instructed his chargers to go on the offensive from the start for an early goal and he got what he wanted when Wan Zaharul Nizam Wan Zakaria scored in the fourth minute.


The midfielder picked up a loose ball from outside the penalty box following a corner kick clearance and rifled home a shot past Pakistan goalkeeper Yousuf Ejaz Butt.

Malaysia picked up the pace and had several good opportunities to extend their lead through K. Gurusamy's free kick, which hit the crossbar in the 15th minute and also Ahmad Shakir Ali's attempt from an acute angle, which went wide two minutes later.

The match slowly turned into a physical game with Pakistan guilty of rough play on several occasions.


In the 45th minute, striker Ansar Abbas was flashed a red card by Hong Kong referee Liu Kwok Man for kicking Malaysia goalkeeper Khairul Fahmi Che Mat, after he had caught an aerial ball.

Right after the incident, midfielder Irfan Fazail extended Malaysia's lead. He picked up a loose ball following a poor clearance from a Pakistan defender before firing home from outside the penalty box.

Pakistan coach Tariq Lutfi, in desperation, replaced his keeper Yousuf with Muhammad Umer in the second half in hope to keep the score down against an inspired Malaysian side.


Muhammad turned out to be a huge stumbling block for the homesters as he made several splendid saves, including denying striker Ahmad Fakri Saraani on three occasions.

The keeper first denied Ahmad Fakri with a splendid finger tip safe in the 58th minute before blocking two shots from inside the box in the 60th and 66th minutes.

Realising that the Malaysian game was getting stale, Kim Swee substituted Ahmad Shakir, Wan Zaharul Nizam and Fandi Othman with S. Sivanesan, Wan Zack Haikal Wan Nor and Ferris Danial to add more depth and creativity.

Malaysia continued to press hard but could not increase their lead against Pakistan, who played the entire second half with 10 players.

The return leg is on March 9.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Badminton: Tat Meng switches allegiance to Indonesia

Posted: 23 Feb 2011 03:53 PM PST

2011/02/24
K.M. Boopathy
boopathy@nst.com.my


Wong Tat Meng will be the first Malaysian to join the Indonesia BA (PBSI) as a singles coach.

Wong Tat Meng will be the first Malaysian to join the Indonesia BA (PBSI) as a singles coach.

WONG Tat Meng has resigned as women's singles coach and will soon become the first Malaysian to join the Indonesia BA (PBSI) as a singles coach next month.

Tat Meng, who tendered his resignation on Feb 11, will guide the national players until March 11, after which the Malaysian will team up with former national coach Li Mao, who is the singles head coach of Indonesia.

Tat Meng said he accepted PBSI's offer as it gives him the chance to gain experience outside Malaysia and also boost his coaching credentials with a leading badminton nation.


"I have been with the BA of Malaysia (BAM) for almost eight years and I decided to gain new experience in Indonesia. I will be reporting to Li Mao and will start work in another four weeks," said Tat Meng.

"It is also a good chance for me to widen my coaching knowledge and also meet new challenges in a new environment. Indonesia is one of the leading badminton nations and I have plenty to learn there.

"Having worked with Li Mao before, it will help me settle into my role fast."


Tat Meng joined BAM as a junior coach in 2003 and was made Li Mao's assistant in 2005 while also guiding Wong Mew Choo until 2008.

He joined the junior squad again in 2008 for three years and was made the national women's singles coach last September.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi sport.okezone.com

sumber :-

Sindikasi sport.okezone.com


Sakit Rossi Tidak Terlalu Parah

Posted: 24 Feb 2011 02:04 AM PST

SEPANG – Valentino Rossi terpaksa melewati sesi tes pramusim kedua, setelah terserang flu. Rossi sempat tiba di sirkuit pagi hari, tapi dia mengeluh sakit dan nyeri di seluruh tubuh hingga terpaksa dilarikan ke klinik sirkuit.

The Doctor hanya berada di posisi sembilan pada sesi hari pertama. Dia sempat kembali ke paddock dan coba mengendarai motornya. Sayang, ternyata fisiknya masih lemah dan Rossi pun memilih meninggalkan sirkuit untuk beristirahat di hotel.

 
"Dia terserang flu, dan nyeri di sekujur tubuh. Saat tiba di sirkuit, Rossi harus menggunakan infus. Tapi kondisinya sudah semakin membaik dan semoga dia bisa pulih dalam waktu cepat," jelas kepala tim Jerry Burgess kepada MCN, Kamis (24/2/2011).
 
Kondisi cedera bahu kanan pembalap 32 tahun ini juga dilaporkan semakin membaik. Rossi dan Ducati kini tinggal terus meningkatkan performa sebelum musim ini bergulir di Qatar, 20 Maret mendatang.
 
Rossi dipastikan akan tampil pada sesi hari ketiga, yang akan digelar sore ini, tetap di sirkuit Sepang.
(zwr)
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Cerita Menarik dari All Star NBA (3)

Posted: 24 Feb 2011 01:03 AM PST

LOS ANGELES - Salah satu kewajiban dari para pemain adalah menyediakan waktu sehari sebelumnya dan biasanya saat sehabis berlatih, untuk melakukan tanya jawab dengan reporter media cetak dan elektronik dari seluruh dunia.

 
Walaupun waktu yang disediakan usually hanya setengah jam per interview, namun rasanya durasi itupun tidak cukup untuk melontarkan sejumlah pertanyaan kepada para pemain. Wartawan harus berebutan dalam mengajukan pertanyaan agar bisa dijawab oleh sang pemain (karena jumlah media yang hadir luar biasa banyak). Semua pemain hadir saat sesi interview diadakan, tanpa terkecuali.
 
Wartawan juga bisa menginterview para pemain sehabis setiap event dilangsungkan [Skills Challenge, Shooting Stars, 3 point Contest, Slam Dunk Contest, dan All Star Game]. Pemain wajib memasuki area tanya jawab yang dinamakan mixed zone dan melakukan interview dengan media.
 
Luar biasa beban yang ditanggung oleh para pemain NBA ini, mereka nyaris tidak punya kehidupan pribadi karena ketenaran sang pemain memaksa mereka harus mengorbankan kebebasan mereka untuk pergi kemana pun. Minimal fans akan meminta tanda tangan atau berfoto bersama, dan media akan mencoba untuk bertanya dan mendokumentasikan mereka.
 
Namun medialah yang mengangkat mereka menjadi populer dan mendatangkan uang ke kantong sang superstar. Walaupun demikian, ada juga pemain yang bodoh dan tidak sadar akan pentingnya peran media untuk mempublikasikan mereka. Ada saja pemain yang males-malesan ketika diinterview seperti DeJuan Blair atau Russell Westbrook. Dwight Howard adalah salah satu pemain yang paling asik untuk diinterview, santai dalam menjawab pertanyaan, dan seperti senang dalam menghadapi media.
 
Untuk mengetahui siapa dua pemain yang paling jago dan memiliki status paling tinggi di NBA saat ini, saya dapat mengukurnya dari jumlah wartawan yang mendekati pemain itu. LeBron dan Kobe adalah dua pemain yang mustahil untuk saya dekati untuk berfoto bersama, difoto, maupun mengajukan pertanyaan untuk interview. Selalu ada saja media yang mengelilingi dua pemain tersebut dari jarak tiga meter.
 
Ketika saya berusaha melihat dua pemain tersebut (kala diinterview), terkadang saya hanya mampu melihat punggung wartawan atau jumlah microphone yang banyaknya tidak keruan. Untuk mewawancarai kedua pemain ini, harus mengambil posisi yang bagus setengah jam sebelumnya. Lokasi interview LeBron dan Kobe sudah ramai 30 menit sebelum pemain tersebut hadir.
 
Namun ada juga satu pemain yang popularitasnya mulai naik di All Star ini, dia baru bermain semusim di NBA, namanya Blake Griffin dari tim tuan rumah LA Clippers. Saya cukup menyesal karena sempat melihat Mobil KIA yang dipakainya dilompatinya! untuk slam dunk contest terpajang di salah satu lorong Staples Center, dan membuat saya mengira-ngira untuk apa mobil itu. Saat mobil tersebut didorong keluar untuk dilompati Griffin, reaksi keterkejutan saya mungkin tidak seluar biasa anda yang baru menonton pertama kali di rumah.
 
Beberapa pemain menghadapi ajang All Star ini dengan tidak begitu serius. Deron Williams terlihat kecapekan sehabis bermain di All Star Game ketika kami interview [dugaan saya, Deron tidak tidur dengan cukup karena party di malam sebelumnya] dan terlihat ogah-ogahan dalam menjawab pertanyaan karena kelelahan. Sehabis All Star game selesai diselenggarakan, para pemain pulang sendiri-sendiri ke kotanya masing-masing, karena besoknya pemain sudah harus bertanding lagi.
Sampai ketemu di liputan All Star Orlando tahun depan!
 
Neilson Gautama
NBA Presenter
Add my fanpage on facebook: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305
Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama
Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527
(//zwr)
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Republika Online

sumber :-

Republika Online


Jangan 'Main Kayu' di Kongres PSSI

Posted: 24 Feb 2011 12:27 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG - Ketua Pengda PSSI Jawa Barat, Tony Aprilani, menginginkan keempat tokoh calon ketua umum PSSI 2011-2015 tetap melaju dan berkompetisi secara fair pada Kongres PSSI di Bali pada Maret mendatang.

"Jelas kami berharap keempat tokoh yang peduli pada sepakbola itu berkompetisi secara fair dalam pemilihan Ketua Umum PSSI itu. Jangan ada yang main kayu di kongres," kata Tony Aprilani di sela-sela menerima Forum Masyarakat Peduli Sepakbola Jawa Barat di Sekretariat PSSI Jabar, Kamis (24/2).

Meski belum menentukan pilihan pasti, Pengda PSSI Jabar menyatakan komitmennya agar empat nama tokoh sepakbola yakni Nurdin Halid, Nirwan D Bakrie, Jenderal TNI George Toisutta dan Arifin Panigoro bersaing dan berkompetisi pada Kongres PSSI nanti. Ia mengaku kurang setuju dua nama yakni George Toisutta dan Arifin Panigoro dinyatakan gugur dan tidak lolos dalam verifikasi. Ia berharap proses banding bisa memberikan kesempatan kepada kedua calon yang tidak lolos itu tetap bisa melanjutkan upayanya bersaing di kongres.

"Masih ada proses banding. Yang jelas Pengda PSSI Jabar memberikan rekomendasi bagi Pak George Toisutta bahwa yang bersangkutan adalah pengurus dan pembina tim sepakbola Bara Siliwangi di Bandung," kata Tony.

Rekomendasi Pengda PSSI Jabar itu, kata Tony, sebagai bentuk kewajiban untuk menerangkan yang bersangkutan memang seorang pembina klub sepakbola di wilayah Jawa Barat. Pasalnya, George Toisutta memang pernah menjadi pembina klub sepakbola itu. "Itu bukti bahwa kami berusaha fair. Meski dari sisi pilihan dan dukungan, kami harus menggelar Rakerda yang akan dilakukan bersama Pengcab PSSI se-Jabar. Itu sebuah mekanisme yang akan kami lakukan untuk mengakomodasi suara di Jabar," kata Ketua Pengda PSSI itu.

 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Demo Anti Nurdin Halid Meluas Hingga ke Medan

Posted: 23 Feb 2011 11:43 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN - Aksi menolak pencalonan kembali Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI meluas hingga ke Medan. Kali ini ratusan pendukung PSMS Medan yang melakukan aksi penolakan Nurdin Halid pada Kamis (24/2).

Massa yang tergabung dalam Suporter Medan Pecinta Ayam Kinantan (Smeck) Hooligans tersebut melakukan aksinya di beberapa lokasi seperti di Bundaran Majestik, Kantor PSSI Sumut dan KONI Medan. Aksi unjuk rasa tersebut diawali di Stadion Medan sebagai titik kumpul yang dilanjutkan konvoi menggunakan odong-odong dan sepeda motor menuju Bundaran majestik, Kantor PSSI Sumut dan terakhir di Kantor KONI Medan.

Mereka juga membawa berbagai atribut seperti keranda yang bertuliskan "Nurdin Go To Hell", ''Nurdin dan Rezim Seret ke Neraka'' dan berbagai spanduk lainnya. Di Kantor PSSI Sumut, tidak ada seorang pun yang dapat mereka temui. Sebelum pergi, mereka menuliskan kata-kata "Nurdin Turun, revolusi PSSI" di pintu masuk kantor tersebut.

Aksi itu juga menyita perhatian masyarakat sekitar yang kebetulan sedang melintas dan beraktivitas di sekitar tempat mereka melakukan orasi. Aparat kepolisian juga diterjunkan guna mengamankan jalannya aksi.

Dalam aksinya, koordinator aksi Boby Septian mengatakan setidaknya ada 10 dosa yang dilakukan Nurdin Halid selama memimpin PSSI. Diantaranya yakni Nurdin telah menggunakan politik uang saat bersaing menjadi ketua Umum PSSI pada November 2003 dengan Soemaryoto dan Jacob Nuwawea. Nurdin juga dinilai telah membohongi FIFA dengan menggelar Munaslub di Makasar pada 2008 untuk memperpanjang masa jabatannya. Tidak jelasnya laporan keuangan terutama dana Goal Project dari FIA yang diberikan setiap tahunnya.

Banyak terjadi suap dan makelar pertandingan, bahkan banyak yang melibatkan petinggi PSSI lainnya. Nurdin juga dianggap terlalu banyak melakukan intervensi terhadap keputusan-keputusan Komdis sebagai alat lobi untuk kepentingan pribadi dan menjaga posisinya sebagai ketua umum. "Nurdin merupakan satu-satunya ketua umum PSSI dalam sejarah yang memimpin organisasi dari balik jeruji besi. Yang lebih jelas lagi selama ini tim nasional tidak memiliki prestasi yang cukup membanggakan," katanya.

Ketua Smeck Hooligans, Nata Simangunsong, mengatakan aksi tersebut mereka lakukan semata-mata karena rasa keprihatinan terhadap dunia pesepakbolaan nasional yang jauh dari prestasi dalam beberapa tahun ini. "Kita ingin PSSI dipimpin oleh orang-orang yang bersih dan mengerti sepakbola serta memiliki visi memajukan dunia pesepakbolaan nasional," katanya.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berita Harian: Sukan

sumber :-

Berita Harian: Sukan


Malaysia persia banyak peluang

Posted: 23 Feb 2011 02:44 PM PST

Sukan

PENGADIL perlawanan, Liu Kwok Man melayangkan kad merah kepada Ansar kerana menendang penjaga gol negara, Khairul Fahmi pada perlawanan kelayakan pra-Olimpik di Stadium Shah Alam, malam tadi.

PENGADIL perlawanan, Liu Kwok Man melayangkan kad merah kepada Ansar kerana menendang penjaga gol negara, Khairul Fahmi pada perlawanan kelayakan pra-Olimpik di Stadium Shah Alam, malam tadi.

Jaringan Zaharul, Fazail cipta sorakan gemuruh di Stadium Shah Alam

HALANGAN pertama kelayakan pra-Olimpik sudah diatasi Ong Kim Swee dan anak buahnya apabila menewaskan Pakistan 2-0 di Stadium Shah Alam malam tadi, tetapi ia tidak cukup untuk mengatasi kerisauan yang bakal dihadapi jurulatih berkenaan.

"Selepas perlawanan, ada tiga perlawanan Liga Super yang perlu diharungi pemain sebelum kembali menyertai latihan pada 2 Mac," kata Kim Swee dalam sidang akhbar selepas perlawanan.

"Ketika itu, saya perlu menilai semula siapa yang berada pada tahap kecergasan terbaik untuk dibawa ke Lahore. Siapa yang akan dipilih, saya perlu tunggu sehingga mereka melaporkan diri 2 Mac ini." Dua gol pada awal dan akhir babak pertama memberikan bekalan selesa buat skuad Olimpik negara sebelum membalas kunjungan ke Lahore 9 Mac ini.

Pada perlawanan malam tadi, skuad Kim Swee seharusnya menang dengan jumlah jaringan lebih besar tetapi beberapa percubaan tepat jentera serangan negara berjaya dipatahkan penjaga gol lawan, Yousuf Ejaz Butt.

Pujian harus diberi kepada Wan Zaharul Nizam Wan Zakaria atau lebih mesra dipanggil Kecik, yang membuka jaringan seawal minit keempat hasil rembatan menarik dari penjuru kotak penalti yang memperdayakan Yousuf untuk gol pertama negara.

Menghampiri waktu rehat, Pakistan terpaksa bermain dengan 10 orang selepas penyerangnya, Ansar Abbas dibuang padang kerana menendang penjaga gol negara, Khairul Fahmi Che Mat sebelum Mohd Irfan Fazail menambah gol kedua tuan rumah.
Pada babak kedua, skuad muda kebangsaan sepatutnya berpesta gol apabila dalam tempoh dua minit pertama, dua percubaan tepat dihasilkan, tetapi kali ini dinafikan Yousuf beraksi cemerlang sepanjang 45 minit terakhir.

Komen Anda

Terima kasih diatas penyertaan anda. Berita Harian berhak untuk tidak memaparkan sebarang komen yang menyentuh isu-isu sensitif dan yang berbentuk iklan komersil. Alamat IP anda akan direkodkan dan mungkin digunakan untuk menghalang penghantaran komen seterusnya jika melanggar peraturan yang ditetapkan.

Senarai komen


Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Chong Wei tidak sertai Sukan SEA

Posted: 23 Feb 2011 02:00 PM PST

Sukan

Koo-Tan turut diketepi demi misi London 2012

DEMI kilauan emas pada temasya London 2012, skuad badminton negara membuat keputusan 'menyisihkan' Lee Chong Wei dan beregu emas, Koo Kien Keat-Tan Boon Heong daripada aksi di Sukan SEA, November ini.

Segala-galanya terarah kepada matlamat lebih besar - iaitu mengejar pingat emas pertama untuk negara di Sukan Olimpik, tahun depan dan keputusan itu disahkan dalam mesyuarat Jawatankuasa Kejurulatihan dan Latihan (CTC) Persatuan Badminton Malaysia (BAM), semalam.

Setiausaha yang juga Pengerusi CTC BAM, Ng Chin Chai, berkata keputusan itu juga sejajar dengan hasrat Menteri Belia dan Sukan, Datuk Seri Ahmad Shabery Cheek yang mahu atlit dalam program 'Road To London 2012' tidak diganggu. "Begitupun, kita belum membuat keputusan sama ada pasangan beregu wanita, Wong Pei Tty-Chin Eei Hui beraksi atau tidak. Segala-galanya bergantung kepada prestasi dan pungutan mata mereka untuk melayakkan diri beraksi pada Sukan Olimpik 2012.

"Lagipun, tarikh temasya Sukan SEA XXVI itu hampir sama dengan kejohanan Terbuka Hong Kong dan China yang menjadi antara kejohanan penting untuk mengutip mata bagi melayakkan diri ke temasya terunggul itu," katanya.

Keputusan mengecualikan Chong Wei, 29, beraksi menyaksikan pemain itu kempunan untuk memenangi emas dalam acara perseorangan lelaki kerana sepanjang kariernya belum pernah memenangi emas dalam acara itu pada temasya serantau itu.

Begitupun, Kien Keat-Boon Heong berpeluang untuk menebus kehampaan tidak beraksi pada temasya itu nanti kerana faktor usia masih memihak kepada mereka untuk bermain pada temasya berikutnya.


Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Utusan Online - Sukan

sumber :-

Utusan Online - Sukan


Bekalan tipis ke Pakistan

Posted:

Bekalan tipis ke Pakistan

Bekalan tipis ke Pakistan

Oleh MUHAMMAD DAYNE AZMIN dan ZAZALI JAMIAN
sukan@utusan.com.my


Pemain Malaysia, Wan Zaharulnizam Wan Zakaria (dua dari kiri) merembat bola melepasi tiga pemain Pakistan dalam perlawanan kelayakan Olimpik di Stadium Shah Alam, malam tadi. Malaysia menang 2-0. - AFP


SHAH ALAM - Menang tetapi masih belum cukup! Skuad Olimpik Malaysia sekadar merakamkan kemenangan 2-0 ke atas Pakistan dalam aksi berat sebelah di Stadium Shah Alam yang dihadiri kira-kira 10,000 penyokong setia negara, semalam.

Walaupun menguasai sebahagian besar perlawanan dengan Pakistan beraksi 10 pemain sepanjang babak kedua, skuad negara gagal meraih kesempatan memperoleh gol sebanyak mungkin bagi menutup terus cabaran lawan dalam 90 minit seterusnya.

Kemenangan dua gol tanpa balas itu sebenarnya belum menjanjikan keselesaan buat Ong Kim Swee dan pemain yang akan bertandang ke Lahore, Pakistan pada 9 Mac ini bagi melengkapkan pertemuan kedua pusingan pertama.

Dua pemain muda, Wan Zaharulnizam Wan Zakaria dan Mohd. Irfan Fazail muncul wira negara dengan gol pada separuh masa pertama pada minit ke-3 dan 45.

Seperkara lagi, anak-anak buah Ong Kim Swee ternyata perlu memperkemaskan lagi tahap permainan para pemainnya jika mahu melangkah jauh dalam kelayakan kali ini.

Kim Swee ketika mengulas persembahan anak-anak buahnya berkata, dia amat berpuas hati dengan prestasi para pemainnya yang berada pada tahap terbaik.

Namun, katanya, dia masih belum pasti untuk menurunkan skuad yang sama ketika bertandang ke Lahore, memandangkan anak-anak buahnya terpaksa mengharungi beberapa perlawanan Piala FA sebelum ke Pakistan.

"Misi kita ke Lahore ialah mendapatkan tambahan dua lagi gol dalam memastikan kemenangan berada dalam genggaman skuad negara dan saya juga amat berpuas hati dengan prestasi penjaga gol, Khairul Fahmi Che Mat," katanya.

Jika diukur persembahan keseluruhan yang masih menampakkan banyak kelemahan daripada segi hantaran dan lambat dalam melakukan serang balas terutamanya pada aksi separuh masa pertama.

Beberapa pemain terutamanya Ahmad Fakri Saarani dan K. Gurusamy mempamerkan permainan di bawah tahap sebenar manakala Ahmad Shakir Ali banyak melepaskan peluang terhidang.

Selain kegagalan jentera serangan memperoleh gol tambahan pada separuh masa kedua, ketangkasan penjaga gol gantian, Muhammad Umer menyelamatkan dua percubaan terbaik negara pada minit ke-60 dan 65.

Suasana di Stadium Shah Alam sudah gamat pada minit ke-3 apabila Zaharulnizam yang beraksi di bahagian sayap kanan melepaskan rembatan cantik sebelum menerjah ke sebelah kiri gawang Pakistan ketika Yousuf Ejaz Butt sekadar terpaku.

Skuad Olimpik Malaysia bagaimanapun tiba-tiba memperlahankan sedikit rentak sambil penjaga gol yang juga kapten, Khairul Fahmi Che Mat beberapa kali melakukan sedikit kesilapan yang hampir menghadiahkan gol buat Pakistan.

Sikap panas baran penyerang Pakistan, Ansar Abbas menyepak Khairul akhirnya mengundang padah apabila pengadil dari Hong Kong, Liu Kwok Man melayangkan kad merah pada minit ke-44.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Sukan SEA tanpa Chong Wei, Koo-Tan

Posted:

Sukan SEA tanpa Chong Wei, Koo-Tan

Sukan SEA tanpa Chong Wei, Koo-Tan

KUALA LUMPUR - Skuad badminton Malaysia mungkin boleh melupakan hasrat untuk mencari keputusan terbaik pada Sukan SEA Indonesia, November ini kerana akan beraksi tanpa tonggak terbaiknya, jaguh No. 1 dunia, Datuk Lee Chong Wei dan pasangan utama, Koo Kien Keat-Tan Boon Heong.

Malah, skuad wanita yang akan turun sebagai penyandang juara berpasukan juga mungkin tidak menyenaraikan pasangan utamanya dan pemenang pingat emas beregu 2009, Wong Pei Tty-Chin Eei Hui jika beregu senior itu bergelut untuk melayakkan diri ke Sukan Olimpik 2012.

Setiausaha Persatuan Badminton Malaysia (BAM), Ng Chin Chai berkata, mesyuarat Jawatankuasa Pemandu Road to London 2012 yang dipengerusikan oleh Menteri Belia dan Sukan, Datuk Seri Ahmad Shabery Cheek pada 25 Januari lalu memberi kelonggaran kepada badminton untuk merehatkan tonggak utama pada temasya yang berlangsung dari 11 hingga 25 November itu.

Pusingan kelayakan Olimpik akan bermula pada April ini dan ketika Sukan SEA berlangsung nanti terdapat dua kejohanan kelayakan yang diadakan serentak dengan temasya berkenaan iaitu Siri Super Terbuka Hong Kong (15-20 November) dan Terbuka China pada 22-27 November.

"Lee Chong Wei dan pasangan Koo Kien Keat-Tan Boon Heong diberi pengecualian daripada Sukan SEA kerana tidak mahu menganggu perancangan Sukan Olimpik, manakala status Wong Pei Tty-Chin Eei Hui pula bergantung kepada kedudukan mereka untuk layak ke Sukan Olimpik ketika Sukan SEA berlangsung.

"Memandangkan Pei Tty-Eei Hui kini mengalami kejatuhan ranking yang teruk ekoran kecederaan panjang yang dialami Pei Tty, maka mereka mungkin agak bergelut untuk melayakkan diri ke temasya London. Malah, ada dua kejohanan kelayakan yang berlangsung serentak dengan Sukan SEA, jadi ia lebih penting buat mereka.

"Bagaimanapun jika pada hari temasya Pei Tty dan Eei Hui sudahpun berada pada kedudukan yang baik untuk layak ke Olimpik, maka mereka mungkin boleh beraksi di Indonesia. Tetapi, Wong Mew Choo sudah sah mewakili negara ke temasya itu,'' kata Chin Chai selepas mempengerusikan mesyuarat Jawatankuasa Kejurulatihan dan Latihan BAM di Bukit Kiara, semalam.

Selepas Muhammad Hafiz Hashim mengumumkan pengunduran daripada skuad kebangsaan dan Chong Wei pula dikecualikan daripada bertanding, BAM kini mungkin terpaksa menyandarkan harapan kepada pemain muda seperti Tan Chun Seang, Chong Wei Feng, Liew Daren, Chan Kwong Beng atau Mohd. Arif Latif untuk menggalas cabaran di Temasya XXVI.

Dalam saingan beregu, ketiadaan Kien Keat-Boon Heong mungkin boleh ditampung beregu muda seperti Mak Hee Chun-Tan Wee Kiong atau memberi kepercayaan kepada pasangan senior seperti Mohd. Fairuzizuan Tazari-Ong Soon Hock dan Mohd. Fairuzizuan Tazari-Hoon Thien How.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Malaysian Insider :: Sports

sumber :-

The Malaysian Insider :: Sports


Malaysian badminton coach defects to Indonesia

Posted: 23 Feb 2011 08:55 PM PST

KUALA LUMPUR, Feb 24 — Malaysia's women's badminton coach is set to leave by the end of March to join the Indonesian national team, local media reported today.

National singles coach Wong Tat Meng has been with the Badminton Association of Malaysia (BAM) for eight years and will become the first Malaysian to coach in Indonesia at the national level.

"Tat Meng wanted to move to greener pastures and he has submitted his resignation letter," BAM secretary Ng Chin Chai told The Star newspaper.

"It should be looked at positively as he can come back one day and become a better coach as what Tan Kim Her did," he added, referring to the first Malaysian coach to ply his trade overseas in South Korea and England before returning to the country last year.

Wong's replacement has not been decided and the BAM said it may have to reshuffle or look for a new coach from outside.

Wong will continue to guide Malaysia's Olympic hopeful Wong Mew Choo for the All England championships next month, before leaving to join his predecessor Li Mao in Indonesia.

"It is a good chance for me to widen my coaching knowledge and also meet new challenges in a new environment," Wong told the New Straits Times.

"Indonesia is one of the leading badminton nations and I have plenty to learn there." — Reuters

 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Woods, Poulter and Stricker go out on wild day

Posted: 23 Feb 2011 06:13 PM PST

Mickelson hits his tee shot on the ninth hole during the first round in Marana yesterday, February 23, 2011. — Reuters pic

MARANA (Arizona), Feb 24 — Tiger Woods, Steve Stricker and holder Ian Poulter made early exits as the opening round of the WGC-Accenture Match Play Championship lived up to its reputation of wild unpredictability yesterday.

There were 14 upsets in all from the 32 matches at Dove Mountain's Ritz-Carlton Golf Club, fulfilling world number one Lee Westwood's pre-tournament description of the first day as "one of the most exciting days of the year".

Three-times champion Woods, striving to end a winless run of 15 months, was eliminated by 65th-ranked Dane Thomas Bjorn after 19 holes.

"I blew it," the 14-times major winner said greenside after going out in the first round for a second time at this event.

American world number eight Stricker, who claimed the 2001 Match Play title in Australia, was stunned by 17-year-old Italian Matteo Manassero 2&1.

Poulter, who beat fellow Englishman Paul Casey 4&2 in last year's final to claim his first PGA Tour victory, was beaten by American Stewart Cink after 19 holes.

A tournament record eight matches went into extra holes but three of the top four seeds ensured a measure of normalcy with comfortable victories on a day of dazzling sunshine, cool temperatures and gusting winds in the Arizona desert.

Top-seeded Briton Westwood never trailed in his match before beating 2007 champion Henrik Stenson of Sweden 3&2.

Second-ranked German Martin Kaymer completed a 7&6 demolition of South Korean Noh Seung-yul and fourth seed Phil Mickelson breezed past Australian Brendan Jones 6&5.

Woods appeared to hold the momentum in his match with Bjorn after sinking an eight-foot birdie putt at the par-four 18th to force extra holes.

However, he pushed his next drive way right into desert scrub from where he needed two shots to get back out onto the fairway. He struck his fourth to 18 feet and missed the bogey putt before conceding the match to Bjorn.

"I had a chance," Woods said after clawing his way back from two down after five holes to go one up after 12. "I had all the momentum going down 18 and just gave it away.

"The ball I should have put in play on 19 and consequently I'm out of here."

Bjorn was gracious in victory.

"The game of golf needs him back at his best," the Dane said. "It was one of those days on the golf course where we're not proud of the way we played, but I'm proud of the way I hung in there."

Poulter's title defence was short-lived. Despite going two up on Cink after 14 holes, he watched his opponent sink several key putts before losing on the 19th green.

"He putted me off the golf course today," the flamboyant Englishman said after becoming the first defending champion in nine years to go out in the opening round.

"That's what you have to do in this format. I did it last year and managed to go all the way. This year I missed my chances and therefore I have been punished."

Stricker had been one up on Manassero after nine holes but made a premature exit from the tournament when the teenager rolled in a 21-foot birdie putt at the 17th.

"It's a big achievement for me," said the Italian, the youngest player ever to compete in the Match Play event.

"I played really well. I achieved a victory against one of the best players in the world and a past champion."

In other matches, US Open champion Graeme McDowell of Northern Ireland hammered American Heath Slocum 4&3, Irishman Rory McIlroy swept aside American Jonathan Byrd 4&2 and Briton Justin Rose won a tight battle with American Zach Johnson 2&1.

South African Ernie Els came from three down after three holes to beat American Jeff Overton on the 19th green and Ryan Palmer reached the second round with a surprise two-up win against fellow American Jim Furyk. — Reuters

 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sports

sumber :-

Sports


Alive and kicking

Posted: 22 Feb 2011 09:37 PM PST

Anelka's brace steers troubled Chelsea into good position for last eight

Wednesday, February 23rd, 2011 12:48:00

Football

SINGING THE BLUES: Torres was the key in this game as Anelka (not in pic) scores two goals

COPENHAGEN: Chelsea boss Carlo Ancelotti was in defiant mood after his side strolled to a 2-0 win over FC Copenhagen at Parken Stadium this morning — declaring the Blues are 'still alive' after securing an advantage in the Champions League last 16.

A Nicolas Anelka double in the 17th and 54th minutes put Chelsea firmly in command of the tie and they are favourites to go into the quarterfinal stages.

And Ancelotti is adamant that Chelsea's season is not over yet.

"We are still alive," he told Sky Sports.

"It was a good result and good performance. We were very well prepared and focussed but it is just the first-half there, still a long way to go."

The Italian admitted he had been feeling the pressure after recent results, which have seen Chelsea slip into fifth in the Premier League, having failed to score against Fulham and Liverpool in previous matches.

A defeat to Everton on penalties last Saturday in the FA Cup meant even less chance of some silverware and Ancelotti admitted it was a relief to get the victory this morning.

"Obviously, it is very satisfying having had a considerable amount of pressure put on us to get a good result. We want to do the best and tonight was good," he said.

Newly-signed striker Fernando Torres made his Champions League debut but was unable to open his account for the Blues despite having a few chances to do so.

However, Ancelotti felt that Torres played a significant part in the win and played very well, even opting to take Anelka — who was on a hattrick at the time — out of the action before he substituted the Spaniard in stoppage time.

He argued it was because Torres had not played last Saturday against Everton and Anelka needed a rest after being involved in extra-time in that match.

"No, because Torres did not play Saturday.

"Anelka played extra-time on Saturday, and Torres was fresh.

"Anelka did a fantastic job by scoring two goals but Torres was key in this game. He is a striker and always is dangerous.

"He was unlucky that he did not score but he still had a fantastic game," he said.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Ever painful Devils

Posted: 22 Feb 2011 09:02 PM PST

United are still deadly to be reckoned with, says Deschamps

Wednesday, February 23rd, 2011 12:48:00

PARIS: Marseille boss Didier Deschamps (pic) does not feel Manchester United are sprinkled with the same stardust of old but they are no less effective.

The man once dismissively dubbed "a water carrier" by Eric Cantona must pit his wits with United at Stade Velodrome tomorrow (3.45am) as the Red Devils resume their latest quest to win the Champions League.

United will do so without seven key members of their squad — including Ryan Giggs, Rio Ferdinand and Antonio Valencia, who could come into contention for the second leg in three weeks' time as he edges towards recovery from a serious ankle injury.

Yet, even with those players, Deschamps believes it is not a United squad glittering with brilliance, the mesmeric skills of Cristiano Ronaldo replaced by a more functional approach that saw the Premier League leaders concede just one goal during the opening group phase.

"The winning culture is part of the DNA at a club like United," said Deschamps.

"They always have talented players and people such as Nani, Wayne Rooney and Dimitar Berbatov can make the difference at any time.

"I have heard a lot about the style of play. But the most important thing is winning games.

"I concentrate on the fact they conceded one goal in six games. Maybe there is less fantasy about them than there was in the past but the Marseille team I was part of in 1993 were not the nicest and we still won the European Cup."

Although that honour was stripped of Marseille after the bribery scandal which engulfed them, Deschamps still finished a winner — lifting the trophy with Juventus — part of a glittering career that also saw him lift the World Cup as captain of France in 1998.

It was with some sadness, therefore, that he watched events unfold during the the World Cup in South Africa last year, when Patrice Evra was said to be leading the strike action following Nicolas Anelka's expulsion from the Franch squad by coach Raymond Domenech.

Deschamps knows Evra well given the defender played in the side he managed at Monaco who reached the Champions League final in 2004, when they lost to FC Porto, who had Jose Mourinho as manager.

"Okay, Evra was the captain in South Africa but there were a lot of staff around him who were linked to that as well," said Deschamps.

"I prefer to remember what happened when he played for me at Monaco.

"I am really proud of what he has done since then at a great club like United."

Although Evra pocketed a new three-and-a-half year contract with United on Monday, that may not save him from a particularly nasty reception from notoriously vociferous Marseille supporters, when he plays his first game in his homeland since that summer debacle.

The sour taste it left with the French public will not easily be washed away, and turned out to be one of the reasons why Deschamps snubbed Liverpool in the summer when they approached him about replacing Rafael Benitez.

"I am very involved with this club — with the fans, the players and the president," he said.

"After what happened at the World Cup I didn't think it would give the right impression to leave two days before the season started. I am very proud Liverpool thought about me but it was my decision not to go."

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Star Online: Sports

sumber :-

The Star Online: Sports


RWC organisers confirm NZ will host all matches

Posted: 22 Feb 2011 10:36 PM PST

Published: Wednesday February 23, 2011 MYT 2:36:00 PM

WELLINGTON, New Zealand (AP): Rugby World Cup organizing committee chief Martin Snedden has assured New Zealanders that no match will be shifted offshore, but says a full assessment of damage from the deadly earthquake will have to be done before a decision is made on the seven matches scheduled for Christchurch.

The confirmed death toll from Tuesday's magnitude-6.3 quake rose to 75 on Wednesday, and officials said it was almost sure to climb further. Some 300 people were listed as missing amid crumbling buildings in downtown Christchurch.

Snedden said the rescue effort in Christchurch was the priority and "It is too early to talk in any detail about implications for the tournament in Christchurch."

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Mexican Open: Verdasco slumps in 1st round

Posted: 22 Feb 2011 10:34 PM PST

ACAPULCO, Mexico (AP): Second-seeded Fernando Verdasco of Spain was knocked in the first round of the Mexican Open, losing 6-2, 4-6, 6-3 to Brazil's Thomaz Bellucci on Tuesday.

Verdasco was bundled out in the first round of the RMK Championships in Memphis last week by Milos Raonic, who beat him in the SAP Open title the previous week.

Bellucci converted 75 percent of his break points and won 70 percent of his service points to beat Verdasco in just over two hours late Tuesday.

Earlier, third-seeded Nicolas Almagro of Spain took a confident step toward his third straight title with an easy 6-3, 6-2 win over Victor Hanescu of Romania.

Almagro won the Copa Claro on Sunday in Buenos Aires and the Brazil Open the week before - both on clay, the surface in Mexico.

Fourth-seeded Stanislas Wawrinka of Switzerland also got off to a winning start, defeating Pablo Andujar of Spain 7-6 (5), 7-6 (3) in the joint ATP and WTA event in Mexico's Pacific coastal resort.

Defending champion and top-seeded David Ferrer reached the second round on Monday. Fifth-seeded Albert Montanes of Spain defeated countryman Daniel Gimeno-Traver 6-2, 6-1, and seventh-seeded Juan Monaco of Argentina moved on to the second round after defeating countryman Horacio Zeballos 7-5, 7-6 (3).

There was bad news for No. 8 Juan Ignacio Chela, who retired in the second set against fellow Argentine Eduardo Schwank with the scores at 3-6, 6-5.

Chela was named Monday to Argentina's Davis Cup team for a March 4-6 first-round match against Romania. David Nalbandian was also named to the team, but withdrew from this event with a groin injury.

On the women's side, Loudres Dominguez Lino of Spain eliminated second-seeded Polona Hercog of Slovenia 6-3, 4-6, 6-3. No. 5 Simona Halep of Romania also bowed out with Laura Pous-Tio of Spain winning 6-3, 6-7 (4), 6-3.

No. 3 Greta Arn of Hungary defeated Edina Gallovits-Hall of Romania 6-4, 6-4, and No. 4 Gisela Dulko of Argentina advanced against Anna Tatishvili of Georgia 6-3, 6-1. No. 7-seeded Carla Suarez Navarro of Spain downed Sandra Zahlavova of the Czech Republic 6-4, 6-1.

Top-seeded Julia Goerges of Germany won her first-round match on Monday.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi bola.okezone.com

sumber :-

Sindikasi bola.okezone.com


"Premier League Lebih Kompetitif Dibanding La Liga"

Posted: 23 Feb 2011 01:02 PM PST

MANCHESTER – Bermain di pentas Premier League untuk tim besar sekelas Manchester United, jelas menjadi impian banyak pesepakbola tidak terkecuali Luís Carlos Almeida da Cunha alias Nani. Winger lincah The Red Devils itu mendeskripsikan dirinya melihat Premier League lebih kompetitif dibanding La Liga.
 
Lalu bagiamana Nani menggambarkan Liga super kompetitif yang kini menjadi kesehariannya? Akankah suatu saat nanti Nani akan beralih ke La Liga? Lantas apa komentarnya dengan ekspansi pemain di bursa transfer musim dingin kemarin? Berikut wawacara lengkap Nani seperti dikutip Goal, Kamis (24/2/2011).


Apakah Anda berpikir, Premier League liga paling kompetitif di Eropa? Apakah Anda ingin bermain di La Liga suatu hari nanti?
Ya, saya pikir Premier League liga paling kompetitif di Eropa. Bermain di La Liga, saya tidak tahu. Mungkin di masa mendatang tapi untuk saat ini saya menikmati hidup saya di Manchester.



Apakah Anda selalu bermimpi untuk bermain di Premier League bersama United?
Ketika saya masih kecil, saya selalu bermimpi bermain bersama klub besar. Tentu saja, ketika Manchester United memberi saya kesempatan untuk mendatangkan saya, saya selalu bersemangat dan senang bisa dikontrak oleh tim besar.
 
Juara Premier League tahun kemarin, Chelsea berhasil mendatangkan Fernando Torres. Bagaimana kontribusi dia bersama mereka?
Torres pemain fantastis. Tentu saja, akan ada perubahan kualitas untuk Chelsea. Tapi, itu bukan berarti mereka akan bermain lebih baik. Bahkan sebelum Torres pindah ke sana Chelsea tim yang sangat bagus. Tetapi sepakbola bukan hanya pemain, ini tentang tim
 
Bagaimana menurut Anda dengan kedatangan Chicharito (Javier Hernandez)?
Dia pemain bagus dan ia mencetak dua gol penting di pertandingan penting. Saya sengat dengannya dan saya senang dia bisa bermain di skuad.
 
Bagaimana perasaan Anda mengenai Federico Macheda, yang dipinjamkan ke Sampdoria?
Macheda pemain yang sangat berbakat dan ia pemain muda. Itulah sebabnya ia dipinjamkan. Saya menonton pertandingan Serie A. Saya pikir, dia bermain cukup baik. Mungkin, dia akan kembali dalam satu atau dua tahun mendatang dan memainkan peranan penting (untuk United). Saya senang jika ia bisa tinggal bersama kami.
(edo)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Lee Hendrie Sudah Pulih

Posted: 23 Feb 2011 12:53 PM PST

BANDUNG – Kabar baik buat Bandung FC. Kondisi Lee Hendrie dikabarkan sudah membaik dan siap tampil saat menjamu Tangerang Wolves.
 
Hendrie baru saja menjalani pemeriksaan dokter terkait rasa sakit di bagian otot betis kaki sebelah kanannya Rabu sore. Menurut analisa dokter tim, Ronald, Hendrie siap dimainkan karena semua yang dia rasakan hasilnyanegetif dan tidak ada gejala yang memprihatinkan.
 
"Kalau menurut dokter seperti itu, saya siap untuk main. Seperti yang ada di hati saya, saya ingin tetap main. saya juga minta dukungan teman-teman agar bisa bermain maksimal," ungkap Hendrie.
 
Hendrie menuturkan, usai diperiksa, stamina serta kondisi kakinya 100 persen pulih. Selama dua hari ini dia juga menjalani istirahat dan pemeriksaanpun dilakukan di hotelnya.
 
"Sejak Senin sampai Selasa saya menjalani istirahat untuk memokuskan ke pertandingan hari Sabtu," tuntas pemain kelahiran Birmingham, Inggris ini.
(hmr)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS