detikcom

sumber :-

detikcom


Miing: Dipenuhi Orang Parpol, PSSI Tidak Beres

Posted: 25 Feb 2011 06:56 AM PST

Jumat, 25/02/2011 21:56 WIB

Miing: Dipenuhi Orang Parpol, PSSI Tidak Beres
Adi Nugroho - detiksport


Jakarta - Dalam tubuh PSSI terdapat banyak tokoh partai politik. Faktor tersebut dinilai telah menyebabkan jalannya organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia itu tidak beres.

"Apabila organisasi olahraga, jangankan oleh orang partai, oleh suasana politik, udah enggak bakal beres, sebab ada kepentingan di situ. Apalagi ada orang partai yang numpuk di sana," ujar Anggota Komisi X DPR, Dedi Gumelar, dalam diskusi bertajuk 'Beranikah FIFA Menghukum Indonesia?' di Resto Sindang Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/02/11).

Menurut pria yang akrab disapa Miing ini, terlalu banyaknya politisi di organisasi olahraga seperti PSSI akan memperburuk suasana. Jika mereka tengah bertengkar, bukan kepentingan bangsa dan negara yang dibela, tetapi kepentingan kelompok.

"Kalau mereka yang bertengkar, itu tidak lagi bicara tentang merah putih tapi kepentingan politik dan bisnis pundi-pundi itu," imbuhnya.

Dan tak jarang, jika tengah berprestasi, maka para politisi akan saling klaim. "Bahkan Nurdin pernah mengatakan di luar negeri bahwa kemenangan timnas adalah hasil kader Golkar. Ini apa maksudnya?," tanya Miing heran.

Namun, ketika ditanya apakah demonstrasi menentang Nurdin Halid akhir-akhir ini akan merusak citra Partai Golkar tempat Nurdin bernaung, Miing menjawab hal tersebut tidak berkorelasi.

"Enggak, saya kira itu tidak berhubungan dengan kepartaiannya," jawab kader PDIP ini.

Miing pun berharap agar masyarakat tidak hanya menyalahkan Nurdin atas buruknya prestasi sepakola Indonesia. Ia juga menuntut pertanggungjawaban pengurus provinsi (Pengprov) PSSI yang turut mendukung Nurdin.

"Yang juga mesti diminta pertanggungjawabannya adalah Pengprov. Mereka yang menentukan duduk berdirinya Nurdin. Selama ini mereka hanya memegang suara saja tetapi tidak pernah melakukan pembinaan sepakbola di daerahnya," ujar Miing.
( adi / a2s )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

PSSI Kaltim: Demo Anti Nurdin Direkayasa

Posted: 25 Feb 2011 06:26 AM PST

Jumat, 25/02/2011 21:26 WIB

PSSI Kaltim: Demo Anti Nurdin Direkayasa
Saud Rosadi - detiksport


Samarinda - Pengprov PSSI Kaltim menilai maraknya demo anti Nurdin Halid yang terjadi di berbagai daerah telah direkayasa. Mereka juga mengusulkan kongres PSSI, yang akan berlangsung pada 26 Maret 2011 mendatang di Bali, ditunda hingga situasi mereda.

"Sebaiknya ditunda. Demonya berlebihan. Sudah kelihatan betul rekayasanya. Sejeleknya orang, PSSI punya jasa," kata Ketua Pengprov PSSI Kaltim, Achmad Amins, dalam perbincangan dengan dengan sejumlah wartawan di Kompleks Stadion Segiri, Jl. Kesuma Bangsa, Samarinda, Jumat (25/2/2011).

Amins menyadari, munculnya demo anti Nurdin Halid, disebabkan keputusan tim verifikasi yang hanya meloloskan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie, maju sebagai calon ketum PSSI. Dua bakal calon lainnya, George Toisutta dan Arifin Panigoro, tersingkir dalam proses verifikasi.

"Saya tahu Nirwan dan Nurdin punya prestasi. Tapi saya juga sangat menghargai aspirasi masyarakat tentang Pak George dan Arifin," ujar Amins.

"Kalau saya, maunya (George Toisutta dan Arifin Panigoro) digabung saja karena aspirasi saja. Biarkan saja bertarung fair. Tapi kan ada kriteria-kriterianya," imbuh Amins.

Selain anti Nurdin Halid, suporter di berbagai daerah juga menyuarakan tuntutan revolusi di tubuh PSSI, dengan membenahi kinerja PSSI menuju sepakbola prestasi.

"Nggak usah revolusi lah. Anda jamin 5 hingga 10 tahun Indonesia jadi juara? Tidak ada," sebut Amins.

"Jangan mimpi. Kita terlalu banyak rumahan. Ya uang, organisasi, ya sistem dan segala macam. Jangan mimpi dong. Siapa saja jadi ketua bisa buat Indonesia jadi juara? Belum tentu. Perjuangan sangat panjang," tambahnya.

Amins mengaku PSSI Kaltim belum memutuskan arah dukungannya, meski dinilainya Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie banyak berjasa dalam persepakbolaan nasional, khususnya di Kaltim.

"Nanti dilihat dulu. Saya ini tua di bola. Tigapuluh tahun saya di sepakbola. Apa sih program mereka," terangnya.

"Saya tahu uang Nurdin dan Nirwan (untuk sepakbola) dalam satu tahun. Triliunan," tutup Amins.

( a2s / a2s )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Yuyi di yuyi@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.522).

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen