KOMPASbola

sumber :-

KOMPASbola


4 Penalti Gagal, Milan Ditundukkan Internacional

Posted: 27 Jul 2011 06:20 PM PDT

MUENCHEN, KOMPAS.com — Internacional berhasil meraih peringkat ketiga Audi Cup 2011 setelah menundukkan AC Milan 2-0 dalam babak adu penalti di Stadion Allianz Arena, Rabu atau Kamis (28/7/2011) dini hari WIB.

Di waktu normal, kedua tim bermain imbang 2-2. Tragisnya, empat tendangan yang diberikan Milan gagal pada saat babak penalti. Tiga tendangan bisa diblok kiper Internacional, sementara satu tendangan lagi membentur tiang. Oleh karenanya, dua tendangan Internacional yang sukses menjebol gawang Milan sudah cukup memastikan kemenangan.

Seperti saat melawan Bayern Muenchen, Milan langsung memberikan gebrakan di awal pertandingan. Baru tiga menit, Zlatan Ibrahimovic sudah menikam gawang Internacional. Kerja sama cantik antara Clarence Seedorf dan Robinho membuat Ibra yang menerima bola leluasa membobol gawang lawan dan gol sehingga 1-0 untuk Milan.

"I Rossoneri" terus menekan. Beberapa kali aksi individu Robinho membuat Internacional kelabakan. Namun, keasyikan menyerang justru membuat pertahanan Milan lengah. Melalui serangan balik cepat pada menit ke-23, Leandro Damiao sukses menyamakan kedudukan.

Gol yang terjadi tak lepas dari kesalahan tiga bek Milan, Mario Yepes, Thiago Silva, dan Gianluca Zambrotta. Yepes tak mampu menghentikan kecepatan Gilberto di sisi kanan sehingga pemain Brasil itu mampu melepas bola mendatar ke kotak penalti yang gagal dihentikan Zambrotta dan Silva. Damiao yang bergerak cepat dengan mudah menembak dan masuk dan menghasilkan 1-1. Skor ini bertahan hingga jeda.

Milan tampil lebih bersemangat pada babak kedua. Alexandre Pato sebenarnya nyaris menggandakan keunggulan Milan pada menit ke-52. Namun, tembakannya dari dalam kotak penalti dimentahkan tiang gawang.

Meski demikian, Pato tak menyia-nyiakan peluang berikutnya yang didapat pada menit ke-60. Umpan Robinho di mulut gawang dengan mudah ia lesatkan ke jala Internacional, 2-1 untuk Milan.

Sial bagi Milan, kedudukan ini tak bisa dipertahankan. Gelandang Internacional, Andrés D'Alessandro, sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-80 setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti Milan.

Skor 2-2 bertahan hingga laga usai dan pertandingan terpaksa masuk babak adu penalti. Kiper Internacional, Renan, menjadi bintang di babak ini dengan menepis tiga tendangan algojo Milan.

Adu penalti
Milan:
Folati (gagal), Cassano (gagal), Oddo (gagal), Pato (gagal)
Internacional:
D'Alessandro (gol), Nei (gol), Glaydson (gagal)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

Kim Kurniawan: Indonesia Akan Menang

Posted: 27 Jul 2011 06:00 PM PDT

BATU, KOMPAS.com Salah satu pemain naturalisasi, Kim Jeffrey Kurniawan, mengatakan, secara teknis penampilan Indonesia tidak kalah dengan Turkmenistan pada laga pertama yang berlangsung di Ashgabat, Turkmenistan. Pada laga kedua, Indonesia bisa lebih baik dan menang.

Menurut dia, penampilan tim nasional (timnas) saat bertanding di Ashgabat kurang bisa berkembang karena faktor rumput lapangan yang jelek sehingga hasil seri 1-1 yang didapat timnas adalah yang terbaik dalam pertandingan tersebut.

Oleh karena itu, Kim juga optimistis bahwa timnas mampu mengalahkan Turkmenistan pada laga kedua. Pasalnya, kualitas rumput di Stadion Gelora Bung Karno lebih baik sehingga penampilan timnas akan cepat perkembang. Hal ini ditambah dengan dukungan suporter Indonesia.

"Saya rasa timnas bisa lebih baik saat main di Jakarta, dan pasti menang melawan Turkmenistan. Ini karena saat bermain di Ashgabat, rumputnya jelek. Makanya pemain kurang bisa mengembangkan permainan," ujarnya.

Pada laga pertama, timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih baru Wim Rijsbergen mampu menahan imbang tuan rumah Turkmenistan 1-1. Gol Indonesia dicetak M Ilham pada menit ke-29, sedangkan gol tuan rumah Turkmenistan dicetak Vyacheslav Krendelev pada menit ke-11. (ANT)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan