KOMPASbola

sumber :-

KOMPASbola


Pangeran Ali Ucapkan Selamat kepada Pesepakbola Putri

Posted: 06 Jul 2012 04:20 PM PDT

LONDON, KOMPAS.com - Wakil Presiden dan anggota komite eksekutif FIFA, Pangeran Ali Bin Al-Hussein, dari Yordania mengucapkan selamat kepada seluruh pemain sepak bola putri, karena FIFA telah mengizinkan penggunaan jilbab bagi para pesepakbola putri.

Langkah ini membuat sepak bola dapat dimainkan oleh para pemain putri Muslim, tanpa meninggalkan kewajiban mereka dalam memakai jilbab.

>"Untuk semua pemain putri di seluruh dunia, kami ucapkan selamat. Kami berharap dapat melihat penampilan kalian di lapangan. Sepak bola perempuan sedang bangkit, dan kami semua mengandalkan kalian. Kalian mendapatkan dukungan penuh dari kami," kata Pangeran Ali, Jumat (6/7/2012) di London.

Menurut Pangeran Ali, penghapusan larangan itu akan membuat sepak bola putri berkembang pesat di negara-negara berpenduduk mayoritas Islam.

PBB juga pernah melobi FIFA, untuk mengijinkan jilbab dipakai di arena sepak bola, sebagai bagian kampanye antidiskriminasi. Sebelumnya, jilbab dilarang dipakai dalam laga sepak bola oleh FIFA sejak 2007. Tim putri Iran yang memuncaki babak kualifikasi untuk olimpiade dihukum dengan kekalahan 0-3 dari Yordania, karena menolak melepaskan jilbab mereka. Hukuman itu memupus mimpi mereka untuk tampil di Olimpiade London. (Reuters/AP/ECA)

Galliani: Off-side Bisa Diterima, Gol Tidak

Posted: 06 Jul 2012 04:07 PM PDT

MILAN, KOMPAS.com - Wakil Presiden AC Milan, Adriano Galliani, menyambut baik keputusan FIFA untuk menggunakan teknologi garis gawang (GLT-Goal Line . Menurutnya, kesalahan wasit dalam menilai off-side bisa diterima, tetapi tidak untuk urusan gol.

FIFA memutuskan menggunakan GLT pada Kamis (5/7/2012). Menurut Presiden FIFA, Sepp Blatter, gagasan teknologi di sepak bola muncul dari insiden tidak disahkannya gol gelandang Inggris, Frank Lampard, ke gawang Jerman, yang dianulir wasit Jorge Larrionda di babak 16 besar Piala Dunia, 27 Juni 2010.

Selama periode tersebut, setidaknya terjadi dua insiden serupa yang dialami Lampard, yaitu gol penyerang Ukraina, Marko Devic, ke gawang Inggris, pada laga Grup D Piala Eropa, 19 Juni 2012 dan gol gelandang AC Milan, Sulley Muntari, ke gawang Juventus pada laga Serie-A, 25 Februari 2012.

"Saya tak akan memulai kontroversi, tetapi saya akan mengatakan akhirnya (GLT disahkan FIFA). Lebih baik terlambar daripada tidak sama sekali. Keputusan soal off-side dan hal lain yang meragukan selalu diterima, terutama ketika selisihnya hanya beberapa milimeter, seperti yang sering terjadi. Namun, (kesalahan) soal bola yang melewati garis gawang, kita harus mengintervensi karena saya tak ingin Anda lupa gambar gol Muntari yang selalu saya simpan di telepon saya," papar Galliani.

"Sekarang kita ingin liga-liga menggunakan GLT. Ini akan sulit, karena ada teknologi ini juga membutuhkan biaya. Saya berharap, teknologi ini setidaknya digunakan di liga-liga elit," tambahnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen