KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Petenis Austria Dihukum Seumur Hidup

Posted: 31 May 2011 03:47 PM PDT

Skandal Pengaturan Pertandingan

Petenis Austria Dihukum Seumur Hidup

Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Selasa, 31 Mei 2011 | 22:47 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Petenis Austria, Daniel Koellerer, mendapat hukuman seumur hidup tak boleh tampil dalam arena tenis profesional. Menurut Tennis Integrity Unit (TIU), Selasa (31/5/2011), Koellerer terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan.

Berdasarkan Uniform Tennis Anti-Corruption Programme, petenis berusia 27 tahun, peringkat ke-385 dunia, dan pernah mencapai posisi ke-55 atau tertinggi dalam kariernya pada 2009 tersebut dinyatakan bersalah atas tiga tuduhan, termasuk "merancang atau mencoba merancang hasil dari sebuah event".

"Larangan seumur hidup akan segera berlaku, dan berarti Bapak Koellerer tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam turnamen atau kompetisi yang diselenggarakan atau disetujui oleh badan yang mengatur tenis profesional," demikian pernyataan TIU.

Koellerer, yang juga didenda 100.000 dollar AS (sekitar Rp 855,991 juta), berhak melakukan banding ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS).

Sebagai informasi, TIU didirikan oleh Federasi Tenis Internasional (ITF) dan ATP dan WTA Tours untuk melindungi olahraga dari korupsi dan skandal perjudian. Semua pemain harus terdaftar pada program tersebut (Uniform Tennis Anti-Corruption Programme).

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Sang Juara Bertahan Lolos Susah Payah

Posted: 31 May 2011 03:20 PM PDT

Perancis Terbuka

Susah Payah, Sang Juara Bertahan Pun Lolos

Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Selasa, 31 Mei 2011 | 22:20 WIB

PARIS, KOMPAS.com — Juara bertahan Francesca Schiavone bangkit dari keterpurukan setelah kalah pada set pembuka dan tertinggal 1-4 pada set kedua untuk menaklukkan pemain muda Rusia, Anastasia Pavlyuchenkova. Dia dengan susah payah akhirnya maju ke semifinal Perancis Terbuka, Selasa (31/5/2011).

Pemain berusia 30 tahun tersebut merupakan wanita pertama dari Italia yang meraih sebuah gelar grand slam tersebut. Ia menjadi juara tahun lalu dengan 1-6, 7-5, 7-5 dalam partai perempat final yang bertaburan kesalahan. Ya, dalam laga tersebut tercipta total 13 break dan 79 unforced error.

Selanjutnya, unggulan kelima ini akan menghadapi pemenang antara unggulan ke-13 dari Rusia, Svetlana Kuznetsova, dan unggulan ke-11 yang menjadi petenis kebanggaan tuan rumah, Marion Bartoli. Mereka akan memperebutkan satu tiket menuju partai puncak grand slam lapangan tanah liat tersebut.

"Ini sangat sulit bagi saya pada awal pertandingan. Saya tidak bermain bagus di tengah lapangan. Namun, saya berharap melakukannya pada semifinal," ujar Schiavone.

"Untuk memenangi gelar lagi, saya masih harus mengalahkan dua pemain hebat."

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen