Republika Online

sumber :-

Republika Online


Virach Siap Dicalonkan untuk Pimpin Sepakbola Thailand

Posted: 11 May 2011 01:07 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,BANGKOK - Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) akan melaksanakan pemilihan kepengurusan baru. Manajer timnas Thailand, Virach Chanpanich, menyatakan siap untuk dicalonkan dalam posisi ketua umum FAT.

Virach yang juga pengurus FA Thailand itu mengatakan bahwa dirinya dicalonkan untuk pemilihan komite eksekutif (Exco) FAT pada akhir bulan ini. Demikian dikutip dari situs aseanfootball.org pada Rabu (11/5). "Saya siap untuk menjadi calon ketua umum," kata Virach.

Tidak hanya Virach yang sudah menyatakan siap maju dalam bursa pemilihan ketua umum. Datuk Worawi Makudi juga siap maju untuk mempertahankan posisinya sebagai ketua umum FAT. Kandidat lainnya adalah Pichate Munkong yang merupakan mantan pengurus Klub Thai Port FC.

Virach sukses membawa timnas Thailand merebut lima kali juara SEA Games. "Saya siap untuk membangun sepak bola Thailand dan membawa mimpi kejayaan sepak bola Thailand menjadi kenyataan," katanya.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Pilih Qatar Tuan Rumah Piala Dunia 2022, Anggota FIFA Terima Suap Rp 12,8 Miliar

Posted: 11 May 2011 12:53 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON - Dua anggota Komite eksekutif FIFA dituduh menerima suap sebesar 1,5 juta dollar AS (Rp 12,8 miliar) untuk memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. The Sunday Times mengajukan bukti-bukti tersebut kepada anggota parlemen di Komite budaya, media dan olahraga Parlemen Inggris.

Damian Collins, anggota parlemen dari Partai Konservatif, mengatakan bahwa wakil presiden FIFA Issa Hayatou dari Kamerun dan Jacques Anouma dari Pantai Gading telah disuap oleh Qatar untuk memenangkan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022.

Dua anggota komite eksekutif FIFA lainnya, Amos Adamu dan Reynald Temarii, sudah lebih dulu dikenakan sanksi terkait laporan Sunday Times soal praktik suap dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia.

"Bukti-bukti The Sunday Times mengklaim bahwa  1,5 juta dollar AS telah dibayarkan kepada anggota Komite Eksekutif FIFA, Issa Hayatou dan Jacques Anouma, yang kemudian memilih Qatar. Kami akan segera menerbitkan laporan ini,'' kata Collins.

Collins mengatakan bahwa bukti-bukti tersebut juga mengklaim Qatar secara khusus mempekerjakan broker untuk melobi anggota-anggota FIFA asal Afrika guna memberikan suara mereka. Namun Mike Lee, konsultan humas berbasis di London yang bekerja untuk tim kampanye Qatar, mengaku tidak tahu soal isu suap tersebut.

Lee, yang mantan direktur komunikasi Liga Primer, UEFA dan tim kampanye London 2012 Olimpiade, mengatakan kepada anggota parlemen,''Saya melihat tidak ada bukti dari tuduhan ini. Pengalaman saya adalah saya bisa langsung merasakan jika ada kejanggalan tersebut. Dan, saya tidak merasakan kejanggalan tersebut.''

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen