ANTARA - Olahraga

sumber :-

ANTARA - Olahraga


Bangkitnya perenang muda Indonesia

Posted: 17 Nov 2011 11:10 AM PST

Palembang (ANTARA News) - Pascamenurunnya prestasi renang Indonesia sejak ditinggal Ricard Sambera dan Elfira Rosa Nasution era 1990-an, kini di SEA Games XXVI/2011 tanda bangkitnya kembali perenang muda mulai terlihat.

Bintang yang bersinar pada SEA Games 2011 dari cabang renang Indonesia ada Yessy Yosaputra dan I Gede Siman Sudartawa berhasil mengukir prestasi gemilang dengan memecahkan dua rekor baru SEA Games serta menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

"Selain itu tim renang Indonesia juga telah memenuhi targetnya meraih enam medali emas seperti yang ditetapkan KONI Pusat. Bahkan kabar yang menggembirakan adalah tiga dari tujuh rekor baru SEA Games berhasil terpecahkan oleh perenang muda Indonesia," kata tim Manajer Renang Indonesia, Bambang usai perlombaan Kamis (17/11).

Dia menambahkan, ini suatu tanda akan kembalinya kejayaan olahraga renang Indonesia dengan lahirnya munculnya atlet muda yang sudah bisa menunjukkan prestasinya.

Selain Yeesy dan Siman keduanya merupakan atlet spesialis gaya punggung tersebut, atlet muda Indonesia lainnya yang juga bersinar di SEA Games kali ini ada Indra Gunawan peraih emas 50 meter gaya dada putra.

Kemudian Idham M Dasuki juga perenang muda gaya dada yang meraih perunggu di 200 meter gaya dada dan Gleen Victor Susanto yang perak 50 meter kupu-kupu selain itu serta Triady Fauzi juga perenang muda yang dipersiapkan untuk masa depan.

Kamudian diputrinya selain Yessy, Indonesia memiliki Ressa K Dewi peraih medali perunggu 400 meter gaya ganti perorangan dan Riana Saumi perak nomor 200 meter gaya kupu-kupu.

Kemudian lagi perenang muda lainnya dibagian putri ada Monalisa peringkat enam final SEA Games.

"Yang membanggakan pada SEA Games kali ini adalah secara kualitas dan kuntitas sudah ternenuhi baik target emas dan pemecahan rekor baru," kata Bambang.

Sementara itu mantan pelatih nasional M Radja Nasution yang ada ikut menyaksikan perlombaan cabang renang SEA Games di Palembang juga menagatakan, inilah era kebangkitan cabang renang Indonesia.

Munculnya perenang muda yang secara kualitas dan kuntitas sudah tercapai targetnya sehingga tinggal bagaimana sistem pembiayaannya pada masa depan.

"Saya yakin melihat materi yang ada saat ini ke depannya pasti akan bisa terukir kembali kejayaan renang Indoesia," kata Elfira Rosa Nasution mantan ratu renang Indonesia.

Kelima medali emas Indonesia tersebut dipersembahkan oleh Siman Sudartawa yang menyumbangkan dua medali emas dari nomor 50 meter dan 100 meter gaya punggung.

Sedangkan Yessy berhasil memecahkan rekor baru dinomor 200 meter gaya punggung putri dengan waktu 2 menit 15,73 detik

Prestasi yang luar biasa diciptakan Yessy setelah dirinya memecahkan rekor yang sejak 18 tahun lalu tidak terpecahkan atas nama Akkiko Thomson asal Philipina yang dibuatnya pada SEA Games 1993.

Sementara itu Menpora Andi Alfian Mallaranngeng juga menegaskan, ini merupakan momentum kebangkitan olahraga terukur Indonesia untuk menjadi "Raja di Asia Tenggara".

Untuk cabang renang Indonesia memiliki perenang muda seperti I Gede Siman Sudartawa yang berusia 16 tahun sudah bisa memecahkan rekor baru.

Pemerintah akan memperjuangkan dan mempertahankan para prestasi perenang muda muda yang telah dicapai.(N009/Z002)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Usia senja bukan penghalang rebut emas SEAG

Posted: 17 Nov 2011 10:14 AM PST

Palembang (ANTARA News) - Usia senja (46 tahun) tidak berpengaruh bagi Daud Fath Wangka untuk menyuguhkan medali emas cabang ski air bagi kontingen Indonesia di SEA Games XXVI di Danau Jakbaring, Palembang.

"Menjaga kondisi badan dan latihan rutin serta disiplin yang tinggi merupakan kunci pretasi dan itu saya prediksikan sebelumnya saat berlatih di Pelatnas SEA Games," ujar Daud di Palembang, Jumat.

Atlet asal DKI Jakarta itu mampu menyuguhkan prestasi terbaik bagi Merah-Putih.

Daud akan terus tampil di ski air hingga memperkuat tim DKI Jakarta di PON XVIII Riau tahun 2012 mendatang.

"Setelah itu saya akan turun sebagai pelatih. Tetapi dengan catatan ada atlet junior yang mampu menggantikan posisinya untuk berprestasi bagi Indonesia maupun tim PON DKI," katanya.

Daud yang kini memiliki dua anak dan istri itu sudah menyuguhkan tujuh medali emas bagi Indonesia sejak tahun 1983.

Prestasi cukup membanggakan itu patut dicontoh para juniornya dalam menggapai prestasi puncak.

Di cabang ski air SEA Games, Indonesia cukup merajai, namun kali ini persaingan cukup ketat terutama datang dari Malaysia dan Thailand.

"Kekuatan dua negara itu diperhatikan para atlet junior yang nantinya dipersiapkan menuju SEA Games XXVII di Myanmar tahun 2013 mendatang," katanya.

Ia mengaku, jika setiap hari berkumpul dan berlatih dengan atlet junior maka perasaannya masih muda sehingga tidak merasa tua untuk berkompetisi.

"Hal itu yang membangkitkan saya untuk tampil maksimal setiap pertandingan yang dilakukannya khususnya di nomor slalom putra," tegasnya yang juga dilatih oleh teman satu angkatannya. (ANT-131 /B013)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan