Republika Online

sumber :-

Republika Online


Indonesia Kalah 10 Emas, Thailand Juara Umum

Posted: 20 Dec 2011 06:47 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Kontingen Thailand berhasil keluar sebagai juara umum pada pesta olahraga atlet disabilitas antarnegara Asia Tenggara 'ASEAN Paragames VI' di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kontingen Negeri Gajah Putih tersebut menjadi juara umum dengan meraih 123 medali emas, 96 perak, dan 73 perunggu.

Sementara, tuan rumah Indonesia harus puas dengan posisi kedua. Merah Putih meraih 113 medali emas, 108 perak, dan 89 perunggu. Posisi ketiga ditempati kontingen Malaysia dengan 51 medali emas, 36 perak, dan 45 perunggu. Vietnam di posisi keempat lewat 44 emas, 44 perak, dan 72 perunggu.

Filipina menyusul dengan 23 emas, 23 perak, dan 18 perunggu. Kontingen Myanmar menempati peringkat keenam dengan 11 emas, delapan perak, dan 12 perunggu. Posisinya berikutnya adalah Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja dan Timor Leste. Laos menempati peringkat terakhir dengan satu perak dan satu perunggu.

ASEAN Paragames VI digelar sejak 15 hingga 19 Desember. Sebanyak 302 rekor dari tiga cabang olahraga berhasil dipecahkan para atlet.

Even ini mempertandingkan 11 cabang olahraga yaitu atletik, angkat berat, renang, boling, bulu tangkis, catur, goal ball, panahan, tenis meja, tenis lapangan duduk, dan voli duduk. Upacara penutupan yang dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo, semalam diwarnai dengan hujan yang mengguyur Solo sejak siang hari.

Full content generated by Get Full RSS.

Menpora Berhujan Ria di Hari Penutupan Paragames

Posted: 20 Dec 2011 06:32 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Hujan kemarin mengguyur Kota Solo sejak siang hari. Tak pelak, 'serangan' butir-butir air dari langit itu mengacaukan upacara penutupan pesta olahraga penyandang disabilitas tingkat Asia Tenggara 'ASEAN Paragames 2011' di Stadion Manahan Solo.

Rangkaian acara menjadi berubah. Hal itu terlihat ketika marching band Universitas Sebelas Maret Surakarta membuka acara penutupan tersebut. Mereka memainkan aksinya di tribun barat sisi selatan stadion dan tidak di tengah lapangan.

Kekisruhan lainnya terjadi ketika parade para kontingen berlangsung. Dalam parade yang diawali cabang tenis kursi roda itu, hanya petugas pembawa papan nama yang melintas di hadapan ribuan penonton di Manahan.
Para atlet yang seharusnya ikut dalam parade tersebut akhirnya hanya berteduh tanpa mengikuti parade.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, bersama Presiden ASEAN Para Sport Federation, Dato Zaenal Abu Zarin, harus rela berhujan-hujan saat menyampaikan pidato sambutan. Dalam pembacaan sambutannya, Andi menyatakan penyelenggaraan pesta olahraga dua tahunan itu telah selesai dengan baik.

"Ini sesuai dengan tujuan awal, yakni sukses penyelengaraan, prestasi, pemberdayaan ekonomi," katanya. "Nyuwun pangapunten, mohon maaf jika masih ada kekurangan. Kami sudah berusaha memberi yang terbaik."

Para atlet membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berpretasi. Oleh karena itu, Andi meminta masyarakat jangan malu atau mengucilkan penyandang disabilitas. "Ajak mereka berolahraga," katanya.

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen