detikcom

sumber :-

detikcom


Menpora Minta Polisi dan Petugas Lebih Tegas Atur Penonton Bandel

Posted: 06 Sep 2011 10:51 AM PDT

Rabu, 07/09/2011 00:51 WIB

Menpora Minta Polisi dan Petugas Lebih Tegas Atur Penonton Bandel
Anwar Khumaini - detiksport


Jakarta - Menpora Andi Mallarangeng mengomentari beberapa hal terkait pertandingan Indonesia versus Bahrain Selasa (6/9/2011) malam. Salah satunya, ia meminta polisi dan petugas lebih tegas mengatur penonton bandel.

Pertandingan sempat dihentikan wasit sekitar 15 menit di babak kedua karena gangguan dari penonton yang membakar kembang api dan mercon. Meski akhirnya dilanjutkan, Indonesia tak mampu mengejar ketinggalan dan kalah 0-2.

"FIFA memang tak bisa tolerir gangguan-gangguan seperti itu. Kita semua pun ingin menjadi tuan rumah yang baik dan menang secara ksatria. Sebenarnya penonton kita hampir semuanya tertiba. Hanya satu-dua orang yang pakai petasan. Oleh karena itu ke depan ini jadi pelajaran. Polisi dan petugas diharap lebih tegas untuk men-screening suporter yang masuk, dengan melakukan sweeping dan semacamnya," urai Andi kepada wartawan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, seusai pertandingan.

Mengenai kekalahan skuad "Garuda" – untuk kedua kalinya setelah di pertandingan pertama Grup E kalah 0-2 di Iran –, Menpora berharap perjuangan dilanjutkan, karena Indonesia belum benar-benar habis kansnya.

"Yang jelas, mari kita dukung timnas kita. Masih ada empat pertandingan lagi dan kita akan berusaha terus, jangan berputus asa. Kita harapkan ke depan kita lebih siap lagi," ujarnya.

Sementara itu, pelatih Bahrain Peter Taylor juga menanggapi soal insiden mercon yang membuat timnya sempat masuk ke ruang ganti setelah wasit menghentikan untuk sementara.

"Sangat disayangkan hal tersebut terjadi dalam pertandingan ini, karena saya pikir suporter di sini sangat fantastis. Tapi, kadang-kadang sangat sulit untuk mengatur suporter dan kembang api. Jadi bagi wasit ini pasti keputusan yang sulit," tukas pelatih asal Inggris itu.

( a2s / mfi )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.

Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
  • Yuyi di yuyi[at]detik.com, telepon 021-7941177 (ext.522) atau,
  • Rafika di rafika[at]detik.com, telepon 021-7941177 (ext.506).

Timnas Kalah Bukan karena Kelelahan

Posted: 06 Sep 2011 10:04 AM PDT

Rabu, 07/09/2011 00:04 WIB

Timnas Kalah Bukan karena Kelelahan
Rossi Finza Noor - detiksport


Jakarta - Kapten Indonesia Bambang Pamungkas menolak menyalahkan faktor fisik sebagai biang kekalahan 'Merah Putih' di tangan Bahrain. Bepe juga meminta maaf atas kekalahan tersebut.

Harus bertanding pada hari Selasa (6/9/2011), Indonesia baru tiba di Tanah Air hari Minggu (4/9) setelah menjalani lawatan ke Teheran untuk menghadapi tuan rumah Iran.

Jadwal padat itu memang memengaruhi kondisi fisik para pemain timnas ketika dibekuk Bahrain 0-2 di Jakarta. Meski begitu, Bambang selaku kapten menolak mengkambinghitamkan jadwal.

"Seperti yang sudah saya katakan kemarin, memang tidak menguntungkan bagi kami karena baru sampai pada hari Minggu malam dari Iran," kata Bambang kepada wartawan usai laga kontra Bahrain.

"Namun, itu bukanlah sebuah alasan, meski di lapangan tadi ada banyak pemain yang mengalami kram," imbuh penyerang Persija Jakarta tersebut.

Kekalahan dari Bahrain adalah kekalahan kedua beruntun Indonesia karena di laga pertama Indonesia digasak Iran 0-3. Meski kans untuk lolos ke fase berikut di kualifikasi Piala Dunia 2014 zona AFC menipis, Bambang menganggap tidak ada yang mustahil.

"Saya juga meminta maaf atas kekalahan hari ini. Tapi, kita masih punya empat pertandingan lagi dan di dalam sepakbola tidak ada yang mustahil," ujar Bambang.

"Seperti kata coach (Wim Rijsbergen), mungkin nantinya akan ada pemain baru untuk tim nasional, tapi bagi saya pribadi, siapapun yang akan bermain nanti tak ada masalah," tambahnya.

( arp / mfi )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detiksport@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untukberpartisipasi.

Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
  • Yuyi di yuyi[at]detik.com, telepon 021-7941177 (ext.522) atau,
  • Rafika di rafika[at]detik.com, telepon 021-7941177 (ext.506).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen