KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Pesepakbola Remaja "Bunuh" Penjaga Garis

Posted: 03 Dec 2012 11:44 PM PST

Pesepakbola Remaja "Bunuh" Penjaga Garis

Selasa, 4 Desember 2012 | 07:44 WIB

THE HAGUE, Kompas.com - Seorang penjaga garis atau asisten wasit sebuah pertandingan sepakbola di Belanda dinyatakan mati klinis setelah dipukuli sejumlah pemain remaja.

"Dia dinyatakan meninggal dunia secara klinis,"  kata jurubicara polisi Bernhard Jens.

Polisi menahan tiga pemain yang baru berusia 15-16 tahun dari klub Nieuwe Sloten, Amsterdam. Mereka dituduh memukuli sang penjaga garis sesaat setelah klub mereka menghadapi klub Buitenboys, Almere, Minggu (2/12).

Media Belanda juga menyebut bahwa penjaga garis yang malang tersebut berulangkali juga dilecehkan para pemain sepanjang pertandingan. Saat dikeroyok, ia menerima tendangan di bagian kepala.

Sore harinya, penjaga garis tersebut merasa tidak sehat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Setelah kejadian tersebut, polisi mencokok tiga tersangka pelaku dari rumah mereka di Ameseterdam pada Minggu malam. Mereka kemudian dikeluarkan dari Nieuwe Sloten dan klub tersebut memutuskan mundur dari kejuaraan musim ini.

Kejadian ini disesalkan Menteri Olahraga Belanda, Edith Schippers.  "Mengerikan sekali bila hal semacam itu terjadi di lapangan olahraga Belanda," kata Schippers. "Ini tidak ada hubungan dengan olahraga tersebut dan tak dapat diterima."

Badan sepakbola Belanda (KNVB) juga menyesalkann peristiwa ini. "Kejadian ini sering berlangsung pada usia ini (15-16 tahun).
Ini memang masa-masa usia yang sulit."

Editor :

A. Tjahjo Sasongko

Nadal Incar Perancis Terbuka

Posted: 03 Dec 2012 10:21 PM PST

Nadal Incar Perancis Terbuka

Selasa, 4 Desember 2012 | 06:21 WIB

MADRID, KOMPAS.com — Petenis Spanyol, Rafael Nadal, bertekad mencapai kembali puncak permainannya di turnamen grand slam Perancis Terbuka, Mei.

Nadal tengah memulihkan diri setelah mengalami kambuh cedera tulang lutut di babak kedua turnamen Wimbledon, Juli lalu.

Absen selama lima bulan telah membuat peringkat ATP Nadal merosot hingga posisi empat.

Untuk mengejar ambisinya tersebut, dua pekan lalu Nadal mulai berlatih ringan meski hanya memukul bola. "Pemulihan saya berjalan lancar dan dokter sangat puas," kata Nadal dalam sebuah wawancara radio Spanyol.

"Saya melihat karier saya untuk lima tahun mendatang. Saya ingin melakukan operasi (cedera), tetapi dokter tidak menyarankan karena hal ini berisiko tinggi terhadap karier saya," ungkap Nadal lagi.

Karena itulah Nadal bersikap pragmatis terhadap perkembangan kariernya. "Saya ingin kembali pada Januari ini," katanya. "Namun, saya harus realistis dan tidak berambisi bermain dan menjadi juara di Australia Terbuka."

"Saya juga tidak berambisi untuk selalu menang dalam turnamen-turnamen pertama. Saya tidak peduli apakah saya akan merosot ke peringkat 15, asal saya yakin masih terus dapat bermain," ungkap Nadal.

"Saya hanya ingin sudah siap 100 persen saat turnamen Monte Carlo dan bersiap untuk Roland Garros," lanjutnya.

Nadal meraih gelar ketujuh di Roland Garros, Mei lalu.

Editor :

A. Tjahjo Sasongko

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen