ANTARA - Olahraga

sumber :-

ANTARA - Olahraga


Bangkitnya perenang muda Indonesia

Posted: 17 Nov 2011 11:10 AM PST

Palembang (ANTARA News) - Pascamenurunnya prestasi renang Indonesia sejak ditinggal Ricard Sambera dan Elfira Rosa Nasution era 1990-an, kini di SEA Games XXVI/2011 tanda bangkitnya kembali perenang muda mulai terlihat.

Bintang yang bersinar pada SEA Games 2011 dari cabang renang Indonesia ada Yessy Yosaputra dan I Gede Siman Sudartawa berhasil mengukir prestasi gemilang dengan memecahkan dua rekor baru SEA Games serta menyumbangkan medali emas untuk Indonesia.

"Selain itu tim renang Indonesia juga telah memenuhi targetnya meraih enam medali emas seperti yang ditetapkan KONI Pusat. Bahkan kabar yang menggembirakan adalah tiga dari tujuh rekor baru SEA Games berhasil terpecahkan oleh perenang muda Indonesia," kata tim Manajer Renang Indonesia, Bambang usai perlombaan Kamis (17/11).

Dia menambahkan, ini suatu tanda akan kembalinya kejayaan olahraga renang Indonesia dengan lahirnya munculnya atlet muda yang sudah bisa menunjukkan prestasinya.

Selain Yeesy dan Siman keduanya merupakan atlet spesialis gaya punggung tersebut, atlet muda Indonesia lainnya yang juga bersinar di SEA Games kali ini ada Indra Gunawan peraih emas 50 meter gaya dada putra.

Kemudian Idham M Dasuki juga perenang muda gaya dada yang meraih perunggu di 200 meter gaya dada dan Gleen Victor Susanto yang perak 50 meter kupu-kupu selain itu serta Triady Fauzi juga perenang muda yang dipersiapkan untuk masa depan.

Kamudian diputrinya selain Yessy, Indonesia memiliki Ressa K Dewi peraih medali perunggu 400 meter gaya ganti perorangan dan Riana Saumi perak nomor 200 meter gaya kupu-kupu.

Kemudian lagi perenang muda lainnya dibagian putri ada Monalisa peringkat enam final SEA Games.

"Yang membanggakan pada SEA Games kali ini adalah secara kualitas dan kuntitas sudah ternenuhi baik target emas dan pemecahan rekor baru," kata Bambang.

Sementara itu mantan pelatih nasional M Radja Nasution yang ada ikut menyaksikan perlombaan cabang renang SEA Games di Palembang juga menagatakan, inilah era kebangkitan cabang renang Indonesia.

Munculnya perenang muda yang secara kualitas dan kuntitas sudah tercapai targetnya sehingga tinggal bagaimana sistem pembiayaannya pada masa depan.

"Saya yakin melihat materi yang ada saat ini ke depannya pasti akan bisa terukir kembali kejayaan renang Indoesia," kata Elfira Rosa Nasution mantan ratu renang Indonesia.

Kelima medali emas Indonesia tersebut dipersembahkan oleh Siman Sudartawa yang menyumbangkan dua medali emas dari nomor 50 meter dan 100 meter gaya punggung.

Sedangkan Yessy berhasil memecahkan rekor baru dinomor 200 meter gaya punggung putri dengan waktu 2 menit 15,73 detik

Prestasi yang luar biasa diciptakan Yessy setelah dirinya memecahkan rekor yang sejak 18 tahun lalu tidak terpecahkan atas nama Akkiko Thomson asal Philipina yang dibuatnya pada SEA Games 1993.

Sementara itu Menpora Andi Alfian Mallaranngeng juga menegaskan, ini merupakan momentum kebangkitan olahraga terukur Indonesia untuk menjadi "Raja di Asia Tenggara".

Untuk cabang renang Indonesia memiliki perenang muda seperti I Gede Siman Sudartawa yang berusia 16 tahun sudah bisa memecahkan rekor baru.

Pemerintah akan memperjuangkan dan mempertahankan para prestasi perenang muda muda yang telah dicapai.(N009/Z002)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Usia senja bukan penghalang rebut emas SEAG

Posted: 17 Nov 2011 10:14 AM PST

Palembang (ANTARA News) - Usia senja (46 tahun) tidak berpengaruh bagi Daud Fath Wangka untuk menyuguhkan medali emas cabang ski air bagi kontingen Indonesia di SEA Games XXVI di Danau Jakbaring, Palembang.

"Menjaga kondisi badan dan latihan rutin serta disiplin yang tinggi merupakan kunci pretasi dan itu saya prediksikan sebelumnya saat berlatih di Pelatnas SEA Games," ujar Daud di Palembang, Jumat.

Atlet asal DKI Jakarta itu mampu menyuguhkan prestasi terbaik bagi Merah-Putih.

Daud akan terus tampil di ski air hingga memperkuat tim DKI Jakarta di PON XVIII Riau tahun 2012 mendatang.

"Setelah itu saya akan turun sebagai pelatih. Tetapi dengan catatan ada atlet junior yang mampu menggantikan posisinya untuk berprestasi bagi Indonesia maupun tim PON DKI," katanya.

Daud yang kini memiliki dua anak dan istri itu sudah menyuguhkan tujuh medali emas bagi Indonesia sejak tahun 1983.

Prestasi cukup membanggakan itu patut dicontoh para juniornya dalam menggapai prestasi puncak.

Di cabang ski air SEA Games, Indonesia cukup merajai, namun kali ini persaingan cukup ketat terutama datang dari Malaysia dan Thailand.

"Kekuatan dua negara itu diperhatikan para atlet junior yang nantinya dipersiapkan menuju SEA Games XXVII di Myanmar tahun 2013 mendatang," katanya.

Ia mengaku, jika setiap hari berkumpul dan berlatih dengan atlet junior maka perasaannya masih muda sehingga tidak merasa tua untuk berkompetisi.

"Hal itu yang membangkitkan saya untuk tampil maksimal setiap pertandingan yang dilakukannya khususnya di nomor slalom putra," tegasnya yang juga dilatih oleh teman satu angkatannya. (ANT-131 /B013)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPASbola

sumber :-

KOMPASbola


Pelatih Malaysia Ogah Komentari Kartu Merah

Posted: 17 Nov 2011 04:08 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Malaysia Ong Kim Swee diganjar kartu merah oleh wasit pada babak kedua laga penyisihan Grup A SEA Games XXVI/2011 antara Indonesia dan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (17/11/2011). Namun, Kim Swee ogah berkomentar soal keputusan wasit tersebut.

Kim Swee diusir dari bench di pinggir lapangan pada menit ke-68 dan kemudian duduk di tribun penonton didampingi sejumlah tim ofisialnya. "Saya tidak ingin berkomentar. Anda bisa mengomentari  permainan. Namun, jangan tanya saya soal keputusan wasit," kata Kim Swee seusai pertandingan.

Wasit Fahad Alkassar mengeluarkan kartu merah setelah Swee melontarkan protes keras terhadap wasit. Ia menilai hukuman kartu kuning terlalu ringan untuk pemain Indonesia, Ferdinand Sinaga, yang menjatuhkan pemainnya pada menit ke-66. Ferdinand melakukan sliding ke arah Ibrahim, yang mencetak satu-satunya gol untuk Malaysia dalam pertandingan tadi.

Full content generated by Get Full RSS.

Kim Swee: Timnas Malaysia Menakjubkan

Posted: 17 Nov 2011 03:52 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih kesebelasan nasional Malaysia Ong Kim Swee berharap rumput di lapangan Stadion Gelora Bung Karno diperbaiki. Kondisi lapangan saat ini kurang mendukung permainan babak semifinal maupun final.

Sejak 3 November 2011, Stadion Gelora Bung Karno (GBK) selalu menjadi tempat pertandingan sepak bola penyisihan Grup A pada SEA Games XXVI. Stadion ini bahkan sempat digunakan untuk pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 antara timnas senior Indonesia dan Iran.

Kondisi ini membuat rumput di lapangan GBK tak sebagus pekan lalu. Pada laga Kamis (17/11/2011) malam, misalnya, pemain tuan rumah Indonesia kerap terpeleset dan gagal menguasai bola akibat buruknya lapangan.

"Rumput tidak terlihat begitu bagus seperti pertandingan pertama. Mungkin terlalu banyak hujan. Saya berharap ada perbaikan rumput pada semifinal nanti," kata Kim Swee setelah timnya mengalahkan Indonesia dalam laga semalam.

Mengenai calon lawannya di semifinal,  Kim Swee tak mau meremehkan Myanmar. Malaysia memastikan diri lolos ke semifinal setelah membungkam Indonesia 1-0, Kamis (17/11/2011). Berkat kemenangan ini, "Harimau Muda" yang berstatus juara Grup A akan berhadapan dengan runner-up Grup B, Myanmar.

"Bagi saya, setiap tim yang lolos ke semifinal adalah tim kuat yang tak bisa diremehkan. Jadi itu tidak akan menjadi pertandingan yang mudah," kata Kim Swee.

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

detikcom

sumber :-

detikcom


Akhir Musim, Ballack Tinggalkan Leverkusen

Posted: 17 Nov 2011 11:07 AM PST

Full content generated by Get Full RSS.

Milito: Inter adalah Rumahku

Posted: 17 Nov 2011 10:25 AM PST

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kosmo Online - Sukan

sumber :-

Kosmo Online - Sukan


Harimau Muda tunjuk kejaguhan

Posted:

Harimau Muda tunjuk kejaguhan

Harimau Muda tunjuk kejaguhan

PERDANA Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak (duduk dua dari kanan) bersorak gembira di bilik penginapannya di Nusa Dua, Bali malam tadi ketika menyaksikan perlawanan secara langsung antara Malaysia dan Indonesia. Najib berada di Bali kerana menghadiri Sidang Kemuncak ASEAN.


JAKARTA – Panas, dramatik dan penuh mendebarkan!

Itu yang berlaku di Stadium Gelora Bung Karno malam tadi yang menyaksikan Harimau Muda berjaya membenam ego Indonesia hasil kemenangan 1-0 pada aksi terakhir Kumpulan A temasya Sukan SEA 2011.

Kemenangan tersebut menyaksikan Harimau Muda mara ke saingan separuh akhir apabila mengungguli Kumpulan A dengan mengumpul sepuluh mata – satu mata di hadapan Indonesia yang turut menempatkan diri dalam kelompok empat pasukan terbaik pada temasya kali ini.

Namun yang paling mencuri tumpuan pada aksi malam tadi ialah apabila jurulatih Harimau Muda, Ong Kim Swee diarahkan meninggalkan bangku simpanan pemain pada minit ke-68 selepas beliau didakwa mempertikaikan keputusan pengadil perlawanan, Fahad Alkassar dari Emiriyah Arab Bersatu (UAE).

Tampil di hadapan hampir 100,000 penyokong fanatik Indonesia, Kim Swee menurunkan kesebelasan terbaiknya dengan Mahali Jasuli, Mohd. Muslim Ahmad, Mohd. Fadhli Shas, Mohd. Asraruddin Putra Omar terus diberi kepercayaan berada di benteng pertahanan, manakala Khairul Fahmi Che Mat kekal menjaga gawang Harimau Muda.

Bahagian tengah pula dijana kapten Baddrol Bakhtiar sambil dibantu empat pemain – Mohd. Irfan Fazail, Mohd. Fandi Othman, Wan Zaharul Nizam Wan Zakaria, Muhd. Nazmi Faiz Mansor sementara Izzaq Faris Ramlan bergerak solo di jentera serangan.

Sang Garuda Muda pula tidak menurunkan beberapa tonggak utamanya dalam kesebelasan utama seperti penggempur berbisa, Patrich Wanggai dan Octovianus Maniani.

Seawal minit keempat, Baddrol terlebih dahulu menguji benteng Sang Garuda Muda yang diterajui penjaga gol, Andritany Ardhiyasa. Bagaimanapun, rembatan Baddrol dari luar kotak penalti berjaya dinafikan Andritany.

Ketika perlawanan baru memasuki minit ke-14, pemain sayap lincah, Wan Zaharul Nizam terpaksa dikeluarkan ekoran kecederaan dan tempatnya digantikan oleh Syahrul Azwari Ibrahim.


PENYERANG Malaysia, Izzaq Faris Ramlan dikawal rapi oleh pertahanan Indonesia, Seftia Hadi (kiri) pada pertemuan di Jakarta malam tadi.


Baru tiga minit berada di tengah padang, Syahrul mula menunjukkan bisanya apabila berjaya merobek gawang Indonesia menerusi satu serangan balas pada minit ke-17.

Gol tersebut ternyata menyemarakkan barisan Harimau Muda menggempur kubu tuan rumah. Pada minit ke-22, pemain tengah, Muhd. Nazmi Faiz Mansor berpeluang menguji benteng Indonesia, namun percubaannya gagal menghasilkan gol.

Dengan sesekali Indonesia mengacah kubu Harimau Muda, Baddrol dan rakan-rakan sepasukannya jelas sekali berjaya menyerap tekanan dengan terus melancarkan beberapa serangan ke gawang Indonesia. Namun, tiada sebarang tambahan gol dicipta kedua-dua pasukan.

Pada minit ke-56, Izzaq dilayangkan kad kuning selepas mengasari Andritany dalam kawasan penalti. Dua minit kemudian, Kim Swee membuat pertukaran dengan memasukkan pemain tengah, K. Gurusamy dan digantikan dengan Irfan.

Biarpun beberapa percubaan dihasilkan kedua-dua pasukan, namun tiada gol dijelmakan sehingga wisel penamat ditiup oleh Fahad.

Dengan kemenangan itu, Harimau Muda akan membuat perhitungan dengan naib juara Kumpulan B, Myanmar, manakala Indonesia berdepan juara Kumpulan B, Vietnam pada aksi separuh akhir esok (19 November).

Dalam pada itu Kim Swee ketika ditemui berkata, dia gembira dengan karaktor yang ditunjukkan skuad muda negara pada perlawanan tersebut.

"Mereka bukan sahaja berdepan dengan pemain Indonesia tetapi juga ribuan penyokong fanatik tuan rumah. Kemenangan ini tidak bermakna jika kita gagal mempertahankan pingat emas yang dimenangai pada Sukan SEA 2009 di Laos," katanya.

Full content generated by Get Full RSS.

Silat lenyapkan sorakan Indonesia

Posted:

[unable to retrieve full-text content]JAKARTA - Sorakan daripada penyokong Indonesia ternyata tidak menggentarkan pesilat lelaki negara, Ahmad Shahril Zailudin bagi memburu pingat emas Sukan SEA 2011.

Kuartet emas terima pingat di KL

Posted:

Kuartet emas terima pingat di KL

Kuartet emas terima pingat di KL

Oleh IKHWAN IDERIS
ikhwan.ideris@kosmo.com.my


GANDINGAN kuartet 4 X 400 meter negara, dari kiri Mohd. Yunus, Kannathasan dan Schezuan ceria selepas menerima pingat emas masing-masing di Majlis Sukan Negara, Kuala Lumpur semalam.


AKHIRNYA dapat pingat. Setelah gagal untuk menerima pingat emas di Palembang disebabkan masalah menukar tiket penerbangan tempoh hari, barisan kuartet emas 4X400 meter negara menerima pingat masing-masing semalam.

Tiada sebarang majlis gilang-gemilang atau iringan nyanyian lagu Negaraku kedengaran, S. Kannathasan, Schezuan Ahmad Rosely dan Mohd. Yunus Lasaleh hanya menerima pingat yang disampaikan jurulatih, Hamberi Mahat di Majlis Sukan Negara (MSN), Kuala Lumpur semalam.

Selepas menerima pingat masing-masing, gandingan kuartet tersebut menerima tepukan daripada pengurus skuad olahraga negara ke Sukan SEA, Rajmah Sheikh Ahmad serta kira-kira 10 orang wartawan dan jurugambar yang hadir.

Malangnya, seorang lagi pelari negara, P. Yuvaraj sekali lagi terlepas untuk menerima pingat yang menjadi haknya kerana telah pulang ke Pulau Pinang untuk menghadapi peperiksaan.

Hamberi ternyata tidak dapat menyembunyikan kekecewaan berhubung insiden tersebut sambil menyifatkan Kesatuan Olahraga Amatur Malaysia (KOAM) terutamanya Pengerusi Kejurulatihannya, Karim Ibrahim wajar dipersalahkan.

Kenyataan bahawa KOAM silap kerana memandang rendah kemampuan atlet tidak dapat diterimanya sama sekali.

Pasukan tersebut tidak hanya mendapat penerbangan lewat ke Palembang iaitu pada 12 haribulan yang menyukarkan mereka membuat persiapan, mereka juga tidak diiringi oleh jurulatih mereka, Hamberi, Tambukrishnan dan S. Jayabalan.

"Pengerusi kejurulatihan KOAM sepatutnya memiliki statistik yang kuat, perlu ada data-data, catatan masa dan kemampuan atlet.

"Bagi saya, jurulatih Tambukrishnan dan S. Jayabalan, kami sudah mengenal pasti kemampuan atlet kami. Sebelum sukan SEA, catatan terbaik (larian 400 meter) atlet Asia Tenggara 47.6 (saat) sahaja, sedangkan dua daripada atlet pasukan ini telah mencatatkan 47.7, seorang 47.8 dan 48.1 saat.

"Pasukan ini sepatutnya tidak boleh dipinggirkan, sekiranya dibandingkan dengan atlet kategori B yang lain, itu yang menjadi persoalan dan pengerusi kena jawab perkara ini," katanya.

Hamberi turut berpendapat pihak KOAM wajar untuk meminta maaf berhubung insiden tersebut.

"Kalau dia nak minta maaf, memang wajar. Bagaimanapun dia sepatutnya lebih telus, ini untuk negara bukan peribadi.

"Saya harap empat orang atlet ini diberi pendedahan lebih, walaupun mereka berlari dalam keadaan tertekan, mereka boleh buat sesuatu yang membanggakan negara.

"Ini termasuk juga dengan atlet lain seperti Roslinda Samsu dan Noraseela Khalid sentiasa dalam keadaan tertekan disebabkan pengurusan KOAM, namun masih boleh menyumbangkan sesuatu untuk negara," katanya.

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Vettel Harus Bertahan di Red Bull

Posted: 18 Aug 2011 06:14 AM PDT

F1

Vettel Harus Bertahan di Red Bull

Emilius Caesar Alexey | Nasru Alam Aziz | Kamis, 18 Agustus 2011 | 13:14 WIB

AFP/F.DUFOUR

Sebastian Vettel

TERKAIT:

LONDON, KOMPAS.com -- Sebastian Vettel harus bertahan di tim Red Bull sampai beberapa tahun ke depan jika ingin merebut beberapa gelar juara dunia F1. Konsistensi pebalap dan personel pada sebuah tim sangat penting untuk merebut gelar juara berulang kali.

"Sebuah tim selalu berkembang bersama para pebalapnya tetapi juga dapat turun berama pebalap. Pebalap adalah faktor penting bagi sebuah tim," kata Franz Tost, ketua tim Toro Rosso, Kamis (18/8/2011) di London.            

Franz Tost adalah mantan bos Vettel saat pebalap Jerman itu memenangkan ajang F1 seri Italia untuk pertama kalinya di tahun 2008, untuk tim Toro Rosso. Tost juga orang yang melepaskan Vettel untuk pindah ke tim Red Bull di tahun berikutnya.

"Pebalap yang benar-benar sukses akan bertahan di timnya untuk beberapa tahun karena perlu waktu untuk proses perkembangan bersama, antara pebalap, teknisi, mobil, dan ban. Sekali mereka berkembang sebagai satu kesatuan, mereka harus dipertahankan selama mungkin. Di sisi lain, pebalap adalah kunci sukses sebuah tim," tutur Tost.            

Tost yakin Vettel akan menjadi pebalap terbaik di F1 dan kunci sukses tim Red Bull selama beberapa tahun ke depan. "Tidak akan ada Sebastian Vettel yang lain, seperti tidak ada Michael Schumacher atau Ayrton Senna yang lain. Vettel menjadi juara dunia karena dia menemukan dirinya, kapasitas dan kemampuannya," kata Tost.

Sumber: Autosport

Full content generated by Get Full RSS.

Ogier Gembira Loeb Perpanjang Kontrak

Posted: 18 Aug 2011 05:55 AM PDT

World Rally Championships

Ogier Gembira Loeb Perpanjang Kontrak

Emilius Caesar Alexey | Marcus Suprihadi | Kamis, 18 Agustus 2011 | 12:55 WIB

PARIS, KOMPAS.com- Pereli tim Citroen Sebastien Ogier menyambut gembira perpanjangan kontrak rekan senior dan sekaligus rivalnya Sebastien Loeb dengan tim Citroen sampai dua tahun mendatang. Hubungan kedua pereli itu sempat renggang karena Loeb menuduh timnya lebih mengistimewakan Ogier di Reli Acropolis yang lalu.

"Perpanjangan kotrak itu berita bagus bagi tim karena dia pereli andal. Bagiku, kabar itu juga berita baik karena menyenangkan berada di tim yang sama dengan Loeb dan Daniel Elena. Kami memiliki hubungan yang baik," kata Ogier, Rabu (17/8) di Paris.

Ogier menambahkan, memiliki rekan se-tim seperti Loeb sangat membantunya meningkatkan kemampuan mengemudi. Keberadaan Loeb membuatnya memaksa diri untuk meningkatkan ketrampilannya.

"Dia adalah yang terbaik. Jika ingin mengalahkannya dan menjadi juara dunia, aku harus mencapai batas kemampuanku dan mencapai kesempurnaan. Jika aku menjadi juara dunia saat Loeb masih aktif, hal itu akan lebih menyenangkan daripada saat dia sudah pensiun," kata Ogier.

Ogier mengakui cukup sulit memiliki rekan sekaligus rival dalam satu tim. Namun, karena Ogier masih muda dan karirnya di dunia reli masih lama, keberadaan Loeb di tim yang sama tidak menjadi masalah. Apalagi Loeb bakal pensiun di tahun 2014.

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi sport.okezone.com

sumber :-

Sindikasi sport.okezone.com


SEA Games Terakhir Taufik

Posted: 17 Nov 2011 02:22 AM PST

[unable to retrieve full-text content]Taufik Hidayat senang bisa mengalahkan Darren Liew. Namun, Taufik mengaku ini akan menjadi SEA Games terakhir baginya.


Tiga Perak Tutup Pertandingan Gulat

Posted: 17 Nov 2011 01:58 AM PST

[unable to retrieve full-text content]Pertandingan hari terakhir cabang olahraga gulat gagal sumbang medali emas, kontingen Indonesia hanya mampu menambah tiga perak dari empat kelas yang dipertandingkan.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Republika Online

sumber :-

Republika Online


Bang Yos Sedih Lihat Persija

Posted: 16 Nov 2011 08:02 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Sutiyoso, mantan gubernur DKI Jakarta, merasa sedih melihat adanya dualisme dalam tubuh Persija Jakarta. Lelaki yang akrab disapa Bang Yos ini mengaku membesarkan 'Macan Kemayoran' sejak dari tim kecil.

''Tentu sangat sedih. Awalnya saya membesarkan Persija dari tim kecil menjadi besar,'' katanya. ''Saya saat itu melihat tiap ibukota seperti Madrid atau Roma pasti memiliki kesebelasan yang besar dan digilai oleh masyarakat.''

Berangkat dari cita-cita itu, Sutiyoso mulai menaruh perhatian serius untuk membesarkan Persija sewaktu menjadi Gubernur. Sebagai Pembina, Sutiyoso mengaku dirinya coba membenahi Persija sehingga menjadi tim yang disegani di Liga Indonesia.

Persija, kata Sutiyoso, pernah menjadi juara dan selalu berada dalam posisi papan atas. Persija pun berkembang luas sebagai salah satu klub yang memiliki basis pendukung setia.

''Dengan perkembangan Persija itu, amat sayang jika saat ini mereka terpecah. Dan saya sebagai mantan pembina sangat sedih dengan kenyataan ini,'' katanya.

Full content generated by Get Full RSS.

MU Pantau Sneijder, van der Wiel dan Hantelaar

Posted: 16 Nov 2011 04:58 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, Diberitakan situs Tribalfootball, pada Selasa (15/11) tim scout Manchester United terlihat berada di tribun Stadion Imtech Arena, Hamburg, saat tim nasional Jerman beruji coba melawan Belanda.

Mereka diyakini diutus oleh manajer Sir Alex Ferguson untuk memonitor langsung penampilan trio pemain De Oranje, yang harus mengakhiri laga dengan kekalahan 3-0.

Tiga pemain tersebut yaitu playmaker Inter Milan, Wesley Sneijder, bek kanan Gregory van der Wiel yang bermain untuk Ajax Amsterdam, dan striker Klaas-Jan Huntelaar (Schalke 04).

Sneijder seperti telah diketahui adalah target lawas The Red Devils sejak musim panas kemarin. Sementara Schalke baru-baru ini telah menegaskan tak akan melepas Huntelaar, dan untuk Van der Wiel, United kabarnya mesti bersaing dengan Chelsea yang juga berminat.

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berita Harian: Sukan

sumber :-

Berita Harian: Sukan


Semangat waja

Posted: 16 Nov 2011 04:16 PM PST

Sukan

Ken Nee raih emas ke-15, Sam Chong dapat penawar duka

EPISOD Yeoh Ken Nee dan seorang lelaki berusia 49 tahun iaitu Sam Chong yang masih bersemangat memerah keringat memenangi lagi koleksi pingat emas peribadi di Sukan SEA menjadi satu tarikan di Palembang, semalam pada hari yang menyaksikan kontinjen negara mengutip keseluruhan enam emas pada hari keenam temasya.

Selain Ken Yee yang memenangi acara 3 meter papan anjal individu dan Sam Chong, snuker beregu lelaki bersama Thor Chuan Leong, penyumbang lain adalah Pandelela Rinong (terjun), Jacqueline Sijore- Zandra Aziela Ibrahim Hakimi dan Alex Liew-Adrian Ang (beregu bowling) serta Siow Yi Ting (renang). Jumlah dituai, semalam menjadikan keseluruhan kutipan emas kontinjen ketika ini kepada 28 emas. Selain enam emas, kontinjen negara juga mengutip dua perak dan lapan gangsa.

Bagi Ken Yee, emas dimenangi itu adalah angka ke-15 sejak dia menyertai temasya ini pada 1995 selepas mula aktif pada usia 10 tahun.

"Cukuplah dengan 15 emas. Saya sekarang boleh tersenyum bangga mengundurkan diri," kata atlit berusia 28 tahun itu yang bakal bersara selepas Sukan Olimpik 2012.

Penampilan Sam Chong selepas 10 tahun jelas berbaloi buat mencari penawar duka selepas kali terakhir beraksi di Kuala Lumpur pada 2001 yang berakhir dengan nota kegagalan.

Komen Anda

Terima kasih diatas penyertaan anda. Berita Harian berhak untuk tidak memaparkan sebarang komen yang menyentuh isu-isu sensitif dan yang berbentuk iklan komersil. Alamat IP anda akan direkodkan dan mungkin digunakan untuk menghalang penghantaran komen seterusnya jika melanggar peraturan yang ditetapkan.

Senarai komen

noorazizahmahmud@yahoo.com

syabas..malaysia boleh.

Mohamad Sani bin Ramli

tahniah diatas kajayaan yang diraih,semoga ianya menjadi pendorong kapada mereka yang muda.

HAZIB BABA ALI

PRESTASI SUKAN NEGARA BERADA DI KEDUDUKAN MEMBANGGAKAN APABILA SKUAD HOKI DAN BADMINTON REMAJA DUNIA DIMENANGI OLEH MALAYSIA.HARAPAN KITA AGAR SKUAD BOLA SEPAK SUKAN SEA MAMPU PULA MEMPERTAHANKAN KEJUARAAN PADA KALI INI.

Mzz Ariff

Tahniah buat wira2 Malaysia. Terima kasih atas jasa anda.


Full content generated by Get Full RSS.

'KOM perlu beri penjelasan'

Posted: 16 Nov 2011 03:10 PM PST

Sukan

Menteri mahu jawapan mengapa kuartet 4x400m balik sebelum naik podium

KESATUAN Olahraga Malaysia (KOM) harus memberi penjelasan mengenai kontroversi kuartet 4x400 meter lelaki negara yang pulang hampa tanpa menghadiri majlis penyampaian hadiah di Palembang.

Menteri Belia dan Sukan, Datuk Seri Ahmad Shabery Cheek yang menghambur pujian ke atas empat jaguh negara pada ketika sama menafikan kejadian itu berpunca daripada kemelut dalaman KOM. "Saya rasa ia disebabkan soal kelemahan pentadbiran atau terlepas pandang," katanya di Putrajaya, semalam.

"Tidak pasti sama ada kuartet berkenaan dianaktirikan atau pun berlaku terlepas pandang di sana. KOM harus memberi penjelasan kenapa ia berlaku dan bagaimana ia tidak akan berlaku pada masa akan datang".

Kelmarin, kuartet 4x400m lelaki yang membuat kejutan meraih pingat emas Isnin lalu pulang tanpa menaiki podium untuk menerima pingat emas dimenangi.

Sementara itu, Timbalan Presiden KOM, Karim Ibrahim berkata masalah menukar tiket penerbangan adalah punca kenapa S Kannathasan, P Vuvaraj, Schzuan Ahmad Rosely dan Mohd Yunus La Salleh tidak dapat menerima pingat masing-masing.
"Seharusnya tidak timbul isu layanan buruk terhadap mereka kerana persatuan melayan semua atlit sama rata...selalunya acara penyampaian hadiah diadakan sejurus acara berlangsung dan bukan pada hari yang lain."

Dia juga menambah isu tidak puas hati dilontarkan Noraseela Khalid, semalam terhadap layanan kelas ketiga KOM tidak berasas.

Noraseela dan atlit lain dinasihatkan agar tidak terpedaya dengan hasutan pihak lain yang sengaja menjadikan mereka senjata dalam usaha menjayakan agenda mereka menjatuhkan KOM.

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berita Harian: Sukan

sumber :-

Berita Harian: Sukan


'Kuasa wanita'

Posted: 15 Nov 2011 04:28 PM PST

Sukan

JELAS, 'kuasa wanita' mendominasi pungutan pingat emas kontinjen negara, semalam apabila enam daripada sembilan dituai di Palembang dan Jakarta adalah milik atlit wanita negara.

Apapun, sukan akuatik paling menyerlah untuk kontinjen negara dengan tiga menyusul daripada acara renang dengan dua menyusul daripada terjun.

Wanita yang gah di kalungkan emas adalah Khoo Cai Lin, Siow Yi Ting (renang), Cheong Jun Heong (terjun), Nur Suryani Taibi (menembak) dan Noraseela Khalid, Roslinda Samsu (olahraga). Lagu Negaraku akhirnya berkumandang di Pusat Akuatik Jakabaring, malam tadi apabila skuad renang mempamer taring mahu memenuhi sasaran empat emas.

Khoo Cai Lin yang sekadar meraih perak 400 meter gaya bebas wanita kelmarin, bangkit memenangi emas pertama negara dalam acara 800m gaya bebas wanita dengan masa 8 minit 50.17 saat, menewaskan perenang Thailand, Natthanan Junkraja (8:55.51s) dan Raina Saumi dari Indonesia (9:02.81s).

Langkah emas itu kemudian diikuti Kevin Yeap yang mencatat 3:55.07s dalam acara 400m gaya bebas lelaki menangkis cabaran pesaing terdekatnya Sarit Tiewong (Thailand) yang merekodkan 3:55.95s dan pemenang gangsa, Matthews Jeremy (Singapura) 3:58.48s.

Pingat emas lain negara disumbang Bryan Nickson Lomas (terjun) dan Cheng Su Sian (memanah).
Saya tidak sangka menang kerana lebih menggemari acara jarak jauh, namun saya tetap berpuas hati dengan masa yang dicatatkan iaitu hanya dua saat lebih perlahan untuk mengatasi rekod kebangsaan yang dicatatkan Daniel Bego pada temasya di Laos lalu.

"Ketika itu, Daniel mencipta rekod kebangsaan dengan menggunakan sut renang yang kini tidak lagi boleh digunakan dan saya gembira dapat merekodkan masa hari ini (semalam) tanpa bantuan sut," katanya yang memenangi emas pertama sepanjang tiga penyertaannya di Sukan SEA.

Emas ketiga negara dimenangi Siow Yi Ting yang mempertahankan pingat emas 100m kuak dada wanita dengan catatan 1:10.55s, diikuti seorang lagi perenang negara, Christina Loh (1:10.57s) manakala gangsa dimenangi perenang Thailand, Chavunnooch Salubluek (1:11.69s).

Komen Anda

Terima kasih diatas penyertaan anda. Berita Harian berhak untuk tidak memaparkan sebarang komen yang menyentuh isu-isu sensitif dan yang berbentuk iklan komersil. Alamat IP anda akan direkodkan dan mungkin digunakan untuk menghalang penghantaran komen seterusnya jika melanggar peraturan yang ditetapkan.

Senarai komen

boss

tak baik kutuk lelaki, kerana lelaki juga adalah sumber inspirasi wanita.

Orang Luar

Budi Bahasa Budaya Kita.

DINO

Tahniah dan teruskan perjuangan. Malaysia Boleh.

zulkefli bin Shahadan

Assalamuailaikum, memmang pun , bila dah dekat nak kiamat ni Wanita menguasai segala-galanya, bila dah ada kuasa, pingat, hiburan dunia, dia orang jadi Raja Baru. Jangan cerita bab lain, yang bersukan ikut muslim tu Alhamdullilah, saya sokong, yang bermaksiat tu entahlah, memang Nabi Muhammad S.a.w. pernah bersabda, akhir zaman makmum (perempuan ramai jadi Imam (yang berjaya dalam kareer) I tak kisahlah. Cuma pesan Nabi, sampai satu ayat untuk saling menasihati, yang atlit Muslim wanita tu fahamlah, maaf ya.

Orang Malaysia

Lelaki ramai macam hamPAS kot.


Full content generated by Get Full RSS.

Bryan, Jun Hoong masih tak puas hati

Posted: 15 Nov 2011 04:24 PM PST

Sukan

BRYAN Nickson Lomas (kiri) dan  Tze Liang memperaga pingat masing-masing.

BRYAN Nickson Lomas (kiri) dan Tze Liang memperaga pingat masing-masing.

Saya perlu dapat lebih daripada 500 mata: Nickson

DUA penerjun negara – Bryan Nickson Lomas dan Cheong Jun Hoong gah memenangi pingat emas namun menyuarakan rasa kurang puas hati ketika mahu mengejar pencapaian lebih tinggi di pentas dunia.

Bryan mengungguli acara 10m platform individu lelaki manakala Cheong Jun Hoong dalam acara 3 meter papan anjal wanita untuk menjadikan jumlah keseluruhan lima emas untuk kontinjen negara dalam acara terjun pada edisi kali ini. "Menjelang Sukan Olimpik nanti, saya perlu mendapatkan lebih daripada 500 mata untuk menandingi penerjun lain terutama China," kata Bryan yang mengumpul 500.80 mata bagi emas manakala seorang lagi penerjun negara, Ooi Tze Liang menduduki tempat kedua dengan 445.85 mata.

Sementara itu, biar pun terdetik kegembiraan kerana mampu memenangi emas dalam acara bukan pilihan, Jun Hoong menganggap aksinya kurang konsisten.

"Memang ini adalah kemenangan terbesar pertama saya dalam acara individu namun banyak yang saya tidak berpuas hati. Persembahan seperti tadi masih banyak perlu dibaiki jika mahu berjaya di peringkat lebih tinggi," kata atlit kelahiran Ipoh, Perak itu.

Jun Hoong mengutip 310.70 mata untuk muncul juara manakala rakan senegara, Ng Yan Yee meraih perak (290.10) dengan gangsa menjadi milik Sari Ambarwati dari Indonesia (270.60).
"Saya kecewa. Harapan saya sebelum ini adalah memenangi emas, namun saya tidak cepat mengalah selepas kesilapan di terjunan ketiga itu," katanya yang turut menang emas acara 3 meter papan anjal seirama, Ahad lalu.

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Harian Metro: Arena

sumber :-

Harian Metro: Arena


Tanpa emas

Posted: 15 Nov 2011 12:54 PM PST

KESATUAN Olahraga Malaysia (KOM) dihambat kontroversi ketika Sukan Sea Indonesia sedang berlangsung.

Mereka hampir melepaskan satu pingat emas berharga apabila memutuskan untuk menggugurkan kuartet 4x400m sebelum disenaraikan semula.


Anak didik K Jayabalan menamatkan drama tercetus sebelum itu dengan bangkit membuktikan mereka berhak mewakili negara apabila menghadiahkan pingat emas selepas mengharungi pelbagai ranjau berliku.

"Kami mahu buktikan yang mereka salah," tegas pelari negara, P Yuvaraaj.


Namun episod itu tidak terhenti di situ dan lebih tragis, kegembiraan barisan pelari membabitkan S Kannathasan, Yuvaraaj, Sehzuan Ahmad Rosely dan Muhammad Yunus Lasaleh tidak dapat diraikan apabila terpaksa pulang ke tanah air pada jam 2 petang semalam ketika majlis kalungan pingat akan dijalankan lewat petang hari yang sama.


Jayabalan bagaimanapun menerima perkhabaran gembira di tanah air yang menyaksikan kehebatan kuartetnya beraksi di Kompleks Sukan Olahraga Jakabaring.

"Saya tidak tahu kenapa kuartet ini digugurkan. Saya menghantar rayuan kepada Pengerusi Jawatankuasa Kejurulatihan, Datuk Karim Ibrahim selepas tidak disenaraikan dalam senarai terakhir ke Sukan Sea.


"Pada mulanya KOM memberi alasan mereka tidak layak kerana sudah ramai atlet dihantar di bawah kategori B.

"Bagaimanapun selepas merayu, Karim memutuskan mengadakan ujian dan mereka berjaya membuktikan mampu mencatat masa seperti yang diminta.


"Pada 12 November lalu, mereka terbang ke Palembang, dua hari sebelum tarikh pertandingan," katanya.


Usaha keras jurulatih itu akhirnya berbaloi apabila mereka membalas kepercayaan dengan pingat emas menerusi catatan 3.10:49s dan menewaskan Filipina dan Thailand. Kali terakhir kuartet 4x400m menghadiahkan emas adalah di Korat pada 2007 menerusi Mohd Zafril Mohd Zuslani, Muhammad Zaiful Zainal Abidin, S Thipan dan K Amran Raj.

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada komplot

Posted: 15 Nov 2011 12:48 PM PST

MAJLIS Sukan Negara (MSN) percaya tidak wujud sebarang komplot atau dalang cuba mensabotaj skuad karate negara yang berjaya menepati sasaran meraih empat pingat emas pada temasya Sukan Sea ke-26 di Jakarta.

Ketua Pengarah MSN, Datuk Zolkples Embong sebaliknya kecewa dengan kenyataan ketua jurulatih, P Arivalagan yang mendakwa ada dalang termasuk dari kalangan pegawai Malaysia sendiri yang menyebabkan anak buahnya gagal menyamai sasaran persatuan, enam emas.


"Saya rasa beliau tidak patut mengeluarkan kenyataan sebegitu kepada media. Jika ada yang tidak disenangi, beliau seharusnya melaporkan kepada persatuan, Majlis Olimpik Malaysia (MOM) dan MSN. Kita boleh duduk berbincang menyelesaikan masalah ini.

"Mungkin beliau berasa amat kecewa kerana gagal mencapai sasaran persatuan dan peribadi," katanya di Jakarta, semalam.


Skuad karate terlepas peluang menepati sasaran Persekutuan Karate Malaysia (Makaf) apabila gagal mengungguli kedua-dua acara kumite berpasukan lelaki dan wanita pada hari terakhir pertandingan kelmarin.


Pasukan wanita meraih perak selepas tumpas 1-2 pada final di tangan tuan rumah, Indonesia manakala pasukan lelaki turut kecundang 0-3, juga kepada tuan rumah di separuh akhir.

Lantas, Arivalagan tampil mendedahkan wujud dalang yang berkomplot untuk menjatuhkan skuad negara dengan mendakwa keputusan pengadil tidak banyak memihak kepada peserta negara sebaliknya berat sebelah kepada peserta tuan rumah.


Makaf tidak memperbaharui kontrak Arivalagan awal tahun ini kerana mahu menggantikannya dengan seorang jurulatih dari Iran tetapi selepas didesak atlet negara, mereka bersetuju menyambungnya setahun lagi dan kontrak itu berakhir bulan depan.

Skuad karate menamatkan cabaran pada temasya kali ini dengan empat emas, dua perak dan lapan gangsa berbanding catatan 5-6-2 di Vientiane, dua tahun lalu.

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Utusan Online - Sukan

sumber :-

Utusan Online - Sukan


Malaysia bolot 9 emas

Posted:

Malaysia bolot 9 emas

Malaysia bolot 9 emas


Noraseela Mohd. Khalid mengibarkan Jalur Gemilang selepas memenangi pingat emas dalam acara 400 meter berpagar Sukan SEA XXVI di Stadium Jakabaring, Palembang, semalam.


JAKARTA – Tiada lagi sasaran yang tersasar, sebaliknya beberapa acara luar jangkaan menyumbang pingat emas tidak diduga untuk membolehkan Malaysia menunai hasil paling banyak selepas lima hari Sukan SEA XXVI berlangsung dengan menggondol sembilan emas, semalam.

Ketika Sukan SEA berbaki tujuh hari lagi, kontinjen negara sudah hampir separuh menghambat sasaran 45 emas yang diletakkan Majlis Sukan Negara (MSN), berterima kasih kepada renang yang akhirnya menamatkan kemarau emas dengan menggondol tiga kejuaraan menerusi Siow Yi Ting, Khoo Cai Lin dan Kevin Yeap.

Terjun juga tidak menghampakan apabila menjadi penyumbang emas Malaysia dengan menambah dua lagi semalam manakala olahraga terhutang budi dengan dua atlet veteran, Noraseela Mohd. Khalid dan Roslinda Samsu.

Dua lagi emas Malaysia dihadiahkan ratu menembak, Nur Suryani Mohamed Taibi dan jaguh memanah, Cheng Chu Sian.

Di kolam renang, Cai Lin menebus kekecewaan gagal mempertahankan emas acara kegemarannya 400m gaya bebas dengan merampas gelaran 800m.

Bagi Yi Ting pula, kempen untuk mempertahankan tiga emas yang dimenangi di Laos 2009 bermula baik apabila mengekalkan kejuaraan 100m kuak dada wanita dengan masa 1:10.55s, mengalahkan rakan sepasukan sendiri, perenang remaja berusia 16 tahun, Christina Loh (1:10.57s).

Tiada dalam senarai sasaran, Kevin Yeap mengejutkan banyak pihak apabila merangkul emas bonus 400m gaya bebas lelaki dengan catatan 3:55.07s.

Terjun sudah memperoleh lima daripada enam emas yang disasarkan. Tambahan dua emas hadir menerusi penerjun muda, Cheong Jun Hoong dalam 3m papan anjal wanita individu serta bintang platform, Bryan Nickson Lomas dalam 10m individu lelaki.

Kedua-dua acara itu menyaksikan kita berada dalam kelas yang tersendiri dengan menguasai kedudukan 1-2.

Olahraga berjaya memenuhi sasaran enam emas yang ditetapkan, namun itu tidak melepaskan mereka terlepas kontroversi dan dikritik. Kejayaan Noraseela mempertahan gelaran 400m lari berpagar dengan masa 57.41 dan kemenangan Roslinda dalam lompat bergalah (4.20m) sedikit mengimbangi insiden memalukan melibatkan kuartet 4x400m lelaki.

Selepas melakar kejutan dengan muncul juara menerusi kategori B kelmarin, rangkaian Muhammad Yunus Lasaleh, Sehzuan Ahmad Rosely, P. Yuvaraaj dan S. Kannathasan kempunan menaiki podium gara-gara tiket penerbangan pulang ditempat awal dan mereka terpaksa berlepas beberapa jam sebelum upacara bermula.

Chu Sian pula melakar kejuaraan hatrik recurve individu lelaki apabila memenangi emas untuk temasya ketiga berturut-turut dengan mengetepikan rakan senegara, Khairul Anuar Mohamad 6-2.

Biarpun diceriakan dengan sembilan emas pada hari kelima temasya, peminat badminton dikecewakan dengan kekalahan 3-1 Malaysia kepada tuan rumah, Indonesia pada perlawanan berpasukan lelaki akhir.

Berita kurang menggembirakan turut diterima dari venue yang menjadi harapan kita, boling apabila hanya satu perak dan satu gangsa dirangkul. Apa yang membuatkan kem negara sedikit ralat, Sin Li Jane cuma dipisahkan dua pin daripada pemenang emas, Cherie Tan dari Singapura.

Gimnastik pula gagal menetapi sasaran dua emas apabila sekadar meraih dua perak menerusi aparatus individu wanita menerusi Farah Ann Abdul Hadi dan Nur Eli Ellina Azmi dalam palang bertingkat serta batang titian.

Tamat hari kelima, Malaysia menokok sembilan emas, sembilan perak dan 12 gangsa untuk mengumpul 22 emas keseluruhan, 22 perak dan 35 gangsa. Kita masih menghuni tangga kelima di belakang tuan rumah diikuti Thailand, Vietnam dan Singapura. – Utusan

Full content generated by Get Full RSS.

Skuad kedua jumpa Malaysia

Posted:

Skuad kedua jumpa Malaysia

Skuad kedua jumpa Malaysia


ONG Kim Swee memberi arahan kepada anak-anak buahnya pada sesi latihan di padang PSSI, Jakarta semalam menjelang pertemuan menentang Indonesia, esok.


JAKARTA - Satu mata yang diperlukan untuk skuad Harimau Muda layak ke separuh akhir acara bola sepak Sukan SEA XXVI tampak semakin mudah dicapai apabila lawan Malaysia pada aksi terakhir Kumpulan A, esok Indonesia hanya akan menurunkan skuad kedua mereka.

Indonesia sudah pun mengesahkan slot separuh akhir dari Kumpulan A, apabila mengumpul sembilan mata daripada tiga perlawanan.

Bukan memandang mudah pertembungan dengan Malaysia, sebaliknya skuad Garuda memilih percaturan demikian kerana mahu memberi rehat secukupnya kepada tonggak utama.

Jurulatih skuad Bawah 23 Indonesia, Rahmad Dermawan berkata, setelah layak ke separuh akhir, dia lebih memikirkan pertembungan separuh akhir sama dengan Vietnam atau Myanmar dari Kumpulan B.

"Saya mahu pemain utama mendapat rehat yang secukupnya untuk menghadapi perlawanan separuh akhir, jadi mereka memerlukan rehat yang panjang.

"Dalam masa yang sama, percaturan menurunkan pemain simpanan memberi peluang kepada mereka untuk membuktikan mereka layak untuk disenaraikan ke dalam skuad utama," katanya di sini, kelmarin.

Saingan tempat ke separuh akhir acara bola sepak Kumpulan A menjadi rebutan di antara Malaysia dan Singapura.

Pada perlawanan terakhir Kumpulan A esok, Singapura yang memerlukan kemenangan untuk mencabar Malaysia akan bertemu Thailand pada pukul 5 waktu Malaysia.

Ini diikuti perlawanan antara Indonesia dan Malaysia pada pukul 8 malam di Stadium Gelora Bung Karno.

Satu mata yang dihajati skuad Ong Kim Swee juga tampak mampu diraih kerana pemain negara mungkin tidak berdepan tekanan akibat ejekan penyokong fanatik Garuda.

Ini disebabkan stadium mungkin tidak padat seperti perlawanan Indonesia sebelum ini kerana pasukan tersebut sudah layak ke separuh akhir.

Selain itu, esok juga hari bekerja yang mungkin mengehadkan kehadiran penonton.

Malaysia menang dua dan seri sekali daripada tiga perlawanan. - Utusan

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS