KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Belum Pulih, Butet Tetap Tampil

Posted: 06 Jun 2011 08:58 AM PDT

Singapura Terbuka Super Series

Belum Pulih, Butet Tetap Tampil

A. Tjahjo Sasongko | Senin, 6 Juni 2011 | 15:58 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Pemain spesialis ganda Liliyana Natsir siap tampil di Singapura Super Series pekan depan kendati cedera "tennis elbow" pada siku kanannya belum sepenuhnya pulih.     

"Sudah mendingan tetapi belum seratus persen sembuh, mungkin baru sekitar 70-80 persen. Untuk gerakan-gerakan kejut masih terasa nyeri pada ototnya," kata Liliyana saat ditemui di Jakarta, Senin.     

Pemain ganda campuran, pasangan Tontowi Ahmad itu mulai merasakan cedera tersebut saat bermain di India Super Series dan Malaysia Grand Prix akhir April hingga awal Mei lalu, yang membuahkan dua gelar bagi pasangan tersebut.   Cedera itu membuat Liliyana tidak bisa memperkuat tim Piala Sudirman Indonesia yang berlaga di Qingdao, China, pada akhir Mei lalu, yang berakhir di babak semifinal.     

Pada Singapura Terbuka yang berlangsung 14-19 Juni, Tontowi/Liliyana menjadi unggulan keempat dan akan mengawali laga dengan melawan pasangan yang lolos kualifikasi.     

Jika berhasil mencapai perempat final, pasangan yang meraih gelar Super Series pertama di India itu berpeluang bertemu unggulan pertama Zhang Nan/Zhao Yunlei dari China."Untuk Singapura, menurut saya masih kurang persiapan karena harus istirahat akibat cedera, tetapi sebagai pemain yang sudah senior seharusnya saya sudah bisa mengatasi masalah tersebut," kata Liliyana yang berharap, ia dan pasangannya dapat menunjukkan percaya diri yang sudah didapat pada turnamen India dan Malaysia.

Dua kali juara dunia saat masih berpasangan dengan Nova Widianto itu juga berharap, Tontowi tidak cepat puas dan mau berlatih keras karena masih banyak lawan yang belum pernah dihadapi. "Di Singapura lawannya lebih komplet, ada yang bertemu di India dan Malaysia, tetapi ada juga yang belum pernah jumpa seperti pasangan Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) dan beberapa pasangan China," katanya.

Untuk Indonesia Terbuka, yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, 21-26 Juni, Liliyana berharap sektor ganda campuran dapat menyumbang gelar. Tontowi/Liliyana yang dipasangkan menjelang Asia Games akhir tahun lalu, telah mengumpulkan empat gelar --satu Super Series dan tiga GP Gold--  dan saat ini menempati peringkat lima dunia.

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Sean Gelael di Urutan Ke-11

Posted: 06 Jun 2011 07:19 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Pegokar Sean Gelael (14) berhasil menembus urutan ke-11 Kejuaraan Karting WSK Masters yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sienna, Castelnuovo Berardenga, sekitar 253 km dari Roma, Italia, Minggu waktu setempat.      

Sean Gelael pada lomba 18 putaran dan diikuti 34 peserta yang khusus berlomba di Kelas KF2 membukukan waktu 41 menit 308 detik, demikian hasil resmi yang disiarkan laman panitia (www.wsk.it.com), Senin (6/6/2011).      

Rekan setim Sean, Nicolaj Moller Madsen asal Denmark, yang bergabung dalam Tim Sean GP, pada final itu berada di urutan ke-24.  "Ketika perlombaan berlangsung Minggu, cuaca di lokasi sirkuit cerah berawan dengan suhu sekitar 30 derajat celsius," kata ofisial Tim Sean GP, Jeffrey JP, Senin. 

Namun, pada pertengahan lomba final, cuaca hujan dan angin bertiup kencang sehingga lintasan basah dan harus digunakan ban basah pada perlombaan itu, kata Jeffrey. 

Pada laga final sebanyak 18 putaran, Sean Gelael yang melaju dari posisi ke-32 berjuang keras menyusul satu per satu pegokar lainnya sehingga berhasil menempati posisi ke-11 serta mendapatkan poin pertama kali pada rangkaian WSK Master Sienna sebanyak lima poin.      

Teman setimnya, Nikolaj, bertabrakan pada putaran pertama sehingga keluar lintasan cukup lama dan akhirnya menyelesaikan perlombaan pada posisi ke-24.       Perlombaan final itu dimenangi Di Folco Alberto dari Italia dengan waktu 41, 022, disusul Albon Alex dari Inggris dan Ercoli Giammanco dari Italia.     

Sean Gelael dan Nicolaj yang didukung Telkomsel Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) serta KFC, kata Jeffrey, setelah berhasil masuk ke babak final putaran keempat WSK Master, sebelumnya melanjutkan perlombaan pada babak Pra Final sebanyak 20 lap dengan grid posisi ke-17 dan Nicolaj ke-14. 

"Pada perlombaan Pra Final Sean bertabrakan dengan pegokar lainnya pada lap ketiga sehingga mendapatkan posisi ke-32 (Grid 16) pada final, sedangkan Nicolaj menempati posisi kesembilan (Grid 5),"  kata Jeffrey.    

"Hasil yang dicapai pegokar asal Indonesia Sean Gelael cukup memuaskan tim dan merupakan prestasi sangat baik dengan peningkatan kemampuan mengemudi serta menambah pengalaman dalam perlombaan final yang sangat ketat pada event WSK yang diikuti pegokar terbaik dari banyak negara dunia," kata Jeffrey.       

Sean yang sudah mengikuti beberapa event Eropa musim ini selanjutnya akan berlaga di event Coppa del Visuvio (Italian Open Championship) serta WSK Euro putaran keempat La Conca pada Juni. "Ia butuh jam terbang dalam event Eropa dan dunia agar pengalamannya bertambah sebelum terjun dalam kejuaraan Formula di musim-musim mendatang," kata ayah Sean, Ricardo Gelael, sebelum mereka berangkat ke Eropa. 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen