KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Robby Darwis dan Richard Sambera Jadi Pembawa Obor

Posted: 07 Nov 2011 02:12 PM PST

Jelang SEA Games XXVI

Robby Darwis dan Richard Sambera Jadi Pembawa Obor

A. Tjahjo Sasongko | A. Tjahjo Sasongko | Senin, 7 November 2011 | 22:12 WIB

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN

Ilustrasi obor

BANDUNG, Kompas.com - Asisten Pelatih Persib yang juga mantan Kapten Timnas PSSI dan Persib Bandung Robby Darwis didaulat  menjadi pembawa bendera SEA Games 2011 pada pembukaan di Stadion Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, 11 November.
      
"Sebuah kehormatan dan kebanggan bagi saya untuk berpartisipasi pada pembukaan SEA Games 2011. Momen ini benar-benar tidak akan saya lupakan," kata Robby Darwis di Bandung, Senin.
      
Mantan bek tangguh Timnas PSSI itu akan membawa bendera SEA Games 2011 bersama tiga mantan atlet lain yakni Richard Sambera (renang), Pino Bahari (tinju), dan Ema Tahapari  (atletik).
       
Keempat atlet veteran itu akan menjadi pembawa bendera SEA Games 2011 sekaligus merupakan momen "nostalgia"  kiprah mereka saat masih menjadi atlet terbaik nasional pada masanya.
        
Penunjukan Robby sebagai pembawa bendera SEA Games 2011 itu berdasarkan undangan dari Panitia Besar SEA Games 2011 yang diterima oleh Manajemen Persib Bandung.
        
Persib langsung memberikan izin bagi Robby Darwis dan membebaskan dari tugasnya sebagai assisten pelatih Drago Mamic di Persib Bandung untuk kepentingan kegiatan itu. "Kepercayaan ini sangat luar biasa," kata pria yang juga berstatus karyawan Bank BNI itu.
       
Selain bertugas sebagai pembawa bendera SEA Games, Robby juga berharap Kontingen SEA Games Indonesia bisa meraih hasil maksimal dan berharap Timnas PSSI Bisa mempersembahkan medali emas. "Mudah-mudahan saja Timnas PSSI U-23 bisa meraih medali emas SEA Games 2011," kata Robby.

Full content generated by Get Full RSS.

Nishikori Lompat Delapan Peringkat

Posted: 07 Nov 2011 12:56 PM PST

TOKYO, Kompas.com - Bintang tenis Jepang, Kei Nishikori, terdongkrak posisinya dalam peringkat ATP, setelah tampil cukup baik pada turnamen Swiss Indoor. Dia berhasil mencapai final, sebelum dikalahkan oleh petenis nomor satu tuan rumah, Roger Federer, yang merengkuh gelar kelima event itu.

"Mencapai posisi sepuluh besar dunia dan menjuarai Grand Slam nampaknya begitu sulit bagi pemain Jepang. Namun ia sudah selangkah lebih dekat," demikian dituliskan oleh harian Yomiuri Shimbun tentang petenis Jepang dengan ranking tertinggi ini.

Nishikori merangsek naik dari peringkat 32 ke posisi 24 dalam peringkat dunia, meskipun takluk 1-6 dan 3-6 di tangan Federer pada partai puncak. Dalam perjalanannya ke final, Nishikori, yang mendapat wild card ini menumbangkan petenis nomor satu Novak Djokovic dan pemain peringkat tujuh, Tomas Berdych. Tak heran jika dia mendapatkan sanjungan dari media Jepang.

"Pencapaiannya di mana tidak terkalahkan dari siapa pun, selain dari sang raja, Federer, membuktikan kalau Nishikori dapat memperhitungkan dirinya dalam kompetisi dengan pemain-pemain top dunia," demikian kutipan Yomiuri.

Nishikori pernah tinggal di Amerika Serikat berlatih bersama Federer. Melihat kemajuan pemain Jepang ini, Federer mengaku senang.

Nishikori sempat menderita serangkaian cedera, namun banyak media Jepang mengatakan kalau Tur Swiss telah membuatnya mampu menunjukkan potensi dirinya yang sebenarnya. Ia menjadi pendatang terbaik ATP pada 2008. Nishikori adalah petenis Asia pertama yang mendapatkan penghargaan ini.

Ia mendapat perhatian ketika yayasan yang didirikan Presiden Asosiasi Tenis Jepang, Masaaki Morita, mengirimnya ke Florida, di mana ia memulai latihan di Akademi Nick Bollettieri pada usia 13 tahun. Nishikori memulai debut profesionalnya pada 2007.

Pada turnamen kelimanya, Nishikori yang saat itu berusia 18 tahun membuat sensasi dengan memenangi titel ATP pertamanya di Delray Beach pada Februari 2008, dan menjadi petenis Jepang kedua yang memenangkan gelar juara turnamen ATP.

Debut mengesankan Nishikori pada AS Terbuka 2008, di mana ia mencapai babak keempat dan kemudian mengalahkan petenis peringkat empat dunia, David Ferrer, membuat dirinya mendapat perhatian luas dan mendatangkan kontrak sponsor yang menguntungkan.

Bulan lalu, ia meraih ranking 32, peringkat tertinggi yang pernah dicapai petenis putra Jepang, sebelum pada Senin melompat ke peringkat 24. Pencapaian petenis Jepang lainnya adalah peringkat ke-46 yang dicapai Shuzo Matsuoka, yang kemudian pensiun dari tenis konpetitif di akhir 1990-an.

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan