detikcom

sumber :-

detikcom


La Nyalla Tak Takut Indonesia Disanksi FIFA

Posted: 03 Jun 2012 11:07 AM PDT

Jakarta - Indonesia saat ini terancam sanksi FIFA menyusul dualisme kompetisi yang terjadi di tanah air. Menanggapi hal ini, Ketua Umum PSSI versi KLB Ancol, La Nyalla Mattalitti, mengaku tak takut.

FIFA sudah menetapkan tanggal 15 Juni 2012 sebagai batas akhir bagi PSSI untuk bisa menyelesaikan masalah dualisme kompetisi. Kalau PSSI tak bisa melakukannya, FIFA mengancam akan menghukum Indonesia.

La Nyalla tak terlalu meresahkan ancaman hukuman untuk Indonesia ini. Menurutnya, yang nantinya akan dihukum adalah PSSI-nya Djohar Arifin Husin, bukan PSSI yang dipimpinnya.

"Kami siap menerima sanksi dari FIFA. Karena kalau hasilnya nanti di sanksi, yang kena sanksi itu PSSI-nya Djohar Arifin, bukan saya. Sehingga PSSI hasil KLB akan tetap terus berjalan," kata La Nyalla di sela-sela melakukan pertemuan antaranggota (member meeting 2012), yang dihadiri 239 klub sepakbola, Minggu (3/6/2012) malam WIB, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.

Terkait hal itu, La Nyalla melakukan pertemuan dengan seluruh anggota agar menandatangani legitimasi bahwa PSSI hasil KLB harus segera disahkan oleh FIFA.

"Kita tidak mau ditunda. Apa pun hasilnya mau A, B, C. FIFA harus tegas dan mengambil keputusan secepatnya. Dan jika nanti hasilnya tidak sesuai dengan keinginan kami, maka kami akan melakukan gugatan kepada CAS," kata La Nyalla.

Terkait adanya kabar yang menyebutkan keputusan FIFA akan kembali diundur sampai dengan Desember, La Nyalla dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak berkompromi.

"Kita tidak gampang ditakut-takuti. Ini sudah mau memasuki PON, jangan ditunda-tunda lagi. Bagaimana terhadap nasib sepak bola Indonesia. Saya tidak ada langkah kompromi," ujar La Nyalla.


( mfi / rin )

Pasca Kerusuhan, Polisi Bekukan Izin Pertandingan Persebaya

Posted: 03 Jun 2012 10:46 AM PDT

Surabaya - Kerusuhan pasca pertandingan Persebaya Surabaya versus Persija Jakarta yang menewaskan seorang bonek berakibat dibekukannya izin pertandingan Bajul Ijo oleh pihak kepolisian.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Marianto, kepada wartawan di kamar jenazah RSU dr Soetomo, Minggu (3/6/2012). "Sementara izin pertandingan dicabut sampai nanti. Artinya tidak ada pertandingan," ujarnya.

Sementara itu, manajer Persebaya, Saleh Hanifah, enggan mengomentari pembekuan izin pertandingan timnya. Ia beralasan jika saat ini pihaknya masih berkabung atas tewasnya seorang bonek yang diduga terinjak-injak saat terjadi keributan di dalam stadion usai pertandingan.

"Nggak komentar dulu saya. Saya masih prihatin dan berkabung atas kejadian ini," katanya kepada wartawan.

Sebagai informasi, jadwal laga kandang Persebaya dalam waktu dekat yakni menghadapi Persik Kediri di Piala Indonesia, Rabu (13/6). Selain itu, pembekuan izin pertandingan yang dialami Persebaya merupakan kali kedua. Setelah sebelumnya, pada 8 April 2012 saat Persebaya vs PSMS Medan tidak mendapatkan izin pertandingan lantaran polisi fokus pengamanan demo kenaikan BBM.


( ze / mfi )

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen