Sindikasi sport.okezone.com

sumber :-

Sindikasi sport.okezone.com


Malaysia Gagal Sungkurkan Singapura

Posted: 07 Nov 2011 02:48 AM PST

[unable to retrieve full-text content]Malaysia mengawali partai perdana secara kurang meyakinkan. Juara bertahan SEA Games hanya bisa bermain imbang 0-0 dengan Singapura.


Akhir Pesona Ivanovic di Pulau Dewata

Posted: 07 Nov 2011 02:26 AM PST

Dewi - Okezone

NUSA DUA – Menjadi petenis peringkat dunia, bukan berarti Ana Ivanovic tak memperhatikan penampilan. Ivanovic termasuk salah satu petenis cantik yang kerap tampil modis di setiap pertandingan.
 
Keberhasilan Ivanovic mempertahankan gelar di Commonwealth Bank Tournament of Champions 2011 merupakan klimaks dari serangkaian acara yang digelar di Nusa Dua, Bali, 31 Oktober – 6 November. Bertemakan Strong is Beautiful, Ivanovic menjadi ikon, idola sekaligus unggulan di turnamen WTA tutup tahun ini.
 
Ivanovic memang mendapat dukungan penuh penonton yang mengunjungi Bali International Convention Centre. Bukan hanya sekadar statusnya sebagai juara bertahan, tapi Ivanovic menjadi favorit karena kecantikannya, ramah dan selalu tampil penuh percaya diri.
 
Pesona petenis asal Serbia itu sendiri mulai tanpak saat pengundian pertandingan di The Westin Resort, Selasa (1/11/2011). Bersama tujuh petenis lainnya, peraih gelar Prancis Terbuka 2008 itu datang mengenakan kebaya rancangan Rico Anantha. Ivanovic jelas menjadi pusat perhatian media yang meliput acara tersebut. Mengenakan kebaya berwarna merah dan dipadukan rok batik bermotih pecah kopi, Ivanovic selalu mengumbar senyum.
 
Para pewarta foto langsung berbondong mengabadikan momen langka ini, meski beberapa kali panitia penyelenggara meminta untuk mengambil gambar di akhir acara. "Ini terlalu indah untuk dilewatkan," kata seorang fotografer yang tak sabar menangkap gambar petenis-petenis cantik ini.
 
Keindahan Ivanovic tak berhenti sampai di situ. Petenis yang kemarin tepat berusia 24 tahun sempat ditantang membuat kue dalam acara Cookies for Charity, Rabu (2/11/2011). Meski terlihat sedikit canggung, Ivanovic tampak fokus mengerjakan choco chips cookie, yang nantinya akan dijual selama pertandingan CBTC digelar.
 
Sebagai duta UNICEF, Ivanovic terlihat antusias karena hasil penjualan kue ini nantinya akan disumbangkan kepada organisasi anak dunia. Ivanovic memang terkenal memikiliki kepedulian yang tinggi terutama kepada anak-anak.
 
"Saya senang berkomunikasi dengan anak-anak dan mendukung program pendidikan anak tanpa kekerasan. Jika tidak lagi aktif di olah raga, saya akan menjalani aktivitas lain untuk menginspirasi mereka," ungkap Ivanovic.
 
Rupanya, kemampuan Ivanovic untuk tampil modis tak hanya terlihat di luar lapangan. Saat menjalani pertandingan, bukan hanya performa Ivanovic mengayunkan raket yang menjadi perhatian tapi juga kostum adidas merah muda yang membuatnya tampil begitu feminim meski berada di lapangan.
 
Tak heran jika teriakan "Ayo Ana" dari penonton kerap terdengar saat Ivanovic menyingkirkan lawan-lawannya; Roberta Vinci (6-3 6-3) dan Nadia Petrova (6-1 7-5).
 
Kesederhanaan dan penampilan santai selalu ditunjukkan Ivanovic, bahkan saat dirinya mendapat tekanan lawan. Tidak jarang Ivanovic malah tertawa saat dirinya mati langkah atau gagal mengembalikan bola meski sudah berusaha jatuh bangun memenangkan reli-reli panjang. Ivanovic juga terlihat santai kala lawannya beberapa kali mengajukan protes karena dianggap tidak diuntungkan wasit.
 
Dukungan kepada mantan peringkat satu dunia ini makin terlihat saat dirinya berhadapan dengan Anabel Medina Garrigues di final. Harapan besar yang dibebankan di pundaknya mungkin membuat Ivanovic sedikit tertekan.
 
Tapi, teriakan Ivanovic "Ya, saya melakukannya" setiap kali dia memenangkan reli-reli panjang tampaknya membuat dia tampil lepas. Hadiah sebesar US$ 210 ribu pun berhasil diraih Ivanovic setelah menang 6-3 6-0. Ini merupakan hadiah terindah bagi dirinya di hari ulang tahun ke-24. Apalagi, Ivanovic juga nihil gelar sepanjang tahun sebelum memenangkan trofi ini.
 
Sayang, ini tahun terakhir Indonesia menjadi saksi pesona Ivanovic. Mulai tahun depan, turnamen para juara yang diselenggarakan di akhir tahun ini tidak lagi digelar di Pulau Dewata, pulau yang membuat Ivanovic tampil tenang. WTA akan menggelar turnamen tutup tahun ini di Sofia, Bulgaria hingga 2014 mendatang.
 
Ivanovic, yang kembali mengenakan baju adat Bali di akhir pertandingan, menyatakan kesedihannya karena tidak bisa lagi datang ke Bali untuk memperebutkan gelar yang sudah dua tahun digenggamnya.
 
"Pertama kali ikut turnamen ini hasilnya tidak bagus. Tapi, tahun lalu saya tampil baik dan menjadi juara. Tahun saya datang lebih awal dan menyempatkan ke pantai," kata Ivanovic.
 
"Ini tempat yang indah dengan masyarakat yang ramah. Sayang, ini tahun terakhir tapi saya senang bisa mengakhirinya dengan baik," dia menambahkan.
 
Meski begitu, Ivanovic berharap akan ada kejuaraan lain digelar di Pulau Dewata agar dia bisa kembali merasakan hangat nuansa Bali. "Semoga nanti akan ada kejuaraan lagi di sini untuk mendapatkan generasi muda baru dan saya akan senang jika diundang kembali ke sini," pungkas Ivanovic.
(raw)

Full content generated by Get Full RSS.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan