KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Christo ke Babak Kedua

Posted: 15 May 2012 03:54 PM PDT

Christo ke Babak Kedua

| A. Tjahjo Sasongko | Selasa, 15 Mei 2012 | 22:54 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Petenis nasional Christopher Rungkat maju ke babak kedua turnamen tenis Future 2 (F2) Thailand di Vibhavadi Rangsit Road, Laksi, Bangkok, Thailand, Selasa.
     
Pada turnamen berhadiah total 10.000 dolar AS itu, Christopher yang berperingkat 394 dunia dan menempati unggulan teratas, menundukkan Perakiat Siriluethawattana (Thailand/peringkat 847) dengan dua set langsung 6-4, 6-2.
     
Berikutnya, pada babak kedua Christo akan berhadapan dengan petenis Thailand lainnya, Warut Korkiatthaworn yang menundukkan Punn Bodhidatta 6-2, 6-4.
     
Menghadapi Korkiatthaworn seharusnya Christo memiliki peluang besar untuk kembali mencatat kemenangan, mengingat petenis tuan rumah yang tampil ke babak utama dengan fasilitas "wild card" ini sedang tak memiliki peringkat.
     
Kecuali itu, Korkiatthaworn pernah memiliki ranking terbaiknya pada urutan 1.564 dunia pada tahun 2009 lampau.
     
Kemenangan ini merupakan keberhasilan kedua Christo atas Siriluethawattana setelah tahun lalu mengalahkan petenis kidal itu 6-4, 6-1 di babak 16 besar turnamen F4 Thailand.
     
Namun, keberhasilan Christo tak diikuti rekannya  David Agung Santoso. Seperti dikutip dari situs resmi ITF, David Agung langsung terhenti pada babak pertama oleh petenis Jerman Richard Becker dengan 3-6, 1-6.
     
Dengan kekalahan ini, David Agung gagal melakukan pembalasan atas petenis unggulan ketujuh Becker yang baru-baru ini mengalahkannya pada babak kedua F1 Thailand pada pekan lalu.
     
Dari hasil pertandinggan lainnya, unggulan ke-9 Abdullah Maqdas (Kuwait) menundukkan Roy Rupesh (India) 4-6, 6-2, 6-0.
     
Maqdas tampil ke turnamen ini menggantikan posisi petenis Afrika Selatan Ruan Roelofse yang semula menempati unggulan kedua mengundurkan diri.

Bonus Atlet, KONI NTT Pungut Uang dari Masyarakat

Posted: 15 May 2012 03:35 PM PDT

KUPANG, Kompas.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Timur akan memungut uang dari masyarakat sebagai salah satu sumber dana untuk memberikan bonus kepada atlet berprestasi dalam arena PON ke-18 di Pekanbaru, September 2012.

"Kami sudah merancang bentuk pungutannya dalam bentuk karcis masuk bagi semua orang yang menggunakan jasa pelabuhan udara El Tari Kupang, pelabuhan laut Tenau Kupang, serta pelabuhan penyeberangan feri di Bolok," kata Ketua KONI Esthon Foenay di Kupang, Selasa (15/5/2012).

Ada sekitar 67 atlet dari NTT yang akan bertarung dalam arena bergengsi antarprovinsi di Indonesia dalam wahana pekan olahraga nasional itu. Menurut dia, besarnya dana yang akan ditarik dari masyarakat sebesar Rp 5.000 bagi yang menggunakan fasilitas Bandara El Tari Kupang, Rp 2.000 bagi penumpang yang menggunakan jasa pelabuhan Tenau Kupang, serta Rp 1.000 bagi yang menggunakan jasa penyeberangan di pelabuhan feri Bolok.

Esthon yang juga Wakil Gubernur NTT itu mengatakan, jangka waktu pungutan akan dimulai 1 Juni sampai 31 Agustus 2012.

"Pungutan ini mengacu pada UU No.9 tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang serta Peraturan Pemerintah No.29 tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan," kata Esthon memberi alasan.

Ia mengatakan, jika konsep pungutan ini bisa diterima oleh pemerintah, KONI NTT akan segera mungkin melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melihat reaksi dan tanggapan langsung dari masyarakat.

NTT akan ikut serta dalam 10 cabang dari 38 cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni altetik, tinju, kempo, karateka, taekwondo, sepak takraw, silat, tarung Drajat, Futsal, Bridge.

"Dari total 10 cabang yang diikuti 67 atlit asal NTT itu, cabang olahraga atletik merupakan cabang olahraga yang terukur, sementara lainnya sulit diukur, sehingga sulit diprediksi berapa medali yang akan diraih, kecuali tinju, kempo dan atletik yang bisa diharapkan untuk menyumbang medali emas, seperti pada PON sebelumnya," katanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen