ANTARA - Olahraga

sumber :-

ANTARA - Olahraga


Ceko vs Portugal sementara 0-0

Posted: 21 Jun 2012 12:37 PM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Pertandingan babak pertama perempaffinal Piala Eropa 2012 antara Republik Ceko melawan Portugal di National Stadium, Warsawa, Polandia, berakhir imbang 0-0.

Portugal yang sejak awal tampil menyerang belum bisa memanfaatkan dengan baik peluang emas yang mereka ciptakan, sementara Ceko memperketat dengan gaya permainan yang juga menyerang.

Portugal beberapa kali nyaris membobol gawang Ceko namun berhasil digagalkan barisan pertahanan  Ceko.

Peluang pertama dari Ceko saat umpan silang Darida pada menit 18 belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Milan Baros yang berada di posisi sempurna di depan gawang Eduardo.

Sementara portugal mulai membuka peluang lewat tendangan voli Sergio Contreao pada menit 23, namun belum bisa menembus pertahanan Pter Cech.

Pada menit ke-25, Ronaldo yang tanpa pengawalan melakukan tendangan keras ke arah gawang namun usahanya berhasil digagalkan oleh Peter Cech.

Ceko berganti mengancam pertahanan gawang Portugal pada menit 28 dari Gebre Selassie yang mendapat umpan dari Darida di sayap kanan, namun tendangan tajamnya mampu dihalau Pepe.

Pada detik-detik akhir babak pertama, Ronaldo nyaris membobol gawang Ceko lewat tendangan keras yang merupakan umpan dari Pepe. Namun tendangan ini  membentur tiang gawang.

Republik Ceko berusaha meredam pola eksplosif permainan Portugal yang memasang tiga penyerang dalam formasi 4-3-3, dengan menempatkan lima gelandang dan satu penyerang dalam formasi 4-2-3-1. (*)

M047

Bonucci senang dapat bungkam Balotelli

Posted: 21 Jun 2012 11:59 AM PDT

Krakow (ANTARA News) - Tiga hari yang lalu, bek tengah Italia, Leonardo Bonucci, membungkam mulut Mario Balotelli untuk mencegah pemain muda penuh talenta itu mendapat lebih banyak masalah.

Dan jika ia harus melakukannya kembali, Bonucci akan dengan senang hati mengulangi tindakan itu, meski pelatih Italia, Cesare Prandelli, menyebut hal itu sebagai "protektif", lapor AFP.

"Saya bermain dengannya di tim muda Inter Milan. Ia baru berusia 17 tahun, namun saya terbiasa menegurnya, ia menyukai hal itu," kata Bonucci.

"Saya menjaganya pada saat ia melakukan perayaan (gol saat) melawan Irlandia, dan ia berterima kasih padaku atas hal itu."

"Sayangnya, terkadang ia melakukan beberapa hal bodoh namun ia (bertindak) menurut nalurinya dan ia tetap merupakan pemuda yang baik."

Kelakuan kontroversial Balotelli telah mendominasi judul-judul surat kabar yang mewarnai perjalanan tim Italia di Piala Eropa 2012, dan reaksi marah sang pemain saat mencetak gol pada pertandingan terakhir Grup D sangat menyedot perhatian publik.

Kamp latihan Italia tetap bersikap bungkam terhadap siapa sosok yang menjadi subyek kemarahan Balotelli.

Balotelli dibangku cadangkan oleh Prandelli dan hanya bermain selama 20 menit pada fase akhir pertandingan, di mana ia mendapat cemooh dari pendukung Irlandia dan sebelumnya ia telah mendapat banyak kritik dari pewarta-pewarta Italia.

Balotelli merupakan seseorang yang sangat tergantung pada suasana hatinya, terdapat banyak pertanyaan mengenai apakah dirinya dapat berpadu dengan rekan-rekan setimnya, namun Bonucci mengklaim bahwa sama sekali tidak ada pemisahan di kamp latihan.

"Saya tidak berpikir demikian, bahkan kemarin (Rabu) ia bercanda di seputar tiang sudut saat latihan dengan (Antonio) Di Natale."

"Bahkan kadang-kadang ia tersenyum. Ia adalah pemain yang dapat membuat perbedaan, ia tidak dapat diprediksi, kuat, dan bertenaga."

"Jika secara fisik dirinya berada dalam bentuk yang bagus, ia akan menyulitkan bagi Prandelli (untuk tidak memilihnya)."

"Saya berkata pada dirinya sebelum pertandingan melawan Irlandia, di atas lapangan sebaiknya ia hanya berpikir untuk menikmati dirinya sendiri."

Italia bermain melawan Inggris di Kiev pada perempat final terakhir Piala Eropa 2012 pada Minggu, dan Bonucci mengatakan bahwa pasukan Roy Hodgson memiliki sedikit keunggulan atas tim Italia.

Meski demikian, ia percaya Azzurri akan menjadi tim yang lebih kuat daripada lawannya tersebut.

Melihat cara bermain kami, saya pikir kami lebih baik dari Inggris, namun beberapa hal juga dapat diperhitungkan," ucapnya.

"Inggris mulai mengambil gaya Italia. Mereka telah belajar bagaimana untuk memukul tim (lawan) pada serangan balik."

"Mereka penuh semangat dan telah belajar bagaimana cara bertahan."  (RF/A023)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen