Sindikasi sport.okezone.com

sumber :-

Sindikasi sport.okezone.com


Pembalap Denmark Kuasai Etape IV

Posted: 07 Jun 2012 03:15 AM PDT

BUKITTINGGI – Tour de Singkarak untuk Etape IV telah selesai. Pembalap sepeda Jhon Ebsen kebangsaan Denmark dari CCN Cycling Team (CCN) Brunei Darussalam, mencapai garis finis pertama dengan catatan waktu 4 jam, 14 menit, 30 detik.
 
Disusul urutan kedua Pujol Munoz Oscar dari Azad University Cross Team (AZC) Iran. Sementara urutan ketiga, Mohamman Saufi Mat Senan dari Terengganu Cycling Team (TSG) Malaysia, Kamis (7/6/2012)
 
Untuk perebutan adu sprint (kecepatan) di Kilometer 32, kantor Wali Kota Pariaman dan Kilometer 70.2 Tiku, berhasil dikuasai oleh pembalap Hamid Shirisisan dari Uzbekistan Suren Team (UST). Sementara untuk kelas raja tanjakan (King Of Mountain) di Kilometer 105,5, terletak di Muko-muko, disabet oleh Lex Nederlox dari CCN Brunei Darussalam panjang tanjakan 3.474 Kilometer.
 
Untuk di kelok 44 Kilometer 129.8 dimenangkan Pujol Munoz Oscar dari Azad University Cross Team (AZC) Iran, tanjakannya ini sangat ektrem selain mendaki juga menikung tajam. Ia juga memenangkan tanjakan di Kilometer 143 Malalak.
 
Yang menarik untuk etape IV ini penghargaan tinggi balap sepeda Yellow Jersey tidak mampu di pertahankan Ito Masakazu dari Jepang, kedudukannya digeser Jai Crawford dari Genesys Wealth Advisers (GEN) Australia dengan jumlah waktu selama empat etape 11:52:12.
 
Sedangkan Green Jersey disabet Pujol Munoz Oscar dari Azad University Cross Team (AZC) Iran dengan poin 35. Ia juga meraih penghargaan raja tanjakan (KOM) Polka-Dot Jersey. Kelas pembalap terbaik Indonesia atau Red and White jersey diraih pembalap Dadi Sutanto. Untuk kategori tim, etape hari ini diraih oleh Putra Perjuangan Bandung Indonesia.
(hmr)

Nasihat Susi-Alan Bagi Kontingen Indonesia

Posted: 07 Jun 2012 02:18 AM PDT

JAKARTA – Sekira 17 atlet, tak lama lagi akan berpeluh keringat, saling sikut untuk berebut medali emas. Untuk membuat jiwa anggota kontingen kian menggelora, pasangan suami-istri peraih emas Olimpiade, Alan Budikusuma dan Susi Susanti, menekankan pentingnya mengusung kebanggaan merah-putih di antara ratusan pesaing.
 
 
Dalam pertemuan yang juga dihadiri KOI (Komite Olimpiade Indonesia), Alan dan Susi yang merebut emas di cabang bulu tangkis pada Olimpiade Barcelona tahun 1992 silam, turut menumpahkan pengalaman dan kebanggaannya bisa berbuat banyak untuk Indonesia di panggung Olimpiade.
 
 
"Suatu kebanggaan bagi saya sebagai atlet bisa ikut Olimpiade. Perjuangan saya menuju ke sana luar biasa berat. Saya harus berlatih ekstra keras, bukan hanya teknik dan fisik tapi juga mental. Kadang saat sakit pun, saya harus tetap menjalankan program latihan," ujar Susi.
 
 
"Kalau biasanya saya hanya latihan dua kali sehari, tapi ketika ingin ke Olimpiade, jadi tiga kali sehari karena saya menyadari lawan-lawan saya sangat berat," lanjutnya.
Sang suami pun mengaku tak kalah bangga ketika namanya tercantum di antara delegasi Garuda, di Barcelona dua dasawarsa silam. Bangganya bukan main rasa hati Alan yang kala itu, masih memadu kasih dengan Susi.
 
 
"Pada waktu saya terpilih ikut Olimpiade, merupakan suatu kebanggaan besar bagi saya. Olimpiade itu turnamen terbesar dunia yang hanya terselenggara 4 tahun sekali. Harapan saya kepada atlet-atlet sekarang, berjuanglah semaksimal mungkin, teruskan tradisi emas, khususnya di bulutangkis dan berikanlah hasil terbaik untuk Indonesia," timpal Alan.
 
 
"Pelatih saya menyadari bahwa lawan tentunya juga melakuka latihan ekstra keras untuk medali emas. Saya merasaka dukungan dari orang tua, pelatih, pengurus, juga Susi, sangat membantu penambah semangat saja jadi juara. Pada kesempatan ini, saya berharap kepada tim Indonesia untuk berjuang hingga akhir demi kebanggaan negara," tandas peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.
(auz)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen