ANTARA - Olahraga

sumber :-

ANTARA - Olahraga


Persiba menang di pertandingan terakhir ISL

Posted: 11 Jul 2012 01:06 PM PDT

Balikpapan (ANTARA News) - Persiba Balikpapan memenangi pertandingan terakhir Liga Super Indonesia melawan Persiwa Wamena dengan skor 3-1 di Stadion Parikesit, Komplek Pertamina Karang Anyar, Balikpapan, Kaltim, Rabu .

Gol-gol Persiba dicetak oleh gelandang bertahan Esteban Gullien di menit ke-6, dan dua gol "il capitano" Aldo Baretto masing-masing di menit ke-8 dan menit ke-55.

Persiwa Wamena, tim dari Pegunungan Tengah, Papua Barat, mencetak gol lewat Pieter Rumaropen menjelang akhir babak pertama dan menjadikan skor 2-1.

Kemenangan ini memberi tambahan poin kepada Beruang Madu menjadi 51, dan akhirnya bercokol di posisi ketujuh klasemen akhir ISL.

Meski memiliki nilai yang sama dengan Pelita Jaya, namun tim Balikpapan memiliki selisih gol hanya 5, yaitu memasukkan 60 tetapi kemasukan 55, sementara Pelita yang lebih produktif memasukkan 68 gol dan kemasukan 51, atau selisih 17 gol.

Persiwa sendiri tetap menghuni papan atas di posisi ketiga klasemen akhir ISL dengan poin 58.

Demi menutup kompetisi dengan kemenangan, Persiba langsung agresif menekan lawan sejak menit awal babak pertama. Alhasil Esteban Gullie mampu membawa tuan rumah unggul di menit ke-6.

Unggul 1-0, Beruang Madu terus menggempur pertahanan Patrich Wanggai dan kawan-kawan. Maka gol Aldo Baretto selang 2 menit kemudian memperlebar jarak menjadi 2-0.

Usaha tim tamu untuk memperkecil ketertinggalan membuahkan hasil melalui aksi Pieter Romaropen, sekaligus menutup laga di paruh pertama dengan skor 2-1.

Di babak kedua, Persiba kembali menggebrak pertahanan Persiwa. Puncaknya kembali ketika Aldo kembali mencetak gol kedua dirinya pada menit ke-55. Papan skor stadion pun menampangkan angka besar 3-1, skor yang bertahan hingga akhir pertandingan .

"Saya ucapkan terima kasih untuk semua pemain yang sudah berjuang pada pertandingan hari ini. Kemenangan ini atas hasil usaha mereka semua," kata Direktur Teknis Persiba Hans Peter Schaller.

Ia juga memuji disiplin dan determinasi Aldo Baretto dan kawan-kawan sehingga berhasil menutup partai terakhir tersebut dengan kemenangan.

Asisten Pelatih Persiwa Agus Santoso mengakui keunggulan tuan rumah. Menurut Santoso, memang tidak mudah meraih poin di kandang Persiba.

"Apalagi, kami kehilangan dua pilar utama kami, Erick Weeks dan Firly Apriansyah yang harus absen karena akumulasi kartu kuning," katanya usai pertandingan.

(KR-NVA/A041)

Persisam dinilai tak pantas di papan bawah

Posted: 11 Jul 2012 01:02 PM PDT

Samarinda (ANTARA News) - Manajer Persisam Putra Agus Coeng Setiawan mengatakan timnya tidak pantas terseok-seok di papan bawah klasemen Liga Super Indonesia, dengan pemain bintang yang dimiliki seperti Eka Ramdhani dan Christian Gonzales.

"Sebenarnya kami tidak pantas harus berjuang untuk keluar dari zona degradasi dengan materi pemain yang dimiliki, tapi dengan kondisi apapun kami masih bersyukur skuad Persisam menunjukkan perubahan besar di akhir kompetisi," kata Agus Coeng di Samarinda, Rabu.

Pada putaran pertama skuad Pesut Mahakam tampil cukup menjanjikan dengan bukti tim asal Samarinda itu bisa memimpin klasemen di awal kompetisi.

Sayangnya dalam perjalanan, tim Persisam menemui banyak jalan terjal dan beberapa kali kalah di kandang, yang puncaknya terjadi pergantian pelatih dari Daniel Roekito ke asisten Hendri Susilo.

Ternyata Hendri yang sempat menjadi arsitek tim Pesut Mahakam, juga tidak bisa mengangkat mental tanding pemain, sehingga Hendri pun harus diganti oleh Misha Radovic.

Agus Coeng mengakui banyak persoalan yang menjadi penyebab terpuruknya tim Persisam, yang awalnya digadangkan sebagai calon juara musim ini.

"Banyak faktor saya tidak bisa memaparkan satu persatu, namun saya bersyukur persoalan itu berangsur-angsur pulih, dan motivasi pemain bisa bangkit lagi, sehingga Persisam bisa keluar dari zona degradasi," jelas Agus Coeng.

Faktor finansial seakan tidak menjadi persoalan bagi para pemain Persisam, karena gaji maupun bonus di tim Persisam tidak pernah terlambat seperti tim lain.

"Yang pasti bukan faktor finansial, tapi evaluasi kami lebih mengarah pada motivasi dari dalam diri pemain sendiri," jelas Agus Coeng.

Dengan catatan evaluasi ini, tentunya menejemen akan membuat suatu analisa untuk musim depan.

"Tentunya kami ingin tim kebanggan kota Samarinda ini bisa menunjukkan prestasi ke depannya," tegas Agus Coeng.
(KR-RMT/A041)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen