KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Juara Olimpiade Takluk dari Pemain Muda India

Posted: 14 Sep 2012 01:56 PM PDT

Juara Olimpiade Takluk dari Pemain Muda India

Penulis : Gatot Widakdo | Jumat, 14 September 2012 | 20:56 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Juara olimpiade tunggal putri bulu tangkis asal China Li Xuerui dipermalukan pemain muda India Sindhu P.V di depan pendukungnya sendiri. Dalam partai perempat final Super Series China Masters, Jumat (14/9/2012), Li kalah tiga gim 19-21, 21-9, 16-21.

Dengan hasil ini, Sindhu berhak melaju ke babak semifinal. Di babak empat besar ini, pemain berusia 17 tahun ini akan menantang pemain China lainnya Jiang Yanjiao.

Selain Yangjiao, China juga menempatkan satu wakilnya, yakni pemain nomor satu dunia Wang Yihan. Di babak empat besar Yihan akan menghadapi pemain Thailand Sapsiree Taerattanachai.

Pada turnamen ini, pengurus PBSI tidak mengirim satu pemain pun. Sebelumnya, Sekjen PBSI Yacob Rusdianto menyebutkan alasan untuk memberi kesempatan pemain membela daerahnya pada ajang Pekan Olahraga Nasional di Riau. 

Tim Putri Jabar Taklukkan Jateng

Posted: 14 Sep 2012 01:40 PM PDT

PEKANBARU, KOMPAS.com — Tim bulu tangkis putri Jabar tampil sebagai yang terbaik pada Pekan Olahraga Nasional XVIII Riau. Jabar menjadi juara setelah pada partai final yang digelar di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Jumat (14/9/2012), mengalahkan Jawa Tengah dengan angka ketat 3-2.

Hera Desi Ana membuka kemenangan Jabar dengan menumbangkan Maria Febe Kusumastuti 21-19, 23-21.

Kemenangan atas Febe di final kemarin bahkan menjadi kemenangan keduanya atas pemain asal klub Djarum Kudus itu. Hera sebelumnya mengalahkan Febe di laga terakhir penyisihan grup sekaligus memastikan Jabar menjadi juara grup melewati Jawa Tengah.

Berstatus pemain yunior yang baru berusia 19 tahun tidak membuat Hera gentar saat melayani Febe. Dia bahkan cukup percaya diri dengan mengambil alih kontrol permainan. Sempat tertinggal di awal gim pertama, Hera kemudian bangkit dan meraih poin satu demi satu untuk menyusul angka Febe. Setelah berbalik unggul 18-17, Hera terus melaju untuk menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.

Gim kedua berlangsung lebih ketat. Dalam situasi itu, Hera sempat menyingkir keluar lapangan meminta pengobatan tim medis karena otot pahanya tegang. Setelah mendapat perawatan, Hera kembali ke lapangan. Namun, gerakannya sudah tidak seleluasa di gim pertama. Sambil menahan sakit Hera berupaya main sabar meladeni Febe. Perolehan angka kedua pemain saling susul sampai kedudukan 20-20. Setelah kedudukan 21-21, Hera berani memaksa main lebih agresif. Dia pun merebut dua poin sekaligus menutup gim kedua dengan kemenangan 23-12.

"Setelah menang atas Febe di penyisihan grup, saya sudah percaya diri bisa mengulanginya. Namun, otot paha saya sempat tegang sehingga mainnya agak tidak nyaman walau tetap saya paksa," kata Hera mengomentari pertandingan final.

Soal serangkaian kemenangan atas pemain senior lainnya, Hera mengatakan, dirinya tampil tanpa beban sehingga bisa main lepas dan menang. "Tentu saja saya senang dengan semua hasil ini. Mudah-mudahan ini bisa memotivasi diri saya untuk bisa tampil lebih bagus lagi," ujar Hera.

Setelah Febe kalah, Jateng langsung merespons untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat pasangan Debby Susanto/Melati Daeva yang mengalahkan pasangan Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia 28-26, 14-21, 21-19. Akan tetapi, Jabar kembali unggul 2-1 setelah tunggal kedua Lindaweni Fanetri menang atas Anna Rovita 23-21, 21-13.

Pasangan Devi Tika Permatasari/Komala Devi menjadi harapan Jabar untuk mengunci kemenangan. Sayangnya, harapan itu belum terwujud karena pasangan ini dikalahkan Annisa Saufika/Emmanuelle dalam pertarungan ketat 19-21, 21-9 dan 23-25.

Final ini pun harus diselasaikan sampai partai kelima. Jabar akhirnya tampil sebagai pemenang setelah wakilnya Febby Angguni mengalahkan Rosaria Yusfin Pungkasari 21-19, 21-10.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan