KOMPAS.com - Olahraga

sumber :-

KOMPAS.com - Olahraga


Pelatih Tiongkok Belum Tangani Wushu

Posted: 29 Jan 2011 01:33 PM PST

JAMBI, Kompas.com - Pelatih asal Tiongkok sampai saat ini belum bisa menanggani tim pemusatan latihan nasional (Pelatnas) cabang wushu untuk nomor tarung (sanshou) dalam rangka persiapan menghadapi SEA Games 2011.

Setelah satu minggu, 12 atlet wushu nasional yang sudah berlatih menjalani porgram pelatnas di Jambi, tepatnya di mess PTPN VI, belum juga dilatih oleh pelatih asing dari Tiongkok. Demikian pernyataan salah satu Pengurus PB WI, Aisen Gaouw, di Jambi.

Untuk saat ini, ke-12 atlet nasional diantaranya dua atlet dari Jambi yang bergabung di pelatnas SEA Games tersebut, masih dilatih oleh pelatih nasional Lambertus, dari Jawa Timur.

Pelatih asing tersebut diperkirakan akan tiba dan menanggani langsung atlet pelatnas pada pertengahan Februari mendatang.

Sesuai program dari PB, untuk tim pelatnas wushu nomor sanshou akan ditangani oleh pelatih asing dari Tiongkok. Dia didampingi oleh pelatih nasional.

Pelatnas wushu nomor sansnou secara resmi diikuti 12 atlet nasional dari beberapa daerah dan resmi dimulai pada 21 Januari lalu, dengan menggunakan mess PTPN di Jambi.

Sebelumnya, sebanyak 12 atlet wushu nasional telah melakukan tes fisik untuk mengetahui kebugaran sebelum menjalani program yang disusun pelatih nasional. Tes kebugaran bertujuan untuk mengatahui kondisi awal para atlet sebelum mengikuti program latihan pelatnas di Jambi selama 11 bulan, dimulai 24 Januari hingga 24 November 2011.

Ke-12 atlet nasional wushu sanshou yang sudah berada di Jambi untuk mengikuti pelatnas berasal dari lima daerah, yakni Sumatera Utara yakni Hotman Darma Purba di kelas 52 Kg putra, Moria Manulu kelas 60 Kg putri asal DKI Jakarta, Junaedi kelas 75 Kg putra dari Kalimantan Barat.

Sedangkan dari Jawa Timur atletnya berjumlah enam orang yakni Lita kelas 56 Kg putri, sedangkan putranya Yoseph Fo (52 Kg), Gunawan (56 Kg), Oscar (60 Kg), Muklis (65Kg) dan Agus (70Kg).

Sementara itu dua atlet putri Jambi yang juga bergabung di Pelatnas adalah Friska Ria Wibowo di kelas 45 Kg dan Linda Darraw kelas 52 Kg.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Kalah, Simon Dapat Pelajaran Penting

Posted: 29 Jan 2011 01:25 PM PST

JAKARTA, Kompas.com - Simon Santoso mendapat pelajaran penting ketika melawan Lin Dan di semifinal Korea Terbuka Super Series Premier, Sabtu (29/1/11). Sempat memiliki momentum untuk meraih kemenangan, Simon justru gagal dan akhirnya menyerah.

Meskipun demikian, Simon sudah memberikan perlawanan gigih dan mengesankan. Pemain Pelatnas Cipayung ini memaksa juara Olimpiade Beijing 2008 tersebut bermain tiga game dengan skor yang ketat, sebelum kalah 21-23, 22-20, 15-21, dalam waktu 1 jam 15 menit.

Di game pertama, Simon sudah memegang kendali untuk meriah kemenangan karena memimpin 20-16. Hanya perlu satu angka untuk mengakhiri game ini, Simon justru terlalu emosional sehingga Lin Dan bisa mengejar dan memaksa deuce hingga menang 23-21.

"Pada game pertama saya ingin buru-buru menyelesaikan pertandingan, tetapi malah jadi kurang tenang dan kurang sabar. Baru mau menghajar malah dihajar balik," kata Simon mengenai kekalahannya pada game pembuka.

Di game kedua, Simon bisa bangkit. Setelah Lin Dan memimpin 11-5, Simon mampu mengejar dan menyamakannya pada kedudukan 18-18 dan unggul 20-18. Kali ini, Lin Dan yang menyamakan kedudukan 20-20 sebelum Simon merebut game tersebut dengan memenangi dua poin terakhir.

Permainan Simon mengendur pada game penentuan saat Lin Dan langsung memimpin 4-0 dan terus melaju tak terkejar. Simon sempat memperpendek jarak angka menjadi 15-16 namun Lin Dan segera menyudahi pertandingan dengan membukukan lima poin beruntun.

"Pada pertengahan game ketiga, ketika saya mengejar, kaki saya yang ketarik tambah sakit, jadi gerakan saya semakin lamban dan nggak bisa mengimbangi kecepatan dia," papar Simon.

"Untuk penampilan ke depan, saya harus lebih bekerja keras lagi agar bisa bersaing dengan pemain-pemain top," tambahnya.

Kekalahan Simon membuat Indonesia tidak punya wakil pada turnamen Super Series Premier perdana berhadiah total 1,2 juta dollar AS itu. Pasalnya, Simon merupakan satu-satunya wakil dari Tanah Air, yang tersisa di semifinal.

Di final, Minggu (30/1/11), Lin Dan akan bertemu rival terkuatnya Lee Chong Wei dari Malaysia. Final ideal ini tercipta, setelah Chong Wei menyisihkan pemain China lainnya Du Pengyu 21-10, 21-10.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen