Sindikasi sport.okezone.com

sumber :-

Sindikasi sport.okezone.com


Lawan Berimbang, Unggulan Berpeluang Sama

Posted: 01 Mar 2012 03:06 AM PST

Randy Wirayudha - Okezone

MALANG – Memasuki hari kedua (Kamis, 1/3), kejuaraan MILO School Competition di GOR Master Malang, menampilkan kelompok beregu SD dan SMP di babak penyisihan. Para pembimbing dari tiap sekolah sudah menyiapkan berbagai strategi untuk bisa meraih target juara dan menyabet Piala Taufik Hidayat.
 
Seperti halnya yang diungkapkan Sutikno pembimbing SD Karah I Surabaya, yang merupakan unggulan pertama di beregu SD Putra, anak didiknya sejak awal mengikuti kejuaraan ini sudah menargetkan untuk meraih juara. Ini sesuai dengan kemampuan anak didiknya yang sudah memiliki prestasi di bidang olahraga bulutangkis.
 
Untuk kelompok beregu SD Putra, kata Sutikno, pihaknya menurunkan 3 atlet yakni Mega Ciputra (unggulan pertama), Prabu Wenang (unggulan ke empat) dan Fauzan.
 
Dari lawan tanding yang dianggap Sutikno cukup berat, ada beberapa sekolah yang memang juga memiliki atlet berbakat dan berprestasi. Diantaranya, SD Materdai Probolinggo dimana Cahya Cristian merupakan unggulan kedua. Begitu pula dengan SD Sukokerto II Probolinggo, dengan atlet andalan, M Imron unggulan 3.
 
"Mereka mainnya juga lumayan bagus. Namun siswa yang tidak diunggulkan juga tidak boleh disepelekan. Saya selalu berpesan bahwa jangan pernah meremehkan lawan tanding. Semua punya potensi untuk menang di kejuaraan MILO School Competition. Yang terpenting, anak-anak tidak mudah menyerah, disiplin berlatih dan terus semangat bertanding jika ingin jadi juara sejati," papar Sutikno.
 
Hal yang sama juga ditekankan Sutikno untuk anak didiknya di SMP Shafta Surabaya beregu Putra (unggulan pertama) dan Putri (unggulan kedua). Di kelompok beregu, semua peserta memiliki peluang sama untuk bisa maju ke babak final.
 
SMP Shafta Surabaya akan menghadapi lawan tanding yang perlu diperhitungkan, seperti SMP Semen Gresik Putri sebagai unggulan pertama, SMPN 1 Pakis Putri unggulan 4, SMPN 3 Bondowoso Putra unggulan 3 maupun SMPN 01 Probolinggo Putra unggulan lima.
 
Sementara itu, Ketua Pelaksana MILO School Competition Malang, Eddy Prayitno menilai memang untuk beregu baik di tingkat SD maupun SMP, bakal menampilkan pertandingan yang cukup seru. Banyak atlet berprestasi yang akan bertemu di babak pertandingan awal hingga di babak final.
 
Dia menyebut atlet Mega Ciputra meski berasal dari Malang namun dalam kejuaraan MILO School Competition Malang dia mewakil SD Karah I Surabaya. Potensinya cukup membanggakan.
 
Bahkan bisa diprediksi dalam beregu SD Putra dia bisa perkuat SD Karah I dan jadi juara. Begitu pula beregu SD Putri, Sri Fatmawati dari SD Taman Sari 4 Probolinggo juga akan perkuat kelompoknya.
 
Sedangkan di tingkat SMP baik putra dan putri, Eddy yakin, pertandingan semakin seru. Ini mengingat banyak kelompuk unggulan yang nantinya bertemu di babak semi final maupun final. "GOR Master ini bakal dipenuhi suporter para siswa yang bertanding dan siap menyaksikan serunya permainan para unggulan," pungkas Eddy.
(raw)

Vettel: Musim 2012 Lebih Berat

Posted: 01 Mar 2012 02:04 AM PST

MILTON KEYNES – Jawara bertahan F1, Sebastian Vettel mengungkapkan pesimismenya untuk kembali bisa mendominasi persaingan. Baginya, musim 2012 ini akan lebih sulit dari pada musim-musim lalu.
 
Tentunya, Vettel mengutarakan hal itu berkaitan dengan sistem dan peraturan baru soal exhaust system, atau saluran pembuangan. Akibatnya, Vettel merasa mobil barunya tak punya daya cengkeram yang mumpuni untuk bagian ban.
 
Hal itu membuat Vettel merasakan perbedaan yang amat besar di mobil RB8 barunya. Dengan grip yang tidak seperti musim lalu, membuatnya tak mampu memacu mobilnya dengan dorongan maksimal di tikungan tajam.
 
"Perbedaan terbesar yang terjadi, ada pada mobil yang saat ini kekurangan daya cengkeram. Hal itu membuat kami lebih lambat dalam memacu mobil ketimbang tahun lalu," ungkapnya, seperti dilansir NineMSN, Kamis (1/3/2012).
 
"Tahu lalu, kami bisa dengan bebas memodifikasi bagaimana knalpot kami. Hal itu membuat kami lebih cepat karena bisa memaksimalkan daya cengeram ban, tambahnya.
 
"Tapi sekarang hal semacam itu tinggal masa lalu dan kami harus menghadapi kondisi seperti ini," pungkas pembalap berjuluk Baby Schumi tersebut.
(raw)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen