Republika Online

sumber :-

Republika Online


Bruyneel Sesalkan Putusan Lance Amstrong

Posted: 25 Aug 2012 03:02 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Keputusan Lance Armstrong untuk tidak melawan tuduhan pemakaian doping sangat mengecewakan para atlet balap sepeda, demikian menurut mantan pelatih kepala tim Armstrong, John Bruyneel, yang juga tengah menghadapi tuduhan dari Badan Anti-Doping Amerika Serikat (USADA).

Armstrong mendapatkan hukuman seumur hidup dari USADA pada Jumat dan ketujuh gelar juara Tour de France-nya pun dicopot, setelah ia memutuskan untuk tidak membela dirinya. Atlet asal Texas ini akhirnya berhenti menampik bahwa ia tidak pernah menggunakan obat-obatan penambah stamina sepanjang karirnya.

"Saya kecewa terhadap Lance dan untuk dunia balap sepeda pada umumnya, ketika Lance akhirnya sampai pada waktu ia harus menyerah dan tak lagi berpartisipasi pada usaha USADA untuk melawan dirinya," tulis Bruyneel di situs pribadinya, www.johanbruyneel.com.

"Lance tidak pernah mengalah dari pertandingan sepanjang hidupnya, namun keputusannya hari ini telah menggarisbawahi betapa tidak adilnya semua proses ini," tambah Bruyneel.

Bruyneel yang berasal dari Belgia merupakan salah satu, selain Armstrong, dari lima orang yang dikenai tuduhan skandal penggunaan doping oleh USADA pada Juni. Bruyneel dikenai tuduhan terlibat dalam konspirasi program penggunaan doping di antara tahun 1998 hingga 2011. Dan pelatih berusia 48 tahun ini mengungkapkan dirinya akan terus melawan semua tuduhan tersebut.

"Saya berharap secepatnya diputuskan kasus USADA melawan saya. Ini seharusnya tidak berjalan sejauh yang terjadi saat ini. Dan berdasarkan proses legal yang sensitif ini, saya sebaiknya tidak memberikan komentar apapun," pungkas Bruyneel seperti dikutip dari Reuters.

Ubang Raih Posisi Empat Reli Jerman Sesi Pertama

Posted: 25 Aug 2012 12:07 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pereli nasional Subhan Aksa atau yang akrab dipanggil Ubang, sukses menyelesaikan rintangan pertama kejuaraan reli dunia Production World Rally Championship (PWRC) seri Jerman dengan finis di urutan empat.

Hasil yang diraih oleh pereli dari Bosowa Rally Team ini lebih bagus dibandingkan dengan target yang dibebankan kepadanya yaitu berada di urutan lima.

"Sejauh ini aman-aman saja. Kami puas dengan posisi sementara meski ada problem pada rem dan 'power steering'. Di awal balapan bahkan ada indikasi kerusakan pada turbo," kata Subhan Aksa melalui surat elektronik, Sabtu.

Pereli yang berpasangan dengan navigator Jeff Dutt mengaku sejak Special Stage (SS) pertama hingga enam yang harus diselesaikan sepanjang Jumat (24/8) adalah pengalaman yang paling berharga meski baru pertama kali turun di lintasan aspal.

Salah satu kunci untuk bisa maksimal di rintangan pertama ini, kata dia, adalah pemilihan ban. Subhan memilih ban dengan kompon keras. Kondisi ini berbeda dipilih oleh lawannya yang mayoritas menggunakan ban dengan kompon lunak.

"Kemarin prediksi cuaca kemungkinan besar hujan, tapi kami tetap putuskan gunakan 'hard tyre'. Ternyata keputusan kami tepat. Selama balapan tidak hujan sehingga bisa maksimal," kata pereli kelahiran Makassar itu.

Meski tepat dalam pemilihan ban, Ubang mengaku tidak bisa 100 persen dalam menggeber Mitsubishi Evo X-nya. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir gangguan atau resiko di awal balapan.

"Untuk sementara target terpenuhi. Kami berharap hari ini hasilnya jauh lebih bagus," kata anak pengusaha nasional Aksa Mahmud itu.

Pada sesi pertama reli Jerman, Ubang yang saat ini berada di posisi ketiga pada klasemen sementara PWRC harus bersaing ketat dengan lawan-lawannya termasuk pimpinan klasemen Benito Guerra, selain itu dia juga harus bersaing dengan Michal Koscituzko.

Ubang di sesi ini berhasil finis di urutan keempat atau selisih 1 menit 12 detik dengan Marcos Ligato yang berada di posisi tiga. Sedangkan posisi lima direbut oleh R Trivino dengan selisih waktu 2 menit 25 detik dan Subhan Aksa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen