Republika Online

sumber :-

Republika Online


Pedrosa Mengejar Ambisi Tersisa

Posted: 07 Nov 2012 03:30 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID, VALENCIA — Kegagalan menyelesaikan balapan di GP Australia membuat Pembalap Dani Pedrosa harus mengubur mimpinya menjadi juara dunia MotoGP.

Dengan satu balapan tersisa, pembalap Spanyol itu tidak bisa lagi menggusur posisi pembalap Honda Jorge Lorenzo. Pedrosa baru mengumpulkan 307 poin alias tertinggal 43 angka dari juara dunia MotoGP musim ini.

Meski begitu, ada ambisi lain yang diusung the Little Spaniard menjelang GP Valencia, Ahad (11/11). Pembalap berusia 27 tahun itu ingin menutup seri balapan musim ini dengan kemenangan.

Kedua pembalap itu masing-masing mengoleksi enam kemenangan. Jika bisa mewujudkan ambisinya maka Pedrosa bisa menjadi peraih kemenangan terbanyak musim ini, sekaligus mengalahkan Lorenzo.

Menghadapi balapan di Valencia, Pedrosa mengaku mempersiapkan diri sebaik mungkin. Rasa kecewa yang terjadi di Australia sudah dilupakannya. "Saya sangat bersemangat untuk sampai ke Valencia dan membalap di depan kerumunan fans Spanyol," katanya dilansir laman Crash. "Saya menikmati balapan di lintasan ini dan kami juga meraih hasil bagus di masa lalu."

Musim ini, performa Pedrosa sebenarnya tidak kalah dengan Lorenzo. Hanya saja, pembalap Spanyol itu tidak bisa menjaga konsistensi. Bertolak belakang dengan Lorenzo yang selalu bisa menyelesaikan perlombaan dan jarang membuat kesalahan. Pedrosa mengaku, rasa kecewanya bisa terobati jika sampai bisa mengalahkan Lorenzo di Valencia.

"Jadi, saya ingin menjadikan akhir pekan ini spesial dan saya akan bertarung untuk meraih kemenangan serta menyudahi musim dengan hasil yang baik," ujarnya. "Sudah lama sekali dan saya ingin menikmati atmosfer balapan di sana. Itu selalu menjadi balapan spesial karena menjadi penutup musim dan saya punya banyak pendukung, bersama keluarga dan teman-teman saya."

Max Biaggi Mundur dari Balap Motor

Posted: 07 Nov 2012 01:16 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pebalap sepeda motor asal Italia Max Biaggi mengumumkan pengunduran dirinya pada Rabu.

Biaggi, mantan juara dunia di kategori 250 cc tampil sebagai juara kedua pada kategori 250 cc dan MotoGP sebelum kemudian mengalihkan bakatnya ke seri Superbike Dunia, lapor AFP.

Pebalap Italia ini menulis pesan di akun Twitternya pada Rabu pagi yang berbunyi, "Hari ini adalah hari yang baru untuk saya... Beberapa hal tidak akan pernah sama."

Belakangan ia berkata kepada para pewarta, "Saya mengundurkan diri secara resmi."

Biaggi (41), terakhir kali berkompetisi di balap sepeda motor paling elit di dunia, MotoGP, pada 2005 ketika ia mengakhiri musim dengan menduduki peringkat kelima untuk timnya Honda.

Karir terbaiknya di MotoGP adalah menduduki peringkat kedua di bawah pebalap senegaranya Valentino Rossi, pada 2002.

Setelah 2005, Biaggi kehilangan posisinya di Honda yang diambil alih oleh juara dunia kelas 250 cc Dani Pedrosa. Pebalap Italia itu sempat bernegosiasi dengan Honda, Kawasaki, dan Suzuki, namun ia tidak mampu menjalin kesepakatan dengan tim-tim tersebut.

Ia meninggalkan MotoGP untuk memfokuskan perhatiannya pada Superbike, menduduki peringkat ketiga saat membela Suzuki pada 2007 sebelum memenangi kejuaraan ini untuk pertama kalinya dengan Aprilia pada 2010.

Biaggi memuncaki klasemen Superbike untuk kedua kalinya di Magni-Cours di Prancis pada bilan lalu, di mana ia mengklaim gelar itu berkat keunggulan setengah poin atas pebalap Inggris Tom Skyes.

Pria Italia ini berkata dirinya ingin pensiun sebagai seorang pemenang. "Ini merupakan keputusan tersulit yang pernah saya buat," ucapnya kepada para pewarta. "Namun saya ingin para penggemar mengingat saya sebagai seorang juara."

Biaggi, yang mulai membalap pada usia yang relatif telat yakni 17 tahun, menambahkan, "Secara pribadi saya sangat nyaman dengan apa yang telah saya capai sepanjang karirku. Saya memiliki saat-saat naik dan turun, namun hasratku untuk olahraga ini tidak pernah berkurang. Saya selalu memberikan segalanya."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen