Sindikasi bola.okezone.com

sumber :-

Sindikasi bola.okezone.com


Dilirik Persibo, Camargo Ajukan Syarat

Posted: 21 Nov 2012 01:14 PM PST

BOJONEGORO—Langkah Persibo Bojonegoro menarik kembali pelatih asal Brasil Paulo Camargo tampaknya tak semudah yang diperkirakan. Pelatih yang mengantarkan Persibo juara Piala Indonesia 2012 tersebut kini menjadi kandidat terkuat pelatih tim kebanggaan supporter Boromania musim depan.

Namun, Camargo tidak akan begitu saja menerima tawaran klub lamanya itu. Sejumlah syarat diajukan pelatih yang pernah menangani Tangerang Wolves ini. Syarat paling utama adalah komitmen manajemen Persibo untuk tidak mengulangi krisis keuangan.

Camargo sempat merasakan bagaimana timnya tidak mendapatkan gaji selama beberapa bulan di liga Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012. Dirinya juga sempat tak berhasrat memperpanjang kontraknya di Bojonegoro karena persoalan finansial yang membuat tim tak menentu.

"Paulo Camargo masih bersedia bergabung dengan Persibo, tapi dia tidak ingin ada krisis finansial lagi. Dia ingin Persibo lebih profesional, terutama di sisi finansial dengan memberikan jaminan keuangan yang mapan untuk tim," terang salah satu sumber di internal Persibo.

Camargo sejatinya telah menunjukkan dirinya sangat profesional walau klub didekap krisis keuangan. Mantan pelatih Sao Paolo tersebut benar-benar datang ke Indonesia saat final Piala Indonesia antara Persibo kontra Semen Padang. Padahal saat itu dirinya tengah liburan di negaranya.

Paulo Camargo yang sempat didekati Arema FC versi Indonesia Super League (ISL) juga sempat menyatakan sangat berat menjalankan tugasnya ketika pemain tidak digaji. "Camargo harus mati-matian memotivasi tim musim lalu. Dia tak mau tugasnya diganggu persoalan di luar tim, misalnya masalah gaji," kuak sumber tersebut.

Persibo Bojonegoro sejatinya sempat mendekati pelatih asal Malaysia Raja Isa sebagai pengganti Camargo. Pelatih yang pernah menangani Persipura Jayapura itu cukup menggiurkan karena bersedia membawa sponsor apparel untuk tim Oranye. Belakangan keyakinan memilih Raja Isa goyah.

Laskar Angling Dharma tergiur mendatangkan lagi Paulo Camargo setelah batal menjadi pelatih Arema ISL. Lagipula hingga sekarang pelatih yang mendewakan pola 3-4-3 belum memiliki klub baru. CEO Persibo Ferry Kodrat hingga sekarang terus melakukan pendekatan.

Manajer Persibo Nur Yahya membenarkan Persibo saat ini lebih terfokus pada Paulo Camargo dibanding Raja Isa. Penjajakan kemungkinan mengembalikannya ke Stadion Letjen H Soedirman akan terus dilakukan. Apalagi Desember nanti rencananya sudah mulai pembentukan tim.

"CEO memang lebih sreg pada Paulo Camargo karena prestasi dan jasanya untuk Persibo sudah terbukti. Manajemen sendiri juga senang jika Camargo bersedia melatih lagi di Bojonegoro dan optimistis dia bisa membangun tim baru yang tak kalah bagusnya dengan musim lalu," ujar Nur Yahya.

Untuk persoalan finansial, tampaknya Persibo belum bisa menjanjikan apa-apa karena hingga kini dana dari konsorsium belum turun. Seperti diberitakan sebelumnya, tim kebanggaan Kota Ledre membutuhkan minimal dana sekira Rp15 miliar karena bertambahnya kontestan IPL. (Kukuh Setiawan/Koran SI/min)

Milan Sering Digempur, Skor Masih Kacamata

Posted: 21 Nov 2012 12:40 PM PST

BRUSSELS - Babak pertama pertandingan lanjutan Liga Champions antara Anderlecht melawan AC Milan berakhir imbang tanpa gol. Pada laga tersebut, tim tuan rumah lebih mendominasi dan serangan-serangan yang mereka bangun pun lebih berbahaya.

Digelar di Stade Constant Vanden Stock, Kamis (22/11/2012), Anderlecht mengandalkan Dieumerci Mbokani di lini depan. Sedangkan Rossoneri menggantungkan harapan pada trio Kevin-Prince Boatang, Bojan Krkic, dan Stephan El Shaarawy.

Jalannya pertandingan
Tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Anderlecht langsung menekan sejak awal. Mereka seakan tak gentar dengan nama-nama tenar yang mengisi skuad Milan. Namun, hinggal 10 menit pertama, belum ada serangan-serangan yang membahayakan gawang tim tamu.  

Pada menit ke-14, Anderlecht memiliki peluang bagus. Berawal dari aksi gemilang Mbokani yang melewati para pemain bertahan Milan, ia kemudian mengirimkan bola pada Milan Jovanovic. Tinggal berhadapan dengan Christian Abbiati, bola hasil tendangan Jovanovic masih bisa dihalau oleh kaki kiper berusia 35 tahun tersebut.  

Satu menit berselang, giliran Dennis Praet yang mendapat peluang. Mendapat ruang tembak, gelandang berusia 18 tahun tersebut melepaskan tembakan kencang. Namun, bola hasil tendangannya masih melebar di sisi kanan gawang Abbiati. Gawang Milan pun urung kebobolan.

Memasuki menit ke-35, Anderlecht kembali mendapat peluang bagus. Lucas Biglia yang mendapat bola liar sebenarnya tinggal menyontek bola lambung ke gawang Abbiati. Namun, ia kalah cepat dari Kevin Constant yang berhasil menghalaunya, sehingga hanya menghasilkan sepak pojok.

Sepuluh menit jelang babak pertama usai, Milan mulai melancarkan serangan-serangan berbahaya. Namun, kembali, serangan-serangan mereka selalu buntu, hingga babak pertama akhirnya usai dengan kedudukan imbang 0-0.

Susunan pemain:
ANDERLECHT: Proto, Deschacht, Nuytinck, Kouyaté, Biglia, Kljestan, Praet, Gillet, Jovanovic, Mbokani

AC Milan: Abbiati, De Sciglio, Mexès, Yepes, Constant, Nocerino, Montolivo, de Jong, Boateng, Bojan Krkic, El Shaarawy (dit)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen