Republika Online

sumber :-

Republika Online


Suporter Ngamuk setelah River Plate Terdegradasi untuk Kali Pertama dalam 110 Tahun

Posted: 26 Jun 2011 11:08 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,BUENOS AIRES - Klub River Plate Argentina, salah satu klub terbesar dunia, mengalami penderitaan memalukan karena terdegradasi untuk pertama kalinya dalam 110 tahun pada Ahad (26/6) waktu setempat. Hal ini langsung memicu perkelahian antarpenonton dan polisi di luar dan dalam Stadion Monumental.

Perkelahian para holiganis Barrabrava itu terjadi setelah pertandingan berkesudahan imbang 1-1 dengan Belgrano pada pertandingan leg kedua playoff degradasi. Hasil imbang ini menyebabkan River Plate yang juara nasional 33 itu kali terlempar ke Divisi B Nasional musim mendatang.

Perkelahian massal disertai dengan pelemparan benda keras seperti batu dan benda keras lainnya. Sebanyak 25 orang, termasuk enam anggota polisi, terluka. Seorang lainnya luka berat karena terkena lemparan di dalam mobil.

Perkelahian di luar stadion kelihatan seperti sebuah pertempuran. Toko-toko dan bangunan lainnya langsung menutup pintu dan jendela karena khawatir menjadi korban lemparan amuk suporter.

Pejabat kota meminta agar stadion sementara ditutup -- tepat empat pekan sebelum tempat itu menjadi tuan rumah pertandingan final Copa America-- untuk dilakukan penyelidikan. Karena, ada dugaan penjualan tiket ilegal dan berlebih. "Kami akan menyelidiki untuk membuktikan apakah ada penonton yang masuk stadion melebihi kapastias," kata prosekutor Gustavo Galante kepada televisi America.

Ia menjelaskan bahwa batas penonton yang diijinkan masuk Stadion Monumental adalah sekitar 40.000 orang. Tapi, pengamat memperhitungkan penonton yang masuk stadion sekitar 60.000 orang.

Galante sebelumnya meminta agar pertandingan diadakan di stadion tertutup setelah pendukung River Plate di Cordoba mengganggu jalannya pertandingan leg pertama. Pertandingan saat itu sempat terhenti selama 20 menit.

Pemain dari kedua tim harus meninggalkan lapangan Monumental di bawah pengawalan petugas keamanan. Polisi menggunakan gas air mata dan semprotan air untuk menghindari terjadi perkelahian lebih meluas.

Klub Belgrano akhirnya merayakan promosi mereka dengan hanya disaksikan ratusan pendukungnya. Untuk menjaga keamanan mereka, suporter Belgrano harus berdiam diri di sektor lapangan selama tiga jam sejak pluit panjang berbunyi.

River dipecundangi 0-2 pada leg pertama. Tetapi, mereka berharap dapat meraih kemenangan leg kedua agar mereka terhindar dari degradasi setelah merayakan kemenangan 15 tahun meraih gelar Piala Libertadores kedua. Sayangnya, harapan tersebut kandas setelah River Plate akhirnya ditahan imbang 1-1.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Real Madrid Kejar Bintang Pantai Gading U-17 Si Didier Drogba Baru

Posted: 26 Jun 2011 11:01 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,Real Madrid dikabarkan memantau aksi bintang remaja Pantai Gading yang sedang berlaga di Piala Dunia U-17, Souleymane Coulibaly yang dinilai sebagai 'Didier Drogba baru'.

Sejak mencetak empat gol sekaligus ke gawang Denmark, remaja 16 tahun itu menjadi pusat perhatian turnamen serta para pemantau bakat klub-klub top Eropa. Ditambah lagi pada pertandingan terakhir Grup F, Minggu (26/6) waktu Meksiko, Coulibaly berhasil melesakkan hat-trick untuk mengimbangi Brasil 3-3.

Menurut As, pemantau bakat Madrid sudah diinstruksikan mencermati penampilan Coulibaly. Kemampuannya dianggap seperti bintang Pantai Gading, Didier Drogba. Namun, Coulibaly menyatakan belum memikirkan ke klub mana dia ingin bergabung.

"Saya belum tahu arah masa depan saya. Saya tetap fokus untuk Piala Dunia, setelahnya barulah kita lihat apa yang terjadi," tukasnya menjawab pertanyaan wartawan. Saat ini Coulibaly berstatus sebagai pemain Siena.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen