Republika Online

sumber :-

Republika Online


Lucescu: Shakhtar Seharusnya Bantai Chelsea

Posted: 24 Oct 2012 01:12 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, DONETSK  --  Pelatih Shakhtar Donetsk, Mircea Lucescu, meyakini seharusnya timnya bisa membantai Chelsea seandainya penampilan kiper Petr Cech tidak gemilang. Penjaga gawang asal Republik Ceska itu berkali-kali mematahkan serangan para pemain Shakhtar pada laga yang berakhir 2-1 untuk kemenangan tim Ukraina itu.

"Saya yakin kami bisa menang lebih, namun Petr Cech sangat baik di depan gawang kali ini," kata pelatih Shakhtar, Mircea Lucescu, seperti dilansir Soccerway.

"Pertandingan tersebut berjalan seperti yang kami inginkan. Barangkali itu adalah partai terbaik kami dalam beberapa waktu terakhir ini. Itu juga membuktikan kami berada dalam trek yang benar dan terus berkembang sebagai tim. Para pemain muda kami semakin dewasa dan mendapatkan kepercayaan diri yang dibutuhkan," tambah mantan pelatih Inter Milan itu.

"Chelsea saat ini lebih kuat dari tim yang memenangkan Liga Champions musim lalu. Hal tersebut membuat kemenangan ini sangat menentukan. Saya yakin Chelsea akan jauh lebih baik saat bermain di London nanti. Hari ini mereka banyak bertahan, sedangkan di Inggris nanti mereka akan memiliki keuntungan lebih besar dari siapapun untuk menghindari kekalahan selanjutnya musim ini," tambah Lucescu.

Tony Pulis Ingin Ubah Gaya Stoke City

Posted: 24 Oct 2012 12:57 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, STOKE  --  Pelatih Stoke City Tony Pulis akan menerapkan gaya permainan baru pada anak-anak asuhnya. Hal itu akan coba dilakukan saat timnya menghadapi Sunderland dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris di Britannia Stadium, Sabtu (27/10).

Pulis mengungkapkan, tim berjuluk The Potters itu tidak akan lagi mengandalkan bola-bola atas dan set piece untuk melumpuhkan barisan pertahanan lawan. Sejauh ini dua skema serangan tersebut memang menjadi andalan Stoke yang memiliki ujung tombak berpostur tinggi di atas rata-rata, Peter Crouch.

Pulis mengatakan akan mencoba mengembangkan permainan dengan umpan pendek cepat dan tidak bermain melebar. "Tetapi satu hal yang tidak dihilangkan adalah transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Itu akan tetap dipertahankan," ungkapnya dilansir The Sun, Rabu (24/10). 

Juru taktik berusia 54 ini menyadari, perubahan skema permainan tidak akan mudah dilakukan dalam waktu semalam. Namun perubahan mutlak dibutuhkan agar tim lawan tidak mudah membaca gaya permainan Stoke.

Ia juga optimistis anak-anak asuhnya  dapat dengan cepat beradaptasi. "Saya sadar ini membutuhkan waktu. Tetapi kami mempunyai pemain berkualitas yang semuanya ingin memiliki perkembangan gaya bermain," katanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen