Republika Online

sumber :-

Republika Online


Peter Gade Pensiun dari Bulutangkis

Posted: 30 Oct 2012 01:33 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, KOPENHAGEN – Pebulutangkis asal Denmark, Peter Gade, akan mengakhiri masa karir produktifnya di dunia bulutangkis.

Setelah dia merasa sudah tidak begitu lagi mampu bersaing dengan para pemain-pemain muda yang kini banyak bermunculan.

''Saya bahagia banyaknya bermunculan pemain muda berbakat. Tongkat estafet telah terjadi,'' ujar Gede (35), kepada beberapa wartawan seusai menerima penghargaan di Paris Open, Paris, Senin (29/10 WIB.

Pada turnamen Paris Open, Gede mengalami kekalahan mengejutkan dari seorang pemain muda yang satu negara dengannya, Jan Jorgensen.

''Sebuah pertarungan menarik. Termasuk kekalahan yang mengejutkan. Saya kalah dari dia (Jan) tapi saya juga senang dengan hasil itu, karena saya dikalahkan dari salah satu pemain muda berbakat Denmark,'' ujarnya.

Gade yang berjuang sendirian menahan dominasi pemain Asia selama lebih dari satu dekade, lima kali menjuarai Eropa serta pernah menjadi pemain nomor satu dunia.

Gade yang menjadi pebulutangkis top dunia sejak 1998 sampai 2001 sebelum kembali menjadi peringkat satu dunia di 2006. ''Saya senang dengan karir saya yang saatnya berakhir,'' tegasnya.

Walau sudah tersingkir, Gede akan tetap berada di Paris untuk mendapat penghargaan dari panitia pertandingan di final Paris Open yang belangsung di Paris, Ahad (29) WIB.

Taekwondoin Indonesia Rebut Dua Emas di Korea

Posted: 30 Oct 2012 10:32 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atlet taekwondo binaan Universal Taekwondo Indonesia (UTI) Pro merebut dua medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu pada kejuaraan taekwondo internasional Gyeongju Korea Terbuka VII di Korea Selatan yang berakhir Selasa (30/10).

Dua medali emas kejuaraan yang digelar sejak 25 Oktober lalu itu diraih dari nomor Poomsae kategori putri senior atas nama Christina Agung Intan dari Bali dan dari nomor beregu putra atas nama Trio taekwondoin Daniel Danny Harsono, Asep Santoso, keduanya dari Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jhon Yunior Mandagi dari Sulawesi Utara. 

Pendiri Universal Taekwondo Indonesia Profesional, Grand Master Lioe Nam Khiong ketika dihubungi Selasa, mengatakan sukses itu merupakan hasil kerja keras yang selama ini dilakukan di Indonesian Taekwondo Training Center, yang kini berubah nama menjadi YUTI Training Centre di Kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta. 

Untuk Poomsae para taekwondoin ini di bawah bimbingan Pelatih Rahadewineta, mantan atlet taekwondo nasional.

"Mereka yang ikut serta di Korea Open ini murni merupakan binaan pelatih lokal. Tidak ada pelatih asing dan saya pun ikut terjun langsung bersama sama mereka sejak kurun waktu tiga tahun belakangan ini," kata Grand Master Leo panggilan akrab Lioe Nam Khiong.

Selain dua medali emas, Tim UTI Pro juga mempersembahkan tiga medali perak yang dihasilkan di nomor Poomsae kategori beregu putri oleh trio Taekwondoin Lessitra Draningrati, Domas Ayu Kirana Santoso keduanya dari Jawa Tengah dan Christina Agung Intan dari Bali.

Dua medali perak lainnya dihasilkan di Nomor Kyorugi (Tarung) kelas di bawah 63 Kilogram atas nama Imelda Kasman dari Bali dan Aprilia Uno Sanjaya Jawa Tengah di kelas -49 Kilogram.

Sedangkan tiga medali perunggu, masing masing di nomor Poomsae kategori perorangan putri atas nama Lessitra Draningrati Jawa Tengah, kemudian Christina Agung Intan Bali dan beregu putra Daniel Dany Harsono, Asep Santoso dan Jhon Junior Mandagi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen